Oleh: Daniel Taruli Asi Harahap
Minggu 31 Agustus 2008 siang.
Apa lagi yang kurang?
Jam menunjukkan pukul 13.45. Serpong hujan sederas-derasnya. Doktor Jupiter, teman saya utusan sinode dari HKBP Resort Serpong barusan mengirim SMS bahwa dia sudah di jalan menuju gereja. Saya menarik nafas. Kayaknya semua sudah beres. Pakaian untuk seminggu sudah saya masukkan ke koper (termasuk sebuah sterikaan). Jas untuk pelantikan sebagai anggota MPS sudah saya pisahkan dan akan saya tenteng. Surat kredensi, tiket, almanak, alkitab minus BE, dan buku catatan rapat ke tas pundak kesayangan saya. Kamera yang dua tahun lalu saya beli dengan sisa uang “bekerja sambilan” di AS sudah saya servis di agen resmi Nikon di Mangga Dua. Juga sudah saya lengkapi dengan blitz khusus walaupun bukan tipe teranyar. Pokoknya lumayanlah.
Nah ini dia yang terpenting. Kemarin teman saya miskin jaman dahulu yang kini telah jadi petinggi di Telkomsel menghadiahkan saya modem internet dan menyuruh anak buahnya melayani saya di priority room Telkomsel BSD agar saya bisa tetap konek dari Sipoholon. Ah hidup memang selalu menyediakan kebajikan.
Tiket sudah beres. Pesawat Batavia pukul 16.10. Ya, mending saya beritahu saja. Keputusan Rapat Parhalado Resort setiap utusan mendapat Rp 5 juta. Untuk tiket Rp 1,7 juta. Biaya registrasi Rp 2. juta per orang (hebat kalilah pusat ini, gereja serpong baru tumbuh sudah dikenakan registrasi semahal itu, padahal di surat pengantar kami masih saja disuruh bawa sarung bantal dan obat nyamuk). Sorry, yang terakhir bercanda namun soal sarung bantal itu benar.
Ongkos lokal Serpong-Bandara dan Medan-Tarutung pergi-pulang Rp 500.000. Sisanya uang harian delapan hari total Rp 800.000. Pas lima juta, kan?! Namun jujur, sebenarnya saya mendapat lebih. Tadi sepulang kebaktian entah kenapa ada beberapa orang jemaat (dua diantaranya sintua) yang memberikan amplop langsung ke tangan saya, dan karena itu tak bakal diwartakan. Istilahnya untuk teh di jalan, sebab mungkin mereka tahu saya sudah sebulan stop lagi merokok.Hahaha.
Minggu 31 September 2008 15.30 Bandara Soekarno Hatta:
Pesawat dijadwal jam 16.20 Batavia. Saya dan St Jupiter Sitorus tiba pukul 15.05 dengan taksi. Bandara benar-benar tidak bersahabat dengan Rakyat yang datang dengan kenderaan umum. Taksi yang kami tumpangi tidak boleh merapat langsung ke koridor terminal namun ke menjauh. Saya tidak tahu dari mana Penguasa Bandara Soekarno Hatta ini mendapat ide kurang ajar (maaf!) dan menghina Rakyat bahwa hanya mobil-mobil pribadi sajalah yang boleh menurunkan penumpang di tepi koridor terminal, sementara penumpang taksi dan bus harus berjalan jauh dan kerepotan mencari troley dan berbasah-basah saat hujan. Jika alasannya kemacetan maka mengapa mobil umum yang dikorbankan, bukankah seharusnya mobil pribadi? Saya makin yakin bahwa negeri ini memang harus terus-menerus direformasi. Tapi sementara ini “sudahlah dulu”, saya mau bersinode. Ketidakadilan semacam ini tidak bisa dibiarkan. Bandara sendiri sudah seperti pasar tradisional. Maklumlah sehari menjelang Puasa. Oh tunggu, saya ketemu Pdt John Titov Hutagalung. Rupanya beliau juga seperti saya, kloter terakhir ke Sinode. SMS Martha masuk mengucapkan selamat jalan. Mereka sedang terjebak kemacetan di jalan Palembang karena kampanye Pilkada Gubernur.
Tuhan memang selalu menyediakan kemurahan. Sahabat lama saya, St Gindo Simanjuntak, utusan HKBP Jatiwaringin sekaligus anggota MPS terpilih dari Jakarta Dua menelpon. Beliau rupanya sudah di Medan dan kami pernah sebulan lalu janjian gantian menyupir ke Tarutung. Kebetulan dia mendapat mobil pribadi dari Medan. Cocok sekali.
“Sudah ada tempat menginap di Medan, Amang Pendeta?”
“Belum, kenapa Amang”
“Ini ada Wisma di Jalan Lobak. Sangat bersih. Fasilitas baik. Saya pesankan saja ya?!”
“Oh. Ah. Aha. Terima kasih, Amang. Dengan senang hati”
Minggu 31 Agustus 20.46 Wisma Harikota Medan
Pesawat Airbus Batavia itu penuh sesak. Saya dan St Jupiter Sitorus berhubung datang lebih awal bisa memilih duduk di kursi nomor dua paling depan. Alasan saya duduk di depan ingin cepat sampai di darat. Ternyata Pdt Robert Hutapea dari Jatisampurna dan Pdt ROM Tampubolon ada di pesawat yang sama. Baguslah. Itu artinya bakal banyak doa yang kelak dinaikkan saat pesawat take off dan landing. Namun saya tetap juga sedikit waswas saban-saban mendengar bunyi derak-derik badan pesawat. Ya kita memang selalu cenderung curiga dan waswas atas bunyi-bunyian yang tidak kita kenali, apalagi ketika banyak hal di luar kendali kita. Ya, sudahlah. Mending pasrah saja dan percaya segalanya akan baik. Dan memang benar baik. Kami mendarat lancar di Polonia. Cuaca sangat mendukung.
Sampai di Medan saya mengambil alih “komando” perjalanan. Kawan saya doktor nuklir ini saya pikir tidak begitu paham soal seluk-beluk jalan terutama watak orang Medan. Saya sendiri lahir dan besar di Medan. Saya pun memilih taksi dengan gaya tenang. Jalan Lobak. Rp 35.000. Kami pun segera meluncur. Sampai di Wisma semua sudah beres. Saya pun mengirim SMS kepada St AG Simanjuntak memberitahu sekaligus berterima kasih.
Kini giliran makan. Makan apa dan dimana? Kwetiau Jalan S Parman. Menurut saya itulah kwetiau yang paling enak di dunia. Saya makin lapar saja membayangkan makan kwetiau dengan kerupuk kulit babi dan acar bawang kesukaan saya. Plus es jeruk.
Sinode Tanpa Persiapan (Peserta)
Rencana besok Sintua Gindo Simanjuntak akan datang pukul lima pagi menjemput kami. Saya tidak tahu mau ngapain. Ini masih pukul 21.20 malam. Untuk seorang pendeta setengah umur seperti saya ini terlalu cepat untuk tidur namun terlalu malam untuk mulai keluar.
Lantas mau apa? Panitia Sinode tidak mengirimkan bahan-bahan yang hendak dibicarakan, dan bahkan tidak mengirimkan rancangan jadwal. Desas-desus mengatakan sinode ini hanya memilih eforus, sekretaris jenderal, kepala departemen dan praeses. Titik. Kata saya itu pemborosan. Tanda Seru. Jika hanya untuk memilih fungsionaris saja untuk apa tujuh hari? Dan jangan lupa Aturan HKBP menetapkan Sinode Godang mempunyai 4(empat) tugas yaitu: (1) menetapkan rencana induk pelayanan hkbp, (2) menetapkan rencana strategis hkbp, (3) menetapkan sikap umum hkbp, dan (4) menetapkan eforus, sekjen, kepala departemen dan praeses. Bagaimana mungkin Sinode berani mengingkari amanat konstitusi atau aturannya? Namun jika nomor 1 s/d 3 hendak ditetapkan pertanyaan yang lebih sulit: mana bahannya? Dan apakah Sinode bisa memutuskan rencana induk dan rencana strategis serta sikap umum hkbp terhadap satu isu secara mendadak dan tanpa lebih dulu membahasnya di tingkat huria, resort dan distrik? Kenyataan sampai berangkat peserta sinode tidak menerima bahan apapun dan rancangan jadwal (yang ada hanyalah surat dari panitia yang mengingatkan jangan lupa membawa payung, seprai, dan sarung bantal!). Malu? Cukupkah sekadar malu? Menggerutu dan memaki sendiri? Apa gunanya? Lantas? Ah, mending saya menulis diary di Ruma Metmet saja malam ini.
Pukul dua belas lewat. Saya menelpon Martha menanyakan merek obat batuk. Leher saya rasa gatal sekali. Berhenti merokok kok malah batuk? Tapi tentu saja saya tidak berani mengatakan itu kepada Martha. Pasti dia akan mengomel. Dan kalau Nina dan Wili tahu mereka pasti akan mendukung Mamanya. (Hanya Kika yang berprinsip: right or wrong is my bapak).
Tapi kemana pulak malam-malam begini di Medan mencari obat batuk. Kata Martha di Jalan Prof M Yamin ada apotik 24 jam. Saya tahu itu jauh dari wisma dan saya tidak punya kenderaan. Ah lupakanlah itu, kata saya. SMS masuk. Rupanya dari teman lama seorang sintua wanita di Jatiwaringin. Dia “melapor” telah mengirim sejumlah SMS kepada para sinodesten. Kalimatnya terakhirnya benar-benar membuat saya bahagia “ternyata Amang benar bahwa sinodesten harus dikawal jemaat agar berani menyuarakan hati nuraninya”. Dalam hati saya: baru tahu? Saya pun langsung membalas SMS itu melakukan reinforcement atau penguatan: perjuangan kita menjadikan gereja transparan dan akuntabel pasti berhasil. Namun SMS lain masuk dari nomor tidak dikenal. Isinya mengajak sinodesten memilih sejumlah nama. Kebetulan namanya tidak cocok dengan yang di hati saya. Hahahaha. Saya pun membalas SMS tidak dikenal dan tidak bernama itu: Siapapun eforusnya wajibkan kantor pusat membuat laporan keuangan ke jemaat-jemaat. setuju kan? SMS tak berbalas.
Senin 5.00 pagi.
Renungan harian Ruma Metmet sudah saya posting. Janji St AG Simanjuntak akan menjemput kami sekitar jam 5 dan 6. Saya membayangkan nikmatnya membawa mobil ke Tarutung selepas Tebing Tinggi. Semoga ada kesempatan berhenti untuk memotret. Doakan kami selamat sampai Tarutung.
Senin 08.15
Kami bertiga tiba di Pematang Siantar. Sarapan pangsit dan teh manis hangat di Jalan Cipto. Cuaca mendung. Tampaknya gerimis sudah mulai turun. Semoga jalan lancar. Asyik ngobrol sambil sarapan kami meninggalkan Siantar pukul 09.08.
12.52
Kami baru selesai makan di Balige. Tadi sempat ziarah ke Makam Ompu i IL Nommensen di Sigumpar. Sayang pagarnya terkunci. Ya jadi melihat dari luar sajalah. Foto2 manis gereja HKBP Sigumpar sabar ya, nanti saya posting. Masih ada lagi: foto kampung Batak di Jangga.
14.30
Kami di Tarutung. Mau ke rumah dulu.
(bersambung)
Share on Facebook
Selamat bertugas amang. Perjalanan pertama cerita sarung bantal, kita tunggu cerita selanjutnya
Tuhan Beserta Amang dan seluruh Peserta Sinode Godang agar selamat sampai di sipoholon. Doa saya dan sekeluarga agar sinode godang HKBP Tahun ini membawa perubahan yg kita harapkan. Dan pimpinan HKBP diberi terang pikiran serta mau menerima saran2 perubahan.
Selamat bertugas amang. Hidup memang menyediakan banyak kebajikan, tetapi hidup juga selalu memerlukan pembaharuan. Kiranya semangat pembaharuan yang ada pada amang juga ada pada peserta sinode yang lain untuk kebaikan pelayanan di HKBP.
Denggan ma sude angka konsep asa sai mardalan sude’ Sude ide i na mardalan di bagasan holong. Ndang holan konsep marsinode alai dohot do hobasan ta HKBP Serpong
apapun yang terjadi di tarutung nanti, semoga tidak memantik selera merokok amang. selamat bersinode.
sahali-sahali lean antong kamera i tu dongan ni amang, asa amang na dipoto.
Daniel Harahap:

Merokok? Mmmmmmm nnnnggaklah.
Merokok atau merokok saya bukan objek kamera yang bagus.
selamat jalan amang…
Jangan mau sinode godang terutama pemilihan eforus dikaitkan dengan pemilu 2009. Jika dikaitkan dengan reformasi, akuntanbilitas, transparan dan HKBP yang baru…kita setuju amang.
Ganti rokok dengan anggur vigour selama di Sipoholon amang, caranya pagi sesudah makan, satu sloki saja! Siang setelah makan satu sloki saja! dan Malam sebelum tidur satu sloki saja! gatal di leher hilang, rasa hangat dan tidur teratur selama sinode..saya sudah buktikan!
Syaloom…selamat berjuang… Tuhan Yesus memberkati!
Semoga makan pansit dan minum teh di Siantar nya memberikan tambahan kekuatan dan semangat pembaharuan di Sonode Godang nanti,
(jadi pingin pulang kampung ke Siantar ini).
Alangkah baiknya Tuhan yang melalui Amang dan bantuan teman yang di Telkomsel dapat memberitakan secara up to date perkembangan di Sinode Godang nanti, sehingga kita para jemaat HKBP dapat mengikuti kejadian yang terjadi di SG HKBP di Seminarium Sipoholon tersebut.
Semoga Tuhan menerangi hati dan pikiran para peserta SG HKBP, sehingga Nama Tuhan semakin dipermuliakan.
Daniel Harahap:
Tentu saja laporan saya tentang SG akan sangat subjektif. Jadi anggap saja seperti cerita separuh kebenaran.
Horas Amang.
Selamat bersinode godang ya.
Seperti yang saya email sebelumnya ke amang, adanya masalah dalam naposo distrik XVII IBT, saat ini telah ada titik terang. Akhirnya kami tetap berangkatkan satu anggota kami kesana, tanpa sepengetahuan praeses IBT. Rekan2 naposo distrik yang lain sangat mendukung kami, hingga mereka support kami untuk mencari dukungan dana. Bahkan ada beberapa pendeta yang menyumbangkan dananya, hingga kami pun tetap bisa utus perwakilan kami. Puji Tuhan, teman kami tersebut sudah di Sipoholon skrg, dan tadi malam dia tiba sekitar jam 24.00 di Mess Praeses, dan dia menginap disana sementara, karena belum mendaftarkan diri kepada panitia dan kebetulan ada kamar praeses yang masih kosong (orangnya belum datang).
Hari ini, teman kami tersebut akan mendaftar ke panitia. Dan sampai detik aku menulis ini, dia belum bertemu satu orang pun dengan pendeta atau praeses dari Surabaya. Jadi belum tau gimana tanggapan mereka.
Melalui ini, saya minta dukungan amang untuk jagai dia. Apalagi dia seorang Naposo Boru-boru, namanya Jeny Melda br Sitompul. Saya yakin, Amang seorang pendeta yang melindungi jemaatNya. Kemungkinan besar, Amang akan bertemu dengan dia, karena dia sendiri sudah menjadi bahan pembicaraan disana. Karena Surat yang kami kirim, sudah menyebar kemana-mana (mungkin amang jg sudah membacanyal).
Sekali lagi, Selamat bersinode Amang, Semoga KehendakNya dinyatakan melalui sinode ini dan membawa HKBP ke arah yang jauh lebih baik. Saya juga sangat mendukung adanya transparansi dalam dunia HKBP.
