Siapa Senang Orang Lain Susah. Dan Sebaliknya.

August 26, 2008
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Selasa 26 Agustus 2008:

domba-kawanan.jpg

Janganlah memandang rendah saudaramu, pada hari kemalangannya, dan janganlah bersukacita atas keturunan Yehuda pada hari kebinasaannya; dan janganlah membual pada hari kesusahannya. (Obaja 1:12)

Jangan senang jikalau orang lain susah. Sebaliknya: jangan susah jika orang lain senang. Jangan terlalu banyak bicara pada hari kekalahan, kedukaan, kecelakaan dan kesakitan orang lain. Itulah pesan Tuhan melalui nabi Obaja. Amsal bahkan berkata: jangan bersukaria jika musuhmu jatuh. (Amsal 24:17). Sebaliknya, sebagaimana kata Rasul Paulus: bersukacitalah dengan orang yang bersukacita dan menangislah dengan orang yang menangis. (Roma 12:15).

Bagaimana caranya? Jadilah diri sendiri. Terimalah dengan ikhlas keberadaan diri dan berdamailah dengan diri sendiri. Syukurilah apa yang diberikan Tuhan dan bersukacitalah senantiasa dalam Dia. Banyak orang sangat susah hati dalam hidupnya sebenarnya bukan karena sangat miskin atau sakit, tetapi karena ingin menjadi dan memiliki seperti orang lain. Berhubung yang jadi ukuran selalu orang lain, akibatnya dia gembira ketika orang lain tak memiliki apa yang dimilikinya, atau sangat sedih jika orang lain mempunyai apa yang tak dipunyainya.

Selanjutnya belajarlah berempati dan bersimpati. Bahasa Alkitab: belajarlah mengasihi dan berbuat baik. Kasihilah orang lain seperti diri sendiri, kata Tuhan. Lakukanlah kepada orang lain segala sesuatu yang kamu harapkan dilakukan orang lain kepadamu. (Matius 7:12). Jangan harapkan terjadi pada orang lain apa yang tidak engkau harapkan terjadi pada dirimu. Ini hanya dapat terwujud ketika kita sungguh-sungguh mengasihi seseorang (bukan hanya dengan perkataan namun dengan hati dan perbuatan). Semakin sayang kita kepada seseorang semakin kita harapkan orang itu sehat, kuat, sukses dan bahagia. Mengapa kita tak ingin istri/suami atau anak-anak kita celaka, dan kita tidak pernah bersorak saat mereka kecelakaan? Sebab kita sungguh sayang kepadanya. Pertanyaan: mengapa kita kadang ingin orang lain jatuh, celaka, rugi atau bangkrut atau saki atau mati?

Namun ada lagi. Tuhan mengajak kita agar tetap percaya dan berharap kepadaNya. Tuhan tidak hanya memberkati orang lain, tetapi kita juga. Tuhan tidak hanya menjaga diri kita tetapi orang lain juga. Tuhan memberikan kita masing-masing berkat khusus atau karunia khas. Kepercayaan dan harapan kepada Tuhan inilah yang dapat membuat kita tidak iri atau cemburu apalagi dengki melihat keberhasilan dan kemajuan orang lain. Sebaliknya: tidak bersukacita jika orang lain gagal atau mundur.

Doa:

Ya Allah, penuhilah hati kami dengan kasih dan damaiMu agar kami menerima keberadaan diri kami masing-masing dan bersyukur. Selanjutnya tolonglah kami agar mengikut Rasul Paulus bersukacita dengan orang yang bersukacita, dan menangis dengan orang yang menangis. Janganlah kiranya kami bersukaria atas kejatuhan, kehancuran atau kebinasaan orang lain. Ajarlah kami mengikut Yesus merendahkan hati, memahami keberadaan orang lain dan mengasihinya sekuat tenaga dan pikiran kami. AMIN.

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Share on Facebook

15 Responses to Siapa Senang Orang Lain Susah. Dan Sebaliknya.

  1. Theresia Hutasoit on August 26, 2008 at 8:15 am

    Hati kita memang harus penuh kasih dan damai, agar kita tidak lagi tertawa di atas penderitaan orang lain. Ajar kami ya Tuhan, Amin.

    Hari ini aku mau bersukacita karena Amang juga bersukacita ya…
    Selamat Ulang Tahun Amang, semoga sehat2, panjang umur dan tetap semangat dalam pelayanannya. Tuhan memberkati !

  2. JP Manalu on August 26, 2008 at 8:33 am

    Terima kasih amang untuk renungan hari ini,
    Dengan membaca renungan ini saya semakin diingatkan agar menerima rencana Tuhan dalam kehidupan saya. Renungan ini juga mengingatkan saya agar selalu menghindari perilaku negatif yang dalam kalangan masyarakat Batak : TEAL, ELAT, LATE (interpretasi : Sombong, dengki, iri (disertai benci berlebihan)).
    Selain itu renungan amang juga menginspirasi saya untuk selalu merendahkan diri, sebagaimana Yesus telah merendahkan dirinya ke tempat yang sangat rendah, agar bisa mengangkat manusia yang ditebusnya. Kerendahan hati adalah salah satu karya Yesus yang terdahsyat, Yesus mau menurunkan “derajatnya” menjadi manusia, tidak cukup hanya menjadi manusia, DIA mau turun lagi untuk menderita dalam prosesi via dolorasa yang dilanjutkan dalam penyaliban kemudian diakhiri dengan kematian untuk bangkit kembali untuk menebus kita semua.
    Untuk tambahan amang, perilaku rendah hati ini ternyata sangat ditekankan dalam budaya Jawa yang lebih dikenal dengan “andap asor”, yaitu dalam kehidupan kita harus selalu merendahkan diri.

    PS,
    Saya juga mengucapkan Selamat Ulang Tahun amang, semoga Tuhan selalu menyertai kita semua.
    Horas,

  3. Ruas-Bandung on August 26, 2008 at 8:47 am

    SMS:
    - Senang Melihat (yang) Susah
    - Susah Melihat yg Senang

    Tapi renungan pagi ini mengajak kita untuk ber-SMS:
    - Senang Melihat yg Senang
    -Susah Melihat yg Susah

  4. Max SIMANJUNTAK on August 26, 2008 at 9:00 am

    selamat ulang tahun amang, sai anggiat ma tong tong diramoti Debata hamu : saonari, marsogot rasi rasa haduan.
    tabe mardongan tangiang.

  5. Gerda Silalahi on August 26, 2008 at 9:29 am

    renungan yang sungguh bagus.

    mari belajar berempati dan bersimpati kepada orang lain. kedua hal ini semakin tidak susah ditemukan di masyarakat ibukota sekarang ini.

  6. dahlia on August 26, 2008 at 9:56 am

    Terima kasih amang untuk renungan di pagi hari ini. Kembali firman Tuhan mengingatkan dan menguatkan saya untuk menerima dengan ikhlas keadaan saya sendiri dengan ucapan syukur.

  7. henry on August 26, 2008 at 10:15 am

    Makanya, kurangi nonton infotaimen. Isinya hanya mengorek2 hal pribadi orang lain, menebar kontroversi dan kebencian.

  8. coken060575 on August 26, 2008 at 10:43 am

    Bagaimana dengan acara mangapuli di hita batak on Amang. