BORNOHI SINODE MARHITE SAJUTA SMS TANGIANG!
(Mohon bantuan menyebar-luaskan surat ini kepada kaum Ibu/Ina anggota HKBP di mana saja)
Inang, HKBP akan bersinode lagi. Tanggal 1-7 September ini di Sipoholon kurang-lebih 1500 orang pendeta dan sintua, ditambah puluhan utusan pemuda dan wanita HKBP akan berkumpul mengadakan Sidang Agung atau sinode godang. Ini adalah forum pengambilan keputusan tertinggi di HKBP. Dan apapun keputusannya akan menentukan keberadaan HKBP paling sedikit empat tahun ke depan.
Kita tahu bahwa tidak semua kita boleh atau bisa mengikuti Sinode Godang. Sinode akan diikuti oleh kurang-lebih 1500 orang (terdiri dari pendeta resort dan utusan resort ditabah utusan pemuda dan wanita mewakili distrik). Sudah itu saja. Merekalah yang mengambil keputusan atas nama kita semua. Masalahnya: sebagian besar anggota HKBP tidak tahu apa-apa tentang Sinode Godang itu kecuali pendeta resort dan seorang sintua berangkat ke sana. Apa yang bakal dibicarakan dan hendak diputuskan di sana, apa visi dan misi HKBP ke depan, apa saja kriteria yang diperlukan untuk pemimpin masa depan, dan lain-lain, semua gelap. Dan mungkin dari dulu juga gelap. Paling-paling nanti sesudah sinode akan dibacakan selembar surat yang namanya Tona atau Pesan Sinode Godang. Namun yang namanya notulen dan daftar keputusan boleh dikatakan tidak pernah sampai ke tangan jemaat. (Padahal dalam dunia moderen notulen itu diperlukan agar publik tahu siapa bersikap apa dalam sebuah isu atau pokok permasalahan).
Lantas bagaimana, Inang? Apakah kita akan membiarkan kegelapan ini terus-menerus terjadi? Tidak naifkah kita jika mempercayakan begitu saja segala hal menyangkut masa depan kita sebagai gereja kepada sekelompok orang tanpa komunikasi dan konsultasi atau membawa rekomendasi kita? Bertanggungjawabkah warga HKBP jika tidak mau tahu dan menganggap Sinode Godang itu bukan urusannya? Saya yakin Inang setuju mengatakan: Tidak.
Dengan segala keterbatasan persiapannya Sinode Godang sudah di depan mata. Saya yakin 95% warga HKBP tidak tahu tema Sinode Godang tahun ini! (kalau memang tahu, cobalah beritahu sekarang). Bahan-bahan Sinode tidak pernah sampai ke jemaat-jemaat. Visi dan misi serta rekam jejak para calon tidak diketahui. Yang paling menggusarkan: kampanye dilakukan diam-diam dan sembunyi-sembunyi. Namun sudahlah. Kita terimalah semua itu sebagai realitas walau hati sangat gundah. Kita semua bertekad bahwa dengan segala kekurangannya Sinode Godang HKBP harus berjalan dengan baik, tertib dan damai.
Pertanyaan sekarang: adakah yang dapat kita lakukan selain berdoa dan menunggu apa yang bakal terjadi saat atau sesudah Sinode Godang? Jawab saya: ADA. Jika masih ada yang dapat dilakukan, apakah konkretnya? Mengirim SMS atau pesan pendek. Saya serius. Mari kita kirim SMS kepada para pendeta dan sintua kita yang berangkat ke Sinode mengutarakan doa, harapan dan pesan kita tentang HKBP khususnya tentang Sinode Godang.
Inang, pengamatan saya, HKBP menjelang Sinode Godang selalu terjebak dalam pertanyaan: Siapa? Ise? Maksudnya HKBP, seperti banyak organisasi lain, terperangkap hanya mempersoalkan siapa figur pemimpin mendatang dan bukan kepada visi, misi dan tugas HKBP yang sesungguhnya. Dan inilah yang membuat kita tidak pernah keluar dari masalah kita. Tujuan kita mengirim SMS justru untuk mengajak HKBP keluar dari perangkap masalah itu. Sebelum Sinode memilih SIAPA yang bakal memimpin HKBP, maka Sinode harus lebih dulu membahas dalam-dalam APA yang harus dikerjakan HKBP dan bagaimana HKBP melakukannya. Dengan kata lain: APA, BAGAIMANA DAN LANTAS SIAPA? Ingat, urutan pertanyaan itu jangan dibalik.
