Kasih Tidak Jahat

August 28, 2008
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Kamis 28 Agustus 2008:

kupu-127.jpg

Kasih tidak berbuat jahat kepada sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat (Roma 13:10)

Bagaimanakah caranya agar kasih tidak sekadar menjadi retorika, pidato atau ceramah seperti biasanya? Itulah pertanyaan yang sangat mengusik hati dan pikiran saya saat membaca Almanak hari ini. Dan pertanyaan itu lama sekali tak terjawab. Malah muncul pertanyaan nakal: hari gini masih mengasihi?

Alkitab berulang-ulang memesankan agar kita saling mengasihi. Dan kita sudah tahu hal itu. Rasul Yohanes mengingatkan kita agar mengasihi dengan tindakan bukan dengan perkataan belaka (1 Yoh 3:18). Agar tidak menjadi omong kosong, pertanyaannya: tindakan-tindakan apakah yang harus dan karena itu pasti akan saya lakukan sebagai ungkapan kasih saya kepada seseorang? Sebaliknya: tindakan-tindakan apakah yang tidak akan saya lakukan justru sebagai tanda bahwa saya mengasihi yang bersangkutan?

Almanak hari ini mengatakan: kasih tidak berbuat jahat kepada sesama manusia. Sederhana sekali. Kita disuruh mengasihi siapapun yang diberikan Tuhan menjadi sesama kita. Artinya: jangan bohongi, jangan curi milik, jangan khianati, dan jangan lukai siapapun yang bergaul dan tinggal bersama atau di dekatmu! Cukupkah? Belum. Lakukanlah yang baik. Belajarlah berbuat baik. Doakan dan berkati orang lain.

Agar kita tidak tenggelam dalam perdebatan atau omong kosong tentang “kasih” mari kita diam dan mengheningkan hati. Ingatlah orang-orang yang hadir dalam kehidupan kita namun entah kenapa jarang kita perhatikan, tegur dan sapa, dan apalagi kunjungi. Buatlah sebuah komitmen untuk melakukan sesuatu kepadanya dan kerjakanlah hari ini juga. Satu lagi: bayangkanlah orang-orang yang hadir dalam kehidupan kita, namun entah kenapa sangat tidak kita suka, membuat kita selalu jengkel atau cemburu atau marah. Buat juga sebuah komitmen: apakah yang tidak akan pernah saudara lakukan kepadanya sesuai dengan tuntutan kasih?

Doa:

Ya Allah, Engkau sangat mengasihi kami. Ajarlah kami mengasihi. Cegahlah kami melakukan yang jahat kepada sesama kami, namun kuatkan dan dorong kami selalu melakukan yang baik kepada orang lain yang kami jumpai sehari-hari dan hadir dalam kehidupan kami. Demi Kristus yang telah rela menderita dan mati demi kami. AMIN.

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Share on Facebook

4 Responses to Kasih Tidak Jahat

  1. jonathan on August 28, 2008 at 8:21 am

    Pak Pendeta,
    Saya tidak mengerti maksud kalimat yang berbunyi:Kasih itu menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu. Mohon penjelasan.

    Daniel Harahap:
    Semakin kita mengasihi seseorang maka kita semakin mudah memaafkan dan menutupi kesalahannya.
    Semakin kita mengasihi seseorang maka kita semakin percaya juga kepadanya.
    Dan semakin kita mengasihi seseorang maka pengharapan kita sangat besar terhadapnya.
    Itulah sebabnya keluarga pasien “berontak” jika dokter mengatakan tentang ibu/ayah/kekasihnya yang sekarat:
    tidak ada harapan! Kenapa? Bagi orang yang mengasihi selalu ada harapan.

  2. Ninggor Pardede on August 28, 2008 at 10:13 am

    Kutipan “Doakan dan berkati orang lain”
    Sy agak bingung amang, akhirnya sy coba artikan “doakan dan jadilah berkat bagi orang lain” Apakah sesuai?
    Mohon penjelasannya amang.

    Daniel Harahap:
    Maksudnya: mohonkan berkat Tuhan bagi orang lain!
    Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! (Roma 12:14)

  3. Lilin-lilin Kecil on August 28, 2008 at 10:46 am

    Saya mengerti namun sering kali bingung dan lupa menerapkan Kasih dalam realitas sehari-hari. Saya juga tahu sumber energi aliran Kasih dari dan hanya Yesus Kristus.Saya juga tahu bahwa di Galatia dikatakan tiap2 orang punya keinginan daging yang selalu bertentangan dengan Keinginan Roh. Amang, kasih itu Keinginan daging atau keinginan Roh? Bgmn kiat untuk tetap hidup dalam kasih Kristus ditengah-tengah rimba hidup yang semakin keras dan cendrung ego-centris?

    Daniel Harahap:
    Keinginan daging = keinginan jahat
    keinginan Roh = keinginan baik (sebab tak ada yang jahat sedikit pun yang dikhehendaki Tuhan)
    Kasih itu itu keinginan Allah = keinginan Roh = benar dan baik. :-)

    Bagaimana hidup dalam kasih Kristus di tengah jaman yang semakin keras dan egosentris? Ya dijalani saja. Jadilanlah Kristus selalu sebagai sumber inspirasi, motivasi dan acuan pengambilan keputusan sehari-hari. :-)

  4. JP Simangunsong on August 28, 2008 at 8:25 pm

    Horas Amang,
    Seperti penjelasan Amang di atas, bahwa semakin kita mengasihi seseorang maka semakin mudah kita memaafkan dan menutupi kesalahannya dan seterusnya….., itu berarti kalau kita sakit hati atau kecewa kepada seseorang itu berarti kita belum mengasihinya. Apa memang begitu Amang, mohon penjelasannya ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*