Kawal Sinode Dengan SMS Doa, Firman & Harapan!

August 26, 2008
By Daniel T.A. Harahap

Oleh: Daniel Taruli Asi Harahap

copy-of-sms-sinode-4.JPG

Aslinya bukan ide saya. Seorang kawan menulis komen di Ruma Metmet agar warga HKBP mengirim SMS menyampaikan aspirasinya kepada para pendeta dan sintua yang akan hadir di Sinode Godang. Mulanya saya menganggapnya ide biasa-biasa saja. Tapi, tiba-tiba saya disadarkan bahwa ini suatu ide yang sangat kreatif. Saya langsung membayangkan apa yang terjadi jika jangankan 100 ribu tetapi cukup 10.000 warga saja mengirimkan masing-masing 10 (sepuluh) SMS kepada para pendeta dan sintua HKBP yang hadir di Sinode? Wow. Itu akan sangat dahsyat. Forum pengambilan keputusan tertinggi di HKBP itu akan bergoncang. Hati-hati yang paling keras sekali pun akan luluh. Tembok Jerikho akan rubuh. HKBP akan berubah! Sungguh, HKBP akan berubah dengan damai!

Saya pun mulai berpikir bagaimana caranya mengajak warga HKBP mau mengirim SMS kepada pendeta, penatua (dan donatur gereja!). Secara khusus sinodesten Sipoholon 1-7 September (entah kenapa, sebagian sudah meninggalkan gerejanya sejak 21 Agustus lalu) . Dari segi biaya sebenarnya sangat murah. Ini bukan SMS premium yang sekali kirim seribu lima ratus atau tiga ribu perak, tapi SMS rakyat biasa. Paling mahal tiga ratus perak per sms.

Kebetulan atau tak kebetulan, saya membaca di Harian Kompas bahwa calon Presiden AS dari Partai Demokrat Obama rupanya juga memanfaatkan teknologi SMS untuk kampanye (padahal sewaktu di Ohio dulu saya tahu masyarakat AS paling malas mengirim SMS ). Saya makin semangat saja. Jika bagi masyarakat AS saja yang malas SMS-SMS-an teknologi pesan pendek ini efektif apalagi bagi masyarakat Indonesia yang memang sangat familiar dengan SMS. Aha.

Alasan Mengirim SMS kepada Pendeta & Sintua
Pertama-tama yang menjadi pergumulan saya adalah menemukan alasan atau reason mengapa warga HKBP harus mengirim SMS kepada pendeta dan sintuanya. Saya pikir alasannya harus ada. Makin kuat, logis dan benar alasannya maka kemungkinan berhasil semakin besar. Alasan itu ketemu dan menurut saya kuat sekali. Pertama: tidak semua warga HKBP (bahkan tidak semua pendeta dan penatua) menghadiri Sinode Godang. Padahal Sinode Godang itulah forum pengambilan keputusan tertinggi di gereja HKBP. Melalui SMS mereka dapat mengirimkan isi hatinya kepada pendeta atau penatuanya. Alasan kedua: sebagian besar warga HKBP tidak tahu-menahu (karena tidak diberi tahu) tentang kegiatan Sinode Godang itu. Yang mereka tahu pendeta resort dan seorang utusan sintua pergi. Namun apa yang dibicarakan di sana, keputusan apa yang hendak diambil, tujuan dan prinsip apa yang hendak diperjuangkan mayoritas warga HKBP tidak tahu-menahu. Padahal Sinode Godang ini mengikat seluruh warga HKBP. Dengan SMS warga bisa berkomunikasi dengan pendeta dan sintua utusannya ke Sinode ini. Alasan ketiga: warga HKBP bertanggungjawab atas kehidupan dan masa depan HKBP. Bahasa kasarnya: gereja HKBP bukan hanya milik pendeta. Bukan juga milik utusan SG tetapi milik Tuhan Yesus Kristus yang pengelolaannya dipercayakan kepada seluruh warga. Mengirimkan SMS adalah salah satu wujud keperdulian dan tanggungjawab itu.

Efisiensi dan Efektifitas SMS
Kita bersyukur bahwa Tuhan menganugerahkan kecerdasan kepada para ahli teknologi informatika yang menemukan ponsel dan teknologi SMS. Ini benar-benar rahmat. Selain murah secara finansial, SMS merupakan cara yang paling gampang menghubungi seseorang di jaman sekarang termasuk para pendeta. SMS dapat dikirimkan dari mana dan kemana saja. Jam berapa saja. Untuk menyampaikan doa atau pesan kepada pendetanya warga tidak perlu capek-capek ke rumah. Ketika pendeta sedang sinode maka dia juga tetap dapat disapa dan menyapa melalui SMS. Kalau pendetanya lupa sesuatu sebelum berangkat dan kini sudah di Sipoholon, warga bisa tetap bertanya. Lantas kenapa tidak mencoba? :-)

copy-of-nommensen-il.jpg

Apakah Isi SMS-nya?
Pertanyaan berikut: apakah isi SMS yang harus dikirim oleh warga itu? Pertama-tama: doa. Ya, SMS itu agar mendoakan Sinode Godang. Supaya forum pengambilan keputusan tertinggi di HKBP itu berjalan di bawah terang firman Tuhan dan bimbingan Roh Kudus. Supaya para sinodesten sehat dan damai lahir-batin. Supaya Sinode mengambil keputusan dengan semangat rekonsiliasi dan reformasi. Juga supaya Sinode memilih eforus dan pimpinan HKBP lainnya yang benar-benar dikehendaki oleh Tuhan dan bukan untuk kepentingan pribadi.

Namun Sinode Godang terlalu mahal dan boros jika hanya digunakan untuk memilih figur pimpinan HKBP empat tahun mendatang. Sinode Godang harusnya bergumul dengan visi dan misi HKBP sebagai gereja dan isu-isu mendasar dan penting. Namun apa boleh buat, tanpa hendak menyalahkan siapa-siapa, Sinode Godang ini sepertinya telah disetting hanya untuk memilih figur-figur pimpinan HKBP. Titik? Tidak. Menurut saya HKBP hanya akan melakukan kesalahan yang sama (yang telah berulang-ulang) jika Sinode Godang ini hanya difokuskan untuk memilih pimpinan. Sinode Godang harus memutuskan hal-hal yang stratejik dan signifikan bagi HKBP. Mengingat terbatasnya waktu dan persiapan, ada 3(tiga) hal yang dapat kita sarankan melalui SMS agar diputuskan oleh Sinode Godang 1-7 September 2008:

(1) AGAR SINODE MENETAPKAN MEWAJIBKAN KANTOR PUSAT HKBP MEMBUAT LAPORAN KEUANGAN BULANAN KE JEMAAT-JEMAAT. TERUSKAN PESAN INI KEPADA SEMUA PENDETA, SINTUA & RUAS.
(2) AGAR SINODE MENUGASKAN EFORUS TERPILIH MEMBENTUK KOMISI ATURAN (AP) UNTUK MENGKAJI SEMUA PERANGKAT HUKUM DI HKBP. TERUSKAN PESAN INI KEPADA SEMUA PENDETA, SINTUA & RUAS.

(3) AGAR SINODE MENUGASKAN EFORUS TERPILIH MERAMPINGKAN ORGANISAS HKBP (MENCIUTKAN JUMLAH RESORT DAN DISTRIK) AGAR HKBP EFEKTIF/EFISIEN MELAYANI DAN BERSAKSI. TERUSKAN PESAN INI KEPADA SEMUA PENDETA, SINTUA & RUAS.