Kembali ke pokok, maukan Inang ikut mengirimkan SMS kepada pendeta dan sintua kita? Tidak usah banyak-banyak Inang agar tidak menghabiskan pulsa. Cukuplah sepuluh SMS saja. Pertama-tama kirimlah SMS kepada pendeta dan sintua kita dimana Inang terdaftar. Nomor HP pendeta Inang tahu kan? Itu bukan nomor rahasia. Jika belum tahu, lihatlah warta jemaat atau tanyalah ke gereja. Saya pikir seorang warga HKBP yang baik harus menyimpan nomor HP pendetanya. Selanjutnya SMSlah bekas pendeta kita sebelumnya, atau pendeta HKBP lain yang Inang kenal baik. Jika belum cukup, Inang dapat membuka Almanak dan memilih beberapa nama pendeta HKBP disana untuk dikirimi SMS doa dan harapan. Mudah dan murah sekali.
Apa isi SMS-nya? Sebenarnya terserah Inang. Apakah doa dan harapan hati Inang terdalam kepada pendeta, penatua, HKBP dan sinode Godang ini? Selain mendoakan sinodesten sehat lahir dan batin, Inang bisa saja menyampaikan pesan umum agar para pendeta dan sintua menjaga keutuhan dan kedamaian HKBP. Bisa juga mengirimkan ayat Alkitab yang Inang anggap perlu untuk menguatkan sinodesten. Yang penting: Inang dan kita semua tidak akan membiarkan pendeta dan sintua merasa sendirian di sidang itu. Peserta sinode ini harus benar-benar merasa didukung dan dikawal oleh seluruh warga HKBP dan karena itu tidak akan menempatkan kepentingan pribadinya di Sinode ini dibawah kepentingan seluruh warga HKBP.
Setelah bergumul lama, saya menyimpulkan ada beberapa hal yang harus kita sarankan untuk diputuskan oleh Sinode. Namun kali ini saya mau menyampaikan satu saja. Yang lain Inang boleh baca di Ruma Metmet (ro ma hamu sasahali antong tu jabunta. On do alamatnya: http://rumametmet.com ). Apa itu? Agar HKBP menjadikan transparansi dan akuntabilitas sebagai prinsip dan sikap ber-HKBP. Inang tahu arti transparansi dan akuntabilitas kan?
Konkretnya: agar HKBP selalu transparan dan akuntabel dalam keuangannya. Lebih konkret lagi: agar Kantor Pusat membuat laporan keuangan secara berkala tiap bulan ke huria-huria. (Jika kantor pusat melakukannya, maka tentu distrik, resor dan huria juga harus melakukannya. Yang terakhir laporan keuangannya, bukan hanya penerimaan, malah harusnya tiap minggu!). Agar transparansi dan akuntabilitas itu dapat menjadi kenyataan di seluruh HKBP maka harus ada keputusan Sinode Godang. Namun supaya Sinode Godang mau memutuskannya maka Inang harus mengirimkan SMS kepada pendeta dan sintua kita ikut memintakannya. Jelas logikanya kan?
Hanya untuk memudahkan Inang bisa mengutip SMS ini: AMANG/INANG, ASA DENGGAN HURIANTA, PUTUSHON HAMU MA DI SINODE ON ASA DIBAHEN KANTOR PUSAT LAPORAN PARHEPENGON GANUP BULAN TU ANGKA HURIA. Memakai bahasa Indonesia: Amang/Inang, supaya gereja kita baik, putuskanlah di Sinode mewajibkan Kantor Pusat membuat laporan keuangan berkala tiap bulan ke jemaat-jemaat.
Sesederhana itukah pesannya? YA. Kebenaran memang selalu sangat sederhana. Lagi pula kalau memang bisa dipermudah untuk apa kita persulit? Tapi baiklah saya jelaskan sedikit latar belakangnya SMS itu.
Pertama: Tuhan Yesus berkata dimana hartamu berada disitulah hatimu berada (Mat 6:21). Artinya: kalau mau tahu isi hati gereja periksalah anggaran keuangannya. Kemana pos pengeluarannya yang terbesar kesitulah sesungguhnya hati gereja itu tertuju. Jika anggarannya tak jelas maka hati gereja itu juga sebenarnya tak jelas. Sebab itulah kita mendesak agar Kantor Pusat HKBP juga Distrik dan Resort setiap bulan membuat laporan keuangan kepada jemaat, agar kita dapat mengenali sungguh-sungguh keberadaan gereja kita dan jika perlu memperbaikinya segera.
Kedua: Tuhan Yesus juga berkata: Siapa dapat dipercaya dalam soal kecil maka dia dapat juga dipercaya dalam soal besar (Lukas 16:13). Uang itu soal kecil jika dibandingkan iman dan sorga. Sebab itu jika HKBP setia atau dapat dipercaya soal uang, maka HKBP juga bisa dipercaya dalam hal iman dan sorga. Nah, bagaimana kita bisa tahu bahwa gereja dapat dipercaya jika tidak terbuka dan transparan?
Ketiga: semua manusia berdosa sebab itu harus didukung melakukan yang benar. Penyelewengan keuangan terjadi bila niat jahat bertemu dengan kesempatan. Niat baik pelayan gereja harus selalu dibangun dan dikuatkan. Namun kesempatan untuk berbuat dosa harus ditutup rapat-rapat. Dengan membuat laporan keuangan Pusat berkala bulanan (di jemaat berkala mingguan) maka seandainya (baca: seandainya) ada niat yang tidak baik, tetapi kesempatan tidak ada. Pintar kita kan?
Keempat: mayoritas HKBP berasal dari suku Batak. Orang Batak sangat menghargai keterusterangan, keterbukaan atau transparansi. Pepatah kita mengatakan: tedek do songon indahan di balanga batak i. Maksudnya: Batak itu nampak jelas seperti nasi goreng di kuali. Sebaliknya Batak sangat tidak suka kegelapan, kesamaran dan kekaburan, apalagi dibidang keuangan. Banyak masalah terjadi di gereja kita justru karena keuangan gelap, samar dan kabur. Mungkin saja tidak ada penyelewengan, namun karena kabur dan semrawut akhirnya hanya bikin konflik. Sebab itu kita mending berubah menjadi transparan saja sebagaimana jiwa batak kita. Dan jangan lupa: transparansi justru adalah tuntutan orang moderen!
Kelima: uang gereja adalah uang Tuhan. Pendeta dan sintua atau parhalado bukan Tuhan. Kantor Pusat dan juga Eforus bukan Tuhan. Sebab itu gereja termasuk HKBP harus selalu buat laporan keuangan. (Hanya Tuhanlah yang tidak perlu buat laporan keuangan kepada kita!) Laporan itu harus tertulis, teratur, detil dan rapih. Itulah bukti pertanggungjawaban gereja akan harta milik atau uang Tuhan yang dipercayakan kepadanya.
Masih ada lagi. Jika HKBP berhasil membereskan sistem administrasi keuangannya dan membuatnya benar-benar baik, rapih, transparan dan akuntabel, itulah sumbangan kita bagi Indonesia. Ya, itulah kontribusi HKBP bagi reformasi dan demokrasi serta pemberantasan korupsi. Tanpa berkata banyak atau menyerang siapa-siapa HKBP bisa mengatakan: Lihatlah kami! Belajarlah kepada kami mengelola organisasi besar. Hebat kita kan?
Ya kita memang hebat, sebab itu kita harus tetap rendah hati.
Bagaimana Inang? Supaya kita, maaf, tidak holan hata atau asal bicara saja, mari kita wujudkan menjadi pembicaraan ini menjadi tindakan walau kecil dan sederhana. Saya dengan rendah hati mengajak Ina HKBP di seluruh dunia (tidak termasuk humaliangna)
untuk mendukung pengiriman SMS kepada para peserta Sinode Godang ini. Sama sekali bukan untuk mengeruhkan suasana apalagi untuk menyerang pribadi. Siapapun Eforus yang bakal terpilih di Sinode Godang mendatang akan kita hormati dan taati sebagai pemimpin. Itu janji kita. Namun kita juga ingin HKBP berubah dan menjadi lebih baik. Satu hal yang kita tahu dan yakini HKBP akan pasti berubah lebih baik jika berani menertibkan dan merapihkan sistem keuangannya. Salpu ma na salpu, berlalulah apa yang sudah lalu. Namun ke depan tekad kita keuangan kita harus benar-benar transparan dan akuntabel. Tekad itulah yang coba kita galang dan sebarkan lewat SMS-SMS ini.
Inang, saya percaya jika banyak warga HKBP melakukan hal ini Sinode akan tersentuh dan luluh. Apalagi jika yang mengirim SMS itu adalah kaum Ibu atau horong Ina yang terkenal setia itu. Ya, kalian Ina HKBP adalah salah satu tiang HKBP yang paling kuat. Sebab itu Inang, pakailah kekuatan dan kesetiaanmu mendorong HKBP menjadi baik. Singkat cerita, memakai bahasa Batak: buat ma henponmu, Inang, tongos ma tona na jempek (SMS) tu angka amanta/inanta pandita dohot sintua, ai songon on ma hira-hira bahen Inang isi ni SMS i: “TABE MA DI HAMU. PANGIDOAN: MANANG ISE PE EFORUS, DIBAHEN SINODE MA HAPUTUSAN INGKON LAPORHONON NI PUSAT DO PARHEPENGEONNA GANUP BULAN TU ANGKA HURIA. MARDONGAN TANGIANG. HORAS HKBP! Sian Nai…. ”
Hidup Ina HKBP!
Mari kita hujani Sinode Godang HKBP dengan sejuta SMS doa dan harapan!
http://rumametmet.com
Catatan:
Kepada semua kawan-kawan, sudilah kiranya memprint tulisan ini dan membagikannya kepada Ibu/ Inang kita yang tidak bisa main internet. Sampaikan salam hormat kami kepada mereka.
Share on Facebook
Ide kritis yang baik sekali Amang Harahap. Saya juga tidak tahu tentang hal ini. Saya tidak bisa mencetak tulisan dan mengirimkannya ke rumah. Mungkin bisa saya sampaikan nanti ke Inang di rumah lewat telepon. GBU!
Oke amang, nanti tulisannya Wanda print dan kasi si Mama…. Soalnya si Mama rajin banget sms-in orang-orang kirim ayat….
Daniel Harahap:
Thx Wanda. Kasi tulisan di atas kepada teman-teman mamanya juga.
Himbauan nadenggan anggiat mardampak tu pelayanan gereja na semakin membaik di tonga-tonga ni ruas.
Selamat HUT pa 45-hon ma ate. Sahat tabe tu hamu sude, incl. maen nami Martha (Nai Irene), Irene, Regina, William. Horas!
Daniel Harahap:
Horas ma nang di hamu.
Ide Abang memberi kesan bahwa kinerja Kantor Pusat HKBP belakangan ini sangat memprihatinkan, terutama dalam hal keuangan. Indikasi ini mengajak seluruh warga HKBP agar sepakat bahwa sistem keuangan Kantor Pusat HKBP sudah harus diperbaiki. Apalagi telah beredar laporan audit dari Badan Audit HKBP pada bulan Agustus 2007 lalu. Laporan dari Badan ini perlu dimiliki oleh para sinodestan agar dengan memiliki informasi tersebut dapat dengan sepakat mengusulkan ide tersebut. Namun, pertanyaan adalah bila ide tersebut disepakati, siapakah yang menjadi pengontrol dilaksanakan atau tidaknya keputusan tersebut nantinya? Usul saya, MPS (Majelis Pekerja Sinode) harus lebih diberdayakan agar tujuan dan harapan (HKBP lebih transparan dan akuntabiliti) dapat terwujud.
LMH Hutapea:
Selamat pagi amang pdt. harahap. Konsistensi konsep amang ttg hkbp dari dulu sampai skrg (semoga sd akhir jaman ! ) tdk pernah berubah. Saya sangat menghargainya. Cuma untuk sms tsb bgmn saya mau kirim ..lah pdtnya aja di tempat kami orangnya plintat-plintut,keras kepala n mo menang sendiri n tdk mau mendengar kebutuhan lokal di wilayah kami. Tentu aja sms tsb dianggap angin lalu.
Kalo orang lama juga yg terpilih sami mawon. Diutak-atik sistem (yg menjadi obsesi amang selama ini) sedangkan yg di atas tdk ingin berubah baik…yahhhh. Saya amati polemik amang dgn pdt tinambunan (kalo tdk salah) yg sekolah di Singapura yang beliau menekankan personalitas individu, emang lebih baik dikombinasikan aja shg ada sinergi disitu. Untuk itu bagaimana konsep itu berhasil di sinode godang , ya saya pikir bgmn amang bermanuver (untuk tujuan baik) sekaligus menggalang csnya supaya dpt memilih pengurus pusat yang berorientasi maju ingin berkembang melayani jemaat yg lebih baik untuk kemuliaan Tuhan. Ok selamat berjuang amang semoga berhasil dgn harapan amang dan kita semua.
Daniel Harahap:
Amang, kan masih ada 1000 orang pendeta lagi? Kirimlah 10 atau bahkan 100 SMS (belum seberapa kan harganya) ke para pendeta mengatakan apa yang di hati Amang tentang HKBP. Saya percaya keadaan akan berubah menjadi lebih baik.
Saya cuma seorang pendeta kecil Amang. Saya harus rendah hati dan tahu diri. Kemampuan saya sangat terbatas. Apakah yang bisa saya lakukan seorang diri? Namun saya percaya jika banyak warga HKBP mau melakukan sesuatu yang kecil namun konkret untuk perubahan HKBP maka itu bisa menjadi daya yang sangat kuat. Menurut saya mengirim SMS kepada pendeta dan penatua mengungkapkan pikiran dan perasaan adalah salah satu langkah kecil namun konkret itu. Sebab itu saya tidak akan bosan-bosan mengajak kita sampai pada tanggal 6 September malam agar mengirim SMS kepada pendetanya untuk menyampaikan doa, pesan, harapan dan juga alarm. Mari kalahkan keraguan, pesimisme, dan juga kemasalan. Satu SMS satu langkah menuju perubahan!
Amang Ikutkah??? Berapa Nomor HP amang???
Daniel Harahap:
Sebagai pendeta resort HKBP Serpong saya ikut ke Sinode Godang. Dan kebetulan saya terlah terpilih juga sebagai anggota Majelis Pekerja Sinode (MPS) HKBP 2008-2012. Nomor HP saya? Untuk apa lagi, semua pesan, harapan dan bahkan kue apem atau wajik untuk saya bisa dikirim lewat ruma metmet ini. Namun jika tetap diperlukan boleh hubungi ke email pribadi harahapdaniel@yahoo.com
Saya barusan terima email dari salah seorang pengurus naposo distrik IBT (Indonesia Bagian Timur). Katanya mereka tidak diundang ikut Sinode. Adakah yang bisa kasih informasi? Menurut Aturan setiap Distrik harus diwakili oleh satu orang utusan naposo. Kepada kawan-kawan naposo: cemana pulak ini? Jika benar, saran saya jangan diam saja. Kirimlah surat resmi ke Pimpinan dan tembuskan ke semua praeses (namun sayangnya banyak praeses sudah berangkat). Sebab itu SMS saja semua pendeta agar semua tahu dan menyuarakannya.
Naposo HKBP, bersatulah kalian, jangan cuma….
Horas Amang!
Ini pertama kali sy kirim ‘comment’ di blog ini..dan sy cukup terkesan baik thdp tulisan Amang dan respon dari para pembacanya….walaupun baru 1 bln terakhir sy aktif masuk ke blog ini
Sy ‘ruas’ dr HKBP Serpong yg jg anak seorg Pdt di HKBP….yg jg prihatin dgn apa yg sdg terjadi di HKBP saat ini…harapan sy semoga HKBP bisa berubah menjadi lbh baik khususnya para pelayannya…jujur sj 4 thn terakhir sy krg suka utk berkomunikasi dgn kebanyakan Pdt di HKBP (tdk berlaku thdp Bapak sy tentunya..hehe), sikap sy ini dipicu oleh tingkah laku kebanyakan Pdt yg sangat berambisi utk mendapatkan posisi di SG 2004 yg lalu…hanya beda tipis atau malah sdh sama dgn apa yg terjadi pd saat Pilkada/Pemilu di republik ini…memang sebelum 2004 pun sy sering bingung dgn tingkah polah Pdt di HKBP, yg bilamana mrk berkumpul yg dibicarakan sering hanya soal harapan mrk utk ditempatkan di huria yg besar dan di kota tentunya…dgn Bapak, sy sering berdiskusi banyak hal ttg HKBP, dan dlm diskusi banyak ide dari beliau yg sebenarnya menurut sy cukup baik utk diimplementasikan di HKBP, namun sayangnya Bapak bilang blm tentu ide nya itu didengar atau bahkan diimplementasikan…contohnya soal transparansi keuangan yg Amang Harahap sebut2 dlm blog ini, Bapak bilang dia sdh sdh pernah mengusulkannya…sy tdk tau kpn persisnya, apakah pd saat dia menjadi Insp Keuangan di Pearaja atau pd saat dia Praeses…tp yaitu td blm tentu itu baik menurut yg lain, shg sampai skrg tdk terjadi lah tranparansi td
….yah semoga SG thn ini mungkin saat yg tepat utk mencetuskan ide perubahan dan menuju HKBP yg lbh baik….
