Almanak Sabtu 30 Agustus 2008:
Aku telah mengangkat beban dari bahunya, tangannya telah bebas dari keranjang pikulan; dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau. (Mazmur 81:7-8a)
Ada saat-saat dimana kita merasa seperti sedang memikul beban yang sangat berat di pundak, dan kita merasa sangat lelah dan sesak. Beban itu bisa berupa kemarahan atau sakit hati yang terlalu lama terpendam, masalah di pekerjaan atau di rumah tangga yang begitu rumit dan tidak terselesaikan, penyakit yang tak kunjung sembuh, kesulitan keuangan, rasa bersalah atas dosa di masa lalu, kegagalan beruntun, kesepian dan keterasingan, atau mungkin kedukaan ditinggal orang yang dikasihi. Atau apa saja masalah yang bisa membebani hati dan pikiran kita.
Ayat hari ini sungguh-sungguh menghibur kita. Tuhan mau mengangkat dan melepaskan apapaun beban berat itu dari pundak, hati dan pikiran kita. Yesus berkata: Datanglah kepadaKu kamu yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28). Tanggalkanlah semua beban dosa (Ibrani 12:1). Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya sebab Ia yang memelihara kamu. (1 Petrus 5:7).
Bagaimana kita menyerahkan beban berat yang menimpa kita itu kepada Allah?Berdoa! Ya, melalui doalah kita menyerahkan segala beban yang memberati hati dan pikiran kita kepada Tuhan. Dan ayat hari ini juga berkata: “dalam kesesakan engkau berseru dan Aku meluputkan engkau”. Sebab itu marilah kita berdoa. Dan selanjutnya marilah menjadikan doa kita sungguh-sungguh sebagai pengungkapan dan penyerahan diri kepada Tuhan, dan bukan sekadar berkata-kata banyak kepada Tuhan. Namun ini hanya mungkin jika kita memang benar-benar percaya kepada Tuhan. Ya, percaya bahwa Allah itu ada dan hidup dan sanggup menolong kita! Masalah: banyak orang berdoa namun tak percaya bahwa Allah bisa menolongnya! Sebab itu yang bersangkutan tak kunjung merasa bebas dan lega walaupun berkali-kali telah berdoa.
Tuhan Allah telah membebaskan umatNya dari perhambaan di Mesir. Dia juga telah membebaskan umatNya dari pembuangan Babel. Pada puncaknya Dia membebaskan kita semua dari perhambaan dosa dan penjara maut. Sebab itu jangan takut. Dan jangan putus asa. Sekarang pun Dia mau membebaskan kita dari berbagai belenggu, tekanan, dan pasung atau beban hidup, dan membuat kita sungguh bebas dan lega.
Doa:
Ya Allah, kepadaMulah kami serahkan segala beban pikiran dan perasaan kami. Legakanlah jiwa dan pikiran kami. Kami percaya kepadaMu. Engkau adalah Allah kami. Pelihara dan lindungilah kami, serta pulihkanlah jiwa yang letih dan lesu. Dalam Kristus kami berserah.
Pdt Daniel Taruli Asi Harahap
Share on Facebook
Renungan hari ini sangat menguatkan saya. Kadang kita memang suka lupa untuk meletakkan beban kita dibawah salib Yesus, sering kita masih tetap membawa beban itu walaupun kita sudah berdoa.
Tuhan sudah jelas dan pasti memikul beban kita.
Ini jadi jaminan abadi akan klegaan kita.
kalo beban itu sering dengan sadar atau tanpa sadar kita pikul :
a. KITA harus jujur, sangat mungkin kita masih ragu atas pertolongan TUHAN karena keberdosaan kita.
b. Kita perlu mengakui, ada bebrapa “dosa kesayangan’ yang sulit untuk kita lepas, karena dosa itu sudah melekat dan berkarat dan merasa itu sudah bagian dari hidup kita yang tidak bisa dilepaskan.
c. Atau Memang kita tidak mengenal KRISTUS
Bisa jadi,Kita bukan bodoh tapi kurang sudi mendekat pada DIA melalui pemahaman tentang DIA melalui Kitab suci atau kurang sudi berpengharapan melalui doa- doa kita..
Semoga kita mau belajar..
ayat-ayat yang harus menyatu dengan karakter setiap umat kristiani, dan menjadi penyembuh bagi setiap keresahan dan pergumulan. tapi memang seperti yang amang pendeta katakan, harus diawali dengan kepercayaan bahwa Allah itu ada dan hidup dan sanggup menolong kita! Dan kenyataannya, Allah itu selalu hadir menolong kita setiap saat, namun jiwa dan indera manusia terlalu dipenuhi dengan pemikiran-pemikirannya sendiri sehingga tidak lagi sanggup merasakan dan menyadari pertolongan itu..