Demikian. Horas!
Selamat berturgas amang, untuk pembahruan HKBP menjadi gereja yang berorientasi kepada pelayanan jemaat !!!
Saya baru seminggu ini mengenal blog amang !!! saya gembira bahwa ada juga pendeta HKBP yang menyadari bahwa di HKBP masih perlu pembahruan !!!
Mauliate parjolo pinasahat tu amang DTA dikesediaanmuna melaporkan perkembangan ni SG i annon. Molo pe dirasa hamu subjektif laporan SG i alai barita na uli ma i di hami ruas Rumametmet on.
sebenarnya saya tidak mengetahui kalender kerja HKBP namun menurut saya sebaiknya sinode direncanakan jauh-jauh hari dan masuk dalam kalender resmi HKBP sehingga tidak terkesan asal jalan dan buang buang uang, kemudian kalender resmi tersebut diumumkan ke seluruh ruas HKBP di mana saja. kan biaya untuk sinode ditanggung oleh jemaat kita juga. padahal beberapa jemaat kita masih butuh bantuan selain rohani. naum selamat bersidang dan semoga setelah sidang kita semakin bagus.
mauliate..
siapkan stamina amang pendeta.sebab sering kali keputusan2 penting justru “sah” saat keadaan genting:)
molo adong waktu istirahat, bah langsung modom.biarlah untuk lobbying,serahkan ke tuhan biar dia yang melakukan.
tapi sms jalan terus khan,amang?
Horas amang,
Selamat menenmpuh perjalanan dan selamat bersinode.
Benar amang…bersinode jangan hanya memilih pimpinan
cukuplah pemerintahan ini yang berantakan karena hanya memikirkan
‘kepemimpinan’, tetapi aturan yang bisa menjadi ‘shared value’ bagi seluruh jemaat HKBP itu yang perlu, dan satu lagi bagaimana memikirkan supaya jemaat itu mencintai dan betah ‘rumahnya’ jangan mencari keteduhan di rumah yang lain. Tuhan memberkati.
Bah, bagus kali “laporan pandangan mata” ini. Lebih sering mem-posting, Amang, supaya info yang kami dapatkan lebih mutakhir (up to date, maksudnya …).
Aku tak terlalu banyak berharap dengan SG kali ini, apalagi mengingat sepak terjang para kandidat pemimpin HKBP yang sudah sangat mirip ajang pilkada (sayangnya yang banyak ditiru adalah yang negatifnya). Aku kuatir bakal ada yang meniru kejadian yang menimpa calon bupati Ponorogo yang akhirnya gila dan bunuh diri yang tidak sukses.
Sejak beberapa waktu yang lalu aku makin sering memanjatkan doa supaya Tuhan hanya memilih para pemimpin yang benar, yang takut akan Tuhan, dan benar-benar memiliki jiwa pelayanan (bukan jiwa penguasa …). Yang benar-benar bersih. Dari sisi akhlak, karena terutama belakangan ini makin santer aja kedengaran para pendeta HKBP yang terlibat kejahatan seksual (selingkuh/pacaran dengan warga jemaat, padahal sudah terikat perkawinan dengan pasangan yang sah …) yang sangat memalukan (bahkan masih nekad mempromosikan diri supaya dipilih jadi Praeses). Dari sisi finansial, jangan sampai menjadi pendeta peminta-minta alias pengemis.
Memang, aku lihat penyelenggaraan SG ini jauh dari kesan profesional (sehingga bisa diduga ada maksud-maksud tertentu dari Panitia sehingga tidak mengirimkan bahan diskusi, bahkan agenda/acara pertemuan). Dan fokusnya memang membicarakan siapa yang akan menjadi apa. Di partangiangan juga yang aku ikuti, para calon sinodistan membicarakan hal tersebut (bukan bagaimana program sebaiknya dirancang untuk memajukan HKBP ini …). Sangat menyedihkan! Semakin dekat hari-H, semakin banyak SMS yang beredar yang tidak mencerminkan kerohanian para calon sinodistan.