Btw, soal utusan Naposo di distrik IBT, sy dengar kabarnya tetap ada yg berangkat, tp diwakili oleh salah satu Kabid di Distrik tsb
tp ini jg ktnya msh wacana, pd saat registrasi peserta di Sipoholon br ketahuan…
Lumayan kan Amang 1 suara…hehehe
Kalo soal SMS ke sinodestan sy kira itu ide yg sangat baik, semoga bisa menggugah para sinodestan utk HKBP yg lbh baik…tp kalo sy kali ini cukup berdoa sj Amang, nanti kalo kirm SMS salah persepsi lg yg nerima
Daniel Harahap:
Hasilnya luar biasa, keuangan gereja justru meningkat sangat signifikan. Ini bukan yang pertama. Sebelumnya saya menyaksikannya juga di HKBP Jatiwaringin dan HKBP Rawamangun. Tanpa bermaksud membesar-besarkan diri, saya ikut mendorong proses transparansi di kedua jemaat itu dulu. Dan hasilnya juga luar biasa. Kemarin saya mendapat warta HKBP Pulomas, di sana pun keuangan sudah transparan, pengeluaran juga sudah disampaikan setiap minggu. Beberapa HKBP lain yang sudah transparan setahu saya Kebayoran baru, Kelapa Gading, Cibubur, dan Tebet.
Banyak jemaat HKBP telah menjadikan transparansi dan akuntabiltas sebagai prinsip dan sikap dasar. Salah satunya: HKBP Serpong.
Sekarang perjuangan kita adalah memperjuangkan transparansi di tingkat pusat. Saya percaya jika keuangan pusat transparan (membuat laporan saban bulan ke huria2 dan itu sama sekali tidak sulit jika kita cukup jujur) maka keuangan pusat tidak lagi selalu “api-apion” atau bermasalah seperti selama ini, namun bisa melimpah-ruah. Sebab itu mari kita dorong SG memutuskan transparansi keuangan sebagai prinsip dan sikap ber-hkbp!
Saya gembira. Saya menerima cukup banyak SMS yang mendukung transparansi itu. Yang lebih menggembirakan (walaupun saya takkan pernah meneriakkannya), ada pula yang menambahkan point baru: naikkan skala gaji pendeta HKBP!
amang,
saya barusan saja dikirimin tulisan ini oleh temen via email…
setuju banget…
nanti saya sms uda saya yang kebetulan pendeta,
pendeta resor kami so pasti.
moga2 ada hasilnya ya amang…
tetap semangat!
Daniel Harahap:
Selamat berjuang, Inang!
Amang Panditanami,
Mamakku adalah Seorang Utusan Seksi Perempuan Distrik dalam Sinode Godang 2008 dan Aku adalah Utusan Pemuda dalam Sinode Godang 2004 yang lampau yang sangat merindukan kemajuan pelayanan dan kebesaran Nama Tuhan kita Yesus Kristus terjadi di seluruh HKBP.
Saya akan sampaikan buah pikiran Amang ini pada Mamakku
Selamat bersinode dan menjadi Sinodedisten teladan ya Amang.
Doaku Untuk Sinode Ini dan Kemuliaan Nama Allah kita.
Daniel Harahap:
Ron, lakukanlah lebih banyak bersama-sama kawan2 muda lain. HKBP harus bisa kita ajak keluar dari kubangan masalahnya.
Mari kita doakan agar sinode godang yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini memilih lima unsur pimpinan yang benar-benar takut akan Tuhan, tidak menjelek-jelekkan sesama rekan pendeta, jujur, mampu untuk bekerjasama, transparan, hidup di era rekonsiliasi, bertanggung jawab terhadap pekerjaannya , tidak mengandalkan tenaga, pikiran dan kuasa duniawi serta TAKUT AKAN TUHAN.