Atau silahkan tambahkan dengan pesan penting lain yang telah lama menjadi bahan pemikiran dan permenungan warga HKBP. Tidak usah terlalu tegang juga. Pesan atau SMS bisa juga dibuat lucu menggelitik. Misalnya: SIAPAPUN EFORUSNYA, BIKIN LAPORAN KEUANGAN BULANAN WAJIB HUKUMNYA. :-) RAMPINGKAN HKBP AGAR BERBUAH BANYAK. Atau: JAUH-JAUH KE SIPOHOLON JANGAN CUMA MEMIKIRKAN CALON. :-) Namun bagi yang ingin tetap serius, silahkan juga mengirim doa, petikan2 ayat Alkitab dan pesan dengan bahasa formal. Boleh juga memakai bahasa Batak atau Bahasa Inggris. Yang penting jangan kasar dan jangan menyerang pribadi. Satu lagi tetap fokus ke usul konkret apa yang harus diputuskan Sinode untuk kebaikan HKBP: mewajibkan pusat membuat laporan keuangan bulanan, menugaskan eforus baru membentuk komisi aturan dan merampingkan organisasi hkbp!

Bagaimana Tahu Nomor HP Pendeta & Sintua?
Tidak bisa dipungkiri banyak warga ternyata tidak menyimpan nomor ponsel pendetanya. Tak apalah. Inilah saatnya warga dan pendeta lebih didekatkan. Biasanya di Warta Jemaat selalu ada nomor HP pendeta. Atau di Almanak bagian belakang (sebagian sudah kadaluarsa). Atau tanyakanlah ke teman & saudara. Atau tanyakanlah ke Kantor Gereja. Namun agar lebih santun tetaplah cantumkan nama pengirim SMS.

Apakah SMS ini ada gunanya?
Itu pertanyaan yang mengganggu sebagian kawan-kawan. Namun saya mengatakan ada dan banyak. Minimal gerakan mengirim SMS ini mengingatkan para sinodesten bahwa mereka didukung dan didoakan oleh warga HKBP untuk mengambil keputusan yang terbaik bagi HKBP. Sekaligus juga mengingatkan warga HKBP agar lebih perduli dan bertanggungjawab kepada gerejanya dan tidak hanya mengeluh, bersungut atau bergumam di belakang tanpa melakukan apa-apa.

Sejak ide ini dilansir di Ruma Metmet respon yang masuk luar biasa. Ada banyak sekali kawan-kawan yang dengan spontan dan tulus mendukung gagasan pengiriman SMS ini. Harapan kita ide ini menggelinding seperti bola salju. Memakai bahasa Buku Ende: Ia aek santetek na otik do i. Molo sai manetek mangalantap do i! Setetes air sangat sedikit namun akan menjadi air bah bila terus menetes! Semua ini sungguh membesarkan hati dan menguatkan harapan kita bahwa HKBP sama seperti gereja lain dapat menjadi lebih baik karena didukung sepenuhnya oleh warganya. Tentu saja ada juga yang tidak setuju, atau bahkan mencela atau bahkan mencurigai gerakan ini. Menurut saya itu wajar-wajar saja. Yang penting kita berniat baik dan bila isi tiga SMS itu diperiksa baik-baik sebenarnya di sana jelas sekali apa sebenarnya agenda dan kepentingan kita, yaitu: HKBP menjadi lebih baik. Tak lebih tak kurang. Siapapun yang bakal terpilih di Sinode mendatang akan tetap kita hormati dan dukung. Namun kita bertekad Sinode Godang harus membekali pemimpin baru dengan sistem dan aturan.

Akhirnya
Akhirnya, saya mengajak kita semua mendukung gerakan SMS ini. Ambillah ponsel Saudara. Ketiklah pesan pendek (boleh lihat contoh di atas) lantas kirimkanlah kepada para pendeta dan sintua HKBP yang Saudara kenal. Percayalah jika banyak warga HKBP melakukannya SMS ini akan menjadi hembusan angin yang sangat kuat mengubah gereja kita. Dalam damai. Penuh sukacita.

Mari kepung Sinode dengan sms doa, firman dan harapan!

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Share on Facebook

18 Responses to Kawal Sinode Dengan SMS Doa, Firman & Harapan!

  1. alof on August 24, 2008 at 11:12 pm

    Barack Obama pun menggunakan SMS sebagai alat kampanye kepresidenannya. Menurut analisis pakar komunikasi (sebagaimana diberitakan dalam harian Kompas beberapa waktu yang lalu), dewasa ini SMS amat “powerful” dalam menyebarluaskan informasi, termasuk kampanye. Apalagi ponsel sudah menjadi perangkat yang sangat biasa bagi kebanyakan orang tanpa memandang status maupun kemampuan ekonomi.

    Pertanyaannya, sampai seberapa besar perhatian para pekerja dan penggiat gereja terhadap SMS? Dan seberapa besar kemampuan kita menyodorkan informasi yang jitu dalam 160 karakter?

    Bagaimana pun, selamat berjuang.

  2. JP Manalu on August 25, 2008 at 7:56 am

    Pdt. DTA Harahap:
    Saya pun mulai berpikir bagaimana caranya mengajak warga HKBP mau mengirim SMS kepada pendeta, penatua (dan donatur gereja!). Secara khusus sinodesten Sipoholon 1-7 September (entah kenapa, sebagian sudah meninggalkan gerejanya sejak 21 Agustus lalu) . Dari segi biaya sebenarnya sangat murah. Ini bukan SMS premium yang sekali kirim seribu lima ratus atau tiga ribu perak, tapi SMS rakyat biasa. Paling mahal tiga ratus perak per sms.

    JP Manalu:
    Amang, membaca informasi adanya pendeta yang sudah berangkat sejak tanggal 21 Agustus 2008 (dan kelihatannya informasinya akurat atau benar! Kebetulan hari Sabtu 23/8/08 malam kemarin saya menghubungi salah seorang Pdt untuk melakukan konfirmasi bahwa kami telah sampai ke gereja yang kami tuju dalam rangka kunjungan seksi Bapak dari gereja kami, ketika saya telepon, beliau menginformasikan sedang di Jkt dalam rangka keberangkatan u Sinode). Jujur saja, saya sangat gusar! Kok bisa yah, gembala selama itu meninggalkan jemaatnya. Menurut hemat saya, seharusnya parhalado dan jemaat harus berani mempertanyakan hal-hal seperti ini. Mari dukung terus PERUBAHAN di HKBP dalam doa dan aksi damai.

    Daniel Harahap:
    Ajak saja kawan-kawan mengirim SMS ramai-ramai kepada sang pendeta, Amang. Tanya saja: kok Amang cepat sekali berangkat? Mau sekalian pulang kampung atau kampanye? :-) Ingat di HKBP pendeta cuti harus dengan SK Praeses. Saya sendiri baru berangkat Minggu 31 Agustus sore dan paginya masih kotbah dua kali. Namun setahu saya ada cukup banyak pendeta di Jakarta yang sudah meninggalkan posnya sejak 21 Agustus lalu dan “berkeliaran” (mahap) tidak jelas di Sumatera menunggu tanggal 1 September.

  3. harnata simanjuntak on August 25, 2008 at 9:09 am

    amang, bagaimana bunyi sms-nya sedikit mengancam : jangan pulang tanpa perubahan!

    sebenarnya ide ini bisa menyemangati untuk lebih berani lagi, seperti menunggui di tarutung, tidak memperbolehkan sinodestan keluar gedung atau memaksa pimpinan terpilih meneken kontrak sosial (atau kontrak apalah namanya antara jemaat dan pimpinan). ‘ berisi seruan2 yang amang sebutkan sebelumnya.

    ‘paksa’ juga eforus terpilih tidak lagi disapa ompui. enak kali dia, disapa setinggi langit, sudah saatnya eforus lebih dimanusiakan.

    tuh kan amang, dari kemarin2 aku tak mau komentar, sekali keluar ya kek ginilah.

    oh ya amang, titip usul. semakin dekat pemilu, gerak langkah partai politik kian tak terbendung. ada juga baiknya coba diusulkan agar ada seruan ke masing-masing huria agar tidak menerima kampanye calon bupati, gubernur atau partai apapun di gereja, baik partangiangan, kompleks gereja dan sarana gereja lainnya. ya seperti yang amang serukan itu jugalah. karena mereka semakin merangsek amang, padahal kebanyakan berengsek :-)

    ok amang, selamat bersinode.

    Daniel Harahap:
    Aduh Lae, janganlah kasar-kasar. Kotbah kemarin mengatakan Musa sangat lemah lembut. :-) Saya tidak setuju mendemo Sinode. Taruhannya sangat besar dan mudah sekali dibelokkan atau ditunggangi oleh pihak lain. Apalagi orang HKBP tak pintar demo dan sering tak bisa menguasai diri. Mending “mengepung” sinode lewat SMS saja. Ikutlah lae mengirim SMS, ajak kawan-kawan se Dumai. :-) Saya percaya gerakan SMS ini akan bergulir menjadi tekanan yang sangat kuat kepada para peserta sinode untuk memilih dalam doa dan dengan hati nurani, juga sikap kritis kepada diri dan kelompok sendiri.

  4. harnata simanjuntak on August 25, 2008 at 9:50 am

    ya memang amang, kalau ruas sampai turun akan banyak kemungkinan terjadi. lebih banyak mudaratnya.

    ihwal kotbah kamarin, di jayamukti isinya sedikit dipolitisir. kata parjamita na ro (oleh biblevrouw, pendeta kami yang adalah paribannya ke gereja lain) : jadi unang antong sai patorbang hu ta nilai dirinta maradophon dongan na asing. unang pamura-mura hu hita manghata angka naposo ni debata, sotung didok hita na mangalo debata (kira2 begitulah, sebenarnya lebih keras, namun aku tak ingat persis, merekam udah tobat :-) )

    jemaat mengritik atau mengata-ngatai parhalado sudah cukup jelek. parhalado membela teman satu korpsnya, apalagi mengguna mimbar di kebaktian minggu amatlah tak elok.

    tapi itu ambal ni hatalah amang. semangat amang kudukung. soal sms, kukirim pun nanti ke sahabatku pdt hutasoit par bunga tanjung (suami istri setia melayani dan selalu semangat). horasma amang..

  5. Ninggor Pardede on August 25, 2008 at 11:20 am

    Sinode Godang sudah semakin dekat.
    Usul amang, bolehkah suasana dan agenda harian SG nanti di Tarutung bisa diposting tiap hari? kalau bisa, menurut saya sangat baik. Biar kita nggak percuma “Mengkawal Sinode”. Ini hanya usul. Mauliate.

    Daniel Harahap:
    Amang, saya tidak janji. Selama ini saya akses di rumah pake speedy yang slowly. Setahu saya di Sipoholon tidak ada warnet. :-) Saya sedang mencari jalan bagaimana agar bisa akses internet wyress pake laptop saya, supaya bisa tetap mengupdate ruma metmet.

  6. Gerda Silalahi on August 25, 2008 at 11:50 am

    aku sudah kirim 40 sms itu ke pendeta, jemaat dan sintua HKBP yang aku
    kenal. aku bahkan lupa ada beberapa diantaranya sudah jadi mantan
    pendeta dan mantan jemaat HKBP.

    hasilnya aku dapat sms balik menanyakan program itu siapa yang
    mencetuskan, apa maksudnya, bla bla. aku mencoba menjawab sesuai
    pemahamanku, dan aku ajak membaca lebih lanjut di rumametmet.

    mari gempur sinode dengan sms. hkbp milik jemaatNya, bukan hanya milik
    pendeta. pun masa depan hkbp bukan hanya ditangan pendeta.