Terakhr, aku tak lupa menitipkan pesan kepada Amang. Sebagaimana pernah aku sampaikan di salah satu partangiangan weijk, supaya Almanak HKBP diperbaiki; antara lain:
(1) Perikop yang dicantumkan agar sesuai, yaitu Evangelium harus dikutip dari Injil dan Epistel harus dikutip dari surat-surat rasuli. Untuk PL sebaiknya dicari tempatnya, atau dijadikan sebagai perikop pendukung. Atau sekalian aja mengadopsi leksionari WCC. Jangan mempertahankan sesuatu yang salah, sepertinya tidak ada lagi yang mengetahui kebenaran di HKBP ini sehingga yang salah pun tetap dipertahankan. Bagaimana mau mengubah yang besar kalau hal yang kecil seperti ini pun tidak sanggup dilakukan?
(2) Data yang dicantumkan harus lengkap, jangan jumlah warga jemaat di banyak huria masih kosong. Masak, pendeta jemaat tidak punya data berapa kk yang ada di jemaatnya? Padahal, ‘kan setiap akhir tahun ada dibacakan Barita Jujur Taon (Bericht)? Jangan-jangan, fiktif pula yang dibacakan kepada warga jemaat saat itu!
(3) Bikinlah format yang lebih enak dipandang. Foto-foto Eforus, Sekjen, dan Ketua Dewan dibikin foto bersama dengan suasana rileks (tak usah pakai jas) dan tersenyum. Alangkah damainya HKBP ini dikesankan kalau begitu.
Sudah saatnya rasa kebanggaan ber-HKBP dimunculkan. Tidak seperti yang ada sekarang ini yang kebanyakan adalah bernada minor (misalnya: tukang berkelahi, mata duitan, kurang roh, dllsb). Karena masih banyak yang mencintai HKBP (salah satunya, ya aku ini …).
Horas jala gabe! Beta tapamaju hakabepe!
Selamat Sinode Godang Semoga berjalan dengan Damai dan Gagasan amang dirumah metmet terealisasi .Kami berdoa tarpillitma Pucuk Pimpinan(Ephorus dll) yang Bisa membawa HKBP lebih Baik lagi,Terutama adanya Transparansi Keuangan dengan dibuat Laporan kesemua Huria saban bulan,Aturan dan peraturan yang baru dan Tentunya Sinode berjalan Damai ,kami Yakin itu karena yang Ikut amang/Inang pendeta dan Sintua yang baik.
, Saya Juga boi mai Mangurupi Amang pdt B.Simamora.
,Sukses dalam damai dari Tuhan Yesus.
Kami Tunggu Laporan Siaran Langsung dr Sipoholon ya amang DTA,Salam buat Aamng St DR JP Sitorus. Untuk SMS para pdt beresmai dan Gawang Serpong Tenangma amang ada St Kimron Manik,St Rudy Sihombing,St Todung Siagian,St Budiharjo Sihombing dll yang jagai in
Selamat berekreasasi eh sinode Godang do hape
Selamat ber-Sinode Godang Amang..Biarlah kuasa dan karya Allah nyata di SG HKBP…
Sesuai saran ni Amang kirim sms ke peserta sinode, hami holan sahali do marSMS tu Pandita nami, alai pintor ro do telp. pas malam jam 11, nunga modom hami, jadi misscall hubereng pagi2, seandainya saya angkat malam itu, gak tau apa yang mau di katakan amang pendeta itu sama saya, kebetulan nomor yang saya pake tidak dikenali amang pendeta itu, kalau amang pendeta kami itu bingung biarlah, yang penting harapan kami hanya satu, semoga sinode godang HKBP ini menghasilkan yang terbaik buat Jemaat dan HKBP dan juga masyarakat pada umumnya.
uda berhenti merokok ya Amang, mantap la. Sampe sekarang ga tau aq merokok itu dosa ato ga. Karna byk kali kuliat pendeta, sintua yg merokok. Tapi aq uda komit utk ga merokok. Selamat bersinode ya Amang, uda punya telkomsel flash kan Amang. Kutunggu berita2 dari Amang.
Btw, Jeny Melda br Sitompul itu temannya bang Seven Siregar Amang. Jaga2 kk itu ya. Jgn sampe jatuh ke laki2 lain. Hehehehe
Bah, gabe masihol do iba mulak muse tu huta. Marnida jabu ni ompung … naung so di HKBP be marhuria nuaeng. Boha bahenon, nunga bagian songon on …
Horas jala gabe! Rapma hita pamaju hakabepe!
Apa yang terjadi kepada Naposo HKBP Distrik IBT adalah contoh nyata kesewenang2an Penguasa, eh salah para PELAYAN kepada NHKBP (generasi muda) yang katanya (walau saya kurang setuju istilah itu) “Bungabunga ni Huria.” Dan sikap menihilkan NHKBP adalah penistaan terhadap Aturan Peraturan HKBP yang jelas menyebutkan bahwa anggota SG adalah utusan NHKBP dari setiap distrik. Karenanya bersatulah NHKBP! pertanyakan kasus ini di SG nanti. Dan bagi para pelayan yang masih jernih berpikir, tolong buktikan bahwa Kita masih peduli kepada NHKBP dengan mengklarifikasi masalah ini di forum SG. Selamat bersinode!
Selamat berjuang demi perbaikan HKBP masa depan dan semoga Lae selalu dalam penjagaan Tuhan Yesus agar senantiasa sehat dan segar khususnya selama mengikuti SG HKBP. Salut untuk Lae yang sudah sebulan berhenti merokok dan semoga bisa bertahan, saya juga sudah mencoba berhenti merokok sejak sejak seminggu yang lalu dan mohon dukungan doanya agar kita dapat menjauhkan kegiatan yang sia-sia itu dan tidak diomelin lagi oleh anak-anak & mamanya karena rokok.
Mauliate…Tuhan Yesus memberkati
Terima kasih atas laporannya langsung dari Sipoholon
senang kali aku membaca kalimat tidak merokok satu bulan. Haleluya
selamat bersinode, semoga abang punya kesempatan dan kemampuan menyampaikan pokok2 pikiran dari jemaat rumametmet yang sudah ditampung penuh itu.
Amang DTAH,
Sian rumametmet do huboto na SG-2008 dang adong agenda kerja sebelumna, mungkin ruas HKBP naasing pe songoni do. Sada hahurangan na paargahu mamereng pengorbanan ni huria (biaya) dohot sinodestan (waktu, tenaga, pikiran) selama 7 ari.
Arop roha dohot tangiangnami, didongani Amanta Debata ma sude sinodestan asa unang marisuang sude asi ni rohaNai dinapinatupa HKBP ulaon SG, marhite-hite hasil ni SG na lam pandengganhon ulaon di huria na gabe puji-pujian di Debata jala las ni roha di sude ruas ni huria i.
Horas ma di bagasan Debata Jahowa, Kristus dohot Tondi Porbadia di hita sude, khususna di sude hita ruas ni HKBP….
Terus terang kepada amang DTA Harahap, saya tertarik membaca “live report” dari Seminari HKBP di Sipoholon yang ada di rumametmet.com ini. Saya sempat kaget juga melihat agenda di SG 2008 yang hanya ingin memilih eforus, dan kadep. Karena tidak seperti SG sebelumnya yg mengikutsertakan agenda/misi lain seperti perihal aturan-peraturan HKBP dll, terus terang SG’08 yang ini tanggung/stenga2. Tapi apapun yang akan terjadi torop mahita martangiang tu Jahowa asa lan tu denggan na SG’08 on mamboan manfaat tu hamajuon di garejatta HKBP di taon2 na ro. Tentang adanya gerakan2 pembaharuan, reformasi, dan lain-lain, sepanjang menambah manfaat untuk kemajuan HKBP, saya ikut setuju! Boti ma amang pandita nami.
Horas jala hipas2 ma amang dohot sude angka parhobas ni Jahowa na mandohoti Sinode Godang HKBP 2008! Amen.