Daniel Harahap:
Setuju. Selain mendoakan hal-hal di atas, saya akan mengusulkan sebelum eforus dipilih sinode godang harus lebih dulu mengambil keputusan minimal 3(tiga) hal. Pertama: menjadikan transparansi dan akuntabilitas sebagai prinsip dan sikap dasar hkbp. Sebab itu mewajibkan kantor pusat membuat laporan keuangan ke jemaat-jemaat paling sedikit satu kali sebulan. Kedua: menugaskan eforus terpilih untuk membentuk komisi aturan, guna mengkaji seluruh perangkat aturan hkbp termasuk membuat konsep peraturan-peraturan pelaksanaan dan petunjuk teknis. Ketiga: menugaskan eforus terpilih melakukan perampingan hkbp, menciutkan jumlah resort dan distrik, untuk disahkan di sinode mendatang. Jika kawan-kawan mau ikut memanfaatkan sisa waktu yang sangat sempit ini meyakinkan sinodesten (antara lain melalui telepon dan sms) untuk menggolkan usulan di atas menjadi keputusan, bahkan sebelum eforus terpilih, saya yakin hal itu dapat terwujud. Namun seandainya pun tidak, saya akan tetap mengusulkannya, dan berusaha sampai saat terakhir. Minimal: notulen SG akan mencatatnya dan saya merasa hutang saya kepada sinode hkbp 2008 sudah saya bayar.
Dikala membaca tulisan amang yang mengatakan Kawal Sinode dengan sms Doa, Firman dan Harapan, saya hanya dapat berdoa siapapun eforus yang terpilih kiranya bekerja untuk menarik perhatian ALLAH dengan Takut Akan TUHAN. Doa telah saya panjatkan tetapi apabila eforus yang terpilih tidak bekerja sesuai dengan keinginan ALLAH biarlah firman yang menghakiminya itulah yang terpikir di benak saya. Tetapi setelah membaca surat terbuka yang amang kirimkan kepada kaum ina yang mengatakan apakah kegelapan kita biarkan terus menerus terjadi? Jawabnya tentu tidak, saya sebagai kaum ina juga mengharapkan hkbp ke depan harus berubah dan lebih transparan tentu caranya dengan berbuat sesuatu yaitu dengan menyampaikan pesan. Kemudian timbul masalah dari mana saya mendapatkan no telp pendeta-pendeta yg lain, karena yg saya tau hanya no hp Amang saja.
Tiba-tiba terpikir 108 untuk menanyakan no telp gereja hkbp yang lain, setelah saya mendapatkannya ternyata ada seorang Inang Pendeta yang mengatakan coba buka Almanak 2008 pd halaman belakang, akhirnya saya menemukan beberapa no telp dan saya mencoba menghubungi dan mengirim pesan melalui sms bagi yg mempunya Hp. Semoga cara ini dapat dilakukan kaum ina yang lain sehingga apa yg kita harapkan dari sinode 2008 dapat terlaksana sehingga Nama Allah semakin dimuliakan dan mari kita semua kaum ini ber Doa sungguh-sungguh karena Firman Tuhan mengatakan Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
horas amang……terimakasih atas tulisan yang amang berikan untuk semua pembaca khususnya jemaat HKBP. Saya sangat setuju dengan ide atau buah pikiran yang amang berikan. Saya juga telah meneybarkannya kepada sebahagian ina, pemuda, dan juga ama yang mana mereka kurang mengerti apa sebenarnya Sinode Godang. Mudah-mudahan dengan membaca tulisan yang amang berikan dapat membantu para jemaat mengerti. Semoga Sinode Godang nanti yang akan dilaksanakan tanggal 1-7 dapat berjalan dengan baik dan semuanya sesuai dengan kehendak Tuhan.
Daniel Harahap:
Terima kasih atas kerjasamanya Ria. Tantangan sangat berat. Waktu sangat sempit. Namun jika kita berhasil mengirim SMS sebanyak-banyaknya kepada sinodesten, saya yakin sinode ini dapat mengambil beberapa keputusan yang signifikan mengantar HKBP ke masa depan, antara lain: menjadikan transparansi dan akuntabilitas sebagai salah satu prinsip dan sikap hkbp di semua level. 1 sms 1 langkah menuju perubahan!
Hallo amg, apa kabar mudah2an sehat ya..dan semangat terus….saya sudah lama dengar amg punya website tapi karena kesibukan baru kali ini bisa joint, bersyukur berkat Andrew yang tahu alamatnya saya jadi membaca tulisan2 amg. Masih sedikit yg saya baca tapi berhubung saya pikir SG sangat urgent maka itu dulu yang saya baca. Saya sangat setuju dengan usulan amg tersebut dan memang kami harus berbangga menjadi ina HKBP karena memang salah satu kekuatan yang menjadi pilar gereja itu adalah kaum ibu, itu dapat dibuktikan apabila kaum ibu sudah diberi tanggung jawab pada suatu kegiatan gereja akan dapat terlaksanadgn baik. Sebaliknya bila dalam satu gereja kaum Ina tidak bersatu dimana satu sama lain gontok2an maka biasanya terjadi perpecahan. Oleh karena itu saya akan print tulisan amng ini untuk mengajak para kaum Ina mengirim sms kepada para Pdt dan St nya yang menghadiri SG.