    tentang power of sms.
    tahun lalu, kantorku mendapat peningkatan premi cukup signifikan dari
    sejumlah klien baru maupun cross selling pada existing client yang kami
    gempur lewat sms dengan menyewa jasa perusahaan yang memang khusus menjual sofwarenya. sms itu personal, praktis, murah, tidak bisa tidak dibaca seperti email dan surat. obama pun menggunakannya untuk
    kampanye. paling bentar lagi sutrisno bachir ikut-ikutan berkampanye
    lewat sms :)

    yang lucu ada sms yang bunyinya, “selamat yah gerda, sekarang kamu
    sudah jadi tim sukses DTA jadi eforus”

    aku jawab, “thanks yah amang. tapi aku bukan tim sukses DTA for eforus
    HKBP, soalnya ybs sudah jadi eforus rumametmet dan sibuk mengurus angsa dan janggutnya. jabatan publik tidak boleh rangkap kan? justru aku
    sedang menjagokan amang yang jadi eforus. gimana? amang setuju kan? aku mau kok jadi tim sukses amang. hahaha”

  7. imme hutajulu on August 25, 2008 at 11:59 am

    Amang, yg boleh pergi ikut sinode siapa aja sih sebenernya?
    Di Gereja aku ada 2 pendeta, dan dua-duanya pergi ke sana…

  8. Manna on August 25, 2008 at 12:29 pm

    Kebetulan Posting SMS Raib sudah kukopi (hard copy). Biasanya sih kusave, kali ini tidak. Nanti Hard copy di kopi dan dikirim, agar bisa dikompilasi kembali

  9. coken060575 on August 25, 2008 at 3:08 pm

    Ide yang briliant Amang. Saya tertarik ide sms yang pertama (I). Saya dan banyak kawan2 sering mengangkat topik mengenai keuangan di HKBP Pusat Pearaja kalau lagi mangkatai-hatai tikki koor. Supaya gamblang dan transparan semua kalau ide itu bisa dibicarakan di sinode, dan supaya gak bertanya-tanya lagi kita semua. Karena HKBP adalah milik semua ruas. Semuanya pendeta ressor berangkat ke acara sinode itu. Kebetulan aku punya no pendeta ressor kami. Biar ku sms ide itu sama Amang pendeta kami.

    Daniel Harahap:
    SMS juga pendeta-pendeta lain. Tanya juga apakah beliau setuju transparansi keuangan di HKBP. Jika tidak, mengapa? Catatlah baik-baik nama pendeta yang tidak setuju transparansi keuangan gereja. Pasti ada apa apa-apanya. :-)

  10. Tumpal Silitonga on August 25, 2008 at 3:32 pm

    Isi sms yang dimaksud cukup doa saja untuk saat ini. Isinya yang lembut tetapi tegas…
    Kiranya TUHAN memberkati HKBP dan damai sejahteraNya menaungi Sinode Godang ini. Salam dariku di ujung timur.
    Btw saya membawa alkitab bahasa batak toba dalam wordpress. Amang, apakah hal ini dibolehkan. Alamatnya ada di http://altoba.wordpress.com

  11. jonathan on August 25, 2008 at 5:39 pm

    Dari sekian banyak komentar mungkin cuma saya yang tidak setuju. Saya bukan menyepelekan atau mengkritik gagasan amang pendeta DTA, tapi hati nurani saya sendiri yang mengatakan bahwa saya tidak perlu ikut-ikutan mengirim sms. Apa yang sudah saya persembahkan kepada HKBP adalah sangat sedikit……. Kalau saya merasa HKBP tidak jujur atau berfoya-foya saya akan mengurangi persembahan atau keluar dari HKBP. Ini sudah menjadi prinsip saya berdasarkan hati nurani saya sendiri. Yang jelas saya menghormati setiap sikap warga HKBP terhadap Sinode Godang, apalagi kalau keluar dari hati nuraninya sendiri.

  12. Pardamean Ronitua on August 25, 2008 at 7:32 pm

    Sekedar berbagi pengalaman. Saya mendapatkan tanggapan yang baik atas SMS yang saya kirimkan kepada beberapa Ibu/Bapak Pendeta HKBP, peserta Sinode Godang, yang berisi harapan agar Sinode yad membicarakan kewajiban Kantor Pusat melaporkan keuangan saban bulan kepada warga jemaat, perampingan jumlah distrik/resor dan pembentukan Komisi untuk menyempurnakan peraturan. Ada Pak Pendeta yang membalas, “Akan kita perjuangkan.” Mudah-mudahan gerakan mengirim SMS doa dan usul/harapan ke peserta Sinode Godang membawa kemajuan HKBP.

  13. LMH Hutapea on August 26, 2008 at 11:42 am

    Ada hal yang kontradiktif dgn orang batak. Di satu sisi, saat menjalankan adat batak aspek demokratisasi sangat mengemuka. Tapi berbicara ttg aturan gereja (supaya lebih baik) kok gaya otoriter yang muncul ?? Rasa pesimistik masih terasa bagi saya ttg hasil akhir pemilihan ephorus. Mungkinkah sms power bisa merubah ke arah yg lebih baik ?

  14. Manik on August 26, 2008 at 6:28 pm

    Mohon ijin amang Harahap,
    untuk memasang pesan berupa banner di tempat saya, untuk mengajak teman2 lain memberikan SMS nya, dimana link tersebut akan menuju ke halaman ini.

    Mauliate. Horas.

    Daniel Harahap:
    Dipersilahkan sangat. :-)

  15. Jeremy on August 26, 2008 at 7:27 pm

    Horas Amang… Apa kabar???

    Amang kalau bisa ditambah untuk membincangkan HKBP yang berada di luar Indonesia juga, kami ada beberapa HKBP yang tidak berijin. Pengakuan hanya dari Lutheran Church, tetapi tidak ada pengakuan resmi dari Pemerintahan Negara tempat kami bergereja. Satu dilemma adalah Negara yang secara resmi adalah agama tetangga. (Amang pasti tahu dimana HKBP yang seperti itu). Tolong dipertimbangkan amang dibahas di Sinode Godang.

    O ya mang mo tanya emailku about team verifikasi gimana amng??? he he he… Makasih amang

  16. Johnson Sitorus on August 27, 2008 at 4:03 pm

    Saya pesimis terhadap SG kali ini, karena sudah kentara, sejak awal thn ini saja, para kandidat pejabat HKBP udah kampanye (terlebih yg masih masih berkuasa sekarang). Mereka roadshow aji mumpung nebeng dgn acara/kunker resmi. Tak lebih seperti politik dagang sapi, model pilkada kini. Saya hanya pasrah pada Tuhan, sms pun akan saya cobain. Entah napa saya ada rasa kuatir, SG deadlock berakhir dgn kericuhan, karena Roh Tuhan dipinggirkan. Oh Tuhan Yesus, Bertindaklah, bertindaklah tepat pada waktunya ya Tuhan. Saya masih sayang HKBP.

    Daniel Harahap:
    Tenang saja Lae, Sinode akan damai dan aman. Kirim saja SMS kepada banyak pendeta dan sintua. Ungkapkan isi hati, doa dan harapan.

  17. Rumondang Lumbantoruan on August 29, 2008 at 10:19 am

    Bagaimana pun saya berharap Sinode Agung HKBP tahun 2008 ini membawa kesukaan besar dan perubahan bagi Jemaat HKBP dimasa yang akan datang.Dan semoga Pimpinan yang terpilih adalah pilihan Allah yang diberkati.Saya putri dari praeses Humbahas SBB. Mengucapkan SELAMAT BERSINODE AGUNG HKBP 2008. GBU

  18. join purba on April 21, 2009 at 9:32 am

    Saya, sangat salut kepada Bpk nommensen yang telah lama mengabdikan untuk memberitakan firman tuhan ke seluruh daerah medan, banyak sekali masalah yang di hadapinya salah satunya : menghadapi suku pedalaman yang belum kenal agama dan ajaran kristen, dan pada waktu itu nommensen di tolak dan akan di ancam di bunuh. Sebagai agama kristen kita harus menghargai semua pengorbanan Bpk Nommensen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*