Di era globalisasi ini memang perlu transparan dan akuntabilitas dari masing2 institusi khususnya yang bergerak dalam kerohanian terutama organisasi kita yang besar HKBP. Hanya pertanyaan sekarang, apakah orang2 yang di sms in para kaum ibu tersebut cukup berani untuk menyampaikan aspirasi tersebut di depan sidang SG yang mungkin merupakan suatu usulan yang tabu selama ini ?? Tapi kita harus optimis ya amang …dan terutama mendukung dalam doa agar Roh Kudus menguasai hati dan pikiran para Pendeta dan Sintua yang merupakan utusan dari setiap resort. Saya pikir dengan transparan dan akuntabel kepada jemaat maka persembahan akan meningkat karena mereka mengetahui ke pos2 mana saja pengeluaran itu diberikan. Seperti sekarang, kalau saya perhatikan di gereja kami laporan keuangan setiap minggu yang sudah baik, jemaat jarang memberikan persembahan ke Pusat ( hepata, Elim dsbny). Sehingga ada juga pertanyaan dalam benak saya apakah ini mungkin penyebabnya karena tidak pernahnya gereja menerima laporan keuangan dari Pusat??
Pernah dalam satu partangiangan, jemaat menanyakan tentang ucapan2 syukur yang diberikan ke Hepata/Elim sampai atau tidak? karena waktu mereka berkunjung kesana katanya sangat prihatin. Jadi kalau ada transparan dan akuntabel Pusat saya rasa jemaat pasti terketuk hatinya dan mau memberi persembahan untuk pos2 yang minim, bahkan mungkin mengirim langsung ke Pusat. Semoga melalui SG ini Tuhan memilih Pemimpin HKBP yang takut dan taat pada Tuhan melalui para hamba2Nya yang telah diurapi dan melahirkan keputusan2 yang memajukan dan mempersatukan HKBP.
Daniel Harahap:
Kirim juga SMS kepada pendeta kita dan utusan SG dari sana ya agar kita mendukung SG mengambil keputusan: (siapapun eforusnya) mewajibkan kantor pusat bikin laporan keuangan ke jemaat2 paling lambat sekali sebulan. Satu lagi merekomendasi eforus terpilih membentuk Komisi Aturan untuk mengkaji seluruh perangkat hukum hkbp
Horas Inang ketemu lagi di dunia maya. Terakhir kita bertemu di rumah duka. Membaca sikap Inang saya makin yakin saja bahwa perjuangan menjadikan transparansi dan akuntabilitas ini sebagai sikap ber-hkbp akan berhasil.
Amang Pendeta, kemarin saya kenalan sama Frater Katolik Jawa, dia pake kaos bergambar keren. Yesus dibikin seperti wayang kulit, dengan salib berlatar corak batik/ pahatan Jawa. Di bawahnya ada tulisan aksara Jawa, menurut dia, artinya “aku percaya”. Sangat kristiani sekaligus njawani.
Ayo dong HKBP bikin yang keren seperti itu, Yesus dibatakkan (hmmm… seperti apa ya?) dan tentunya gunakan aksara Batak yang sudah nyaris punah
. Aksara Batak tsb gak usah diterjemahkan, biar cool dan orang penasaran bagaimana bacanya dan apa artinya. Masak HKBP gak punya seniman untuk bikin karya senirupa yang indah dan berperikebatakkan.
Maaf nih, komentarnya OOT. Habis saya terpesona sama gambar dan tulisan jawa di kaus Frater tsb, keren euy
. Bikin kaos bagus bisa dijual untuk menambah keuangan gereja, sekaligus melestarikan budaya.
Selamat bersinode Amang, semoga Allah memberkati.
Daniel Harahap:
Ini ucapan selamat terindah yang saya dengar. Seandainya para pembaca Ruma Metmet ini tahu bahwa ito saya seorang muslimat yang saleh, pastilah mereka akan ikut merasakan sukacita dan bahagia saya. Selamat menyambut puasa Ito, berjuang melawan diri sendiri dan meraih kemenangan yang murni.
Transparansi dan akuntabilitas? yo harus to ya, ndak isa ditawar2 maning….siapapun fungsionaris HKBP…. harus kudu mesti lah pokoke!!!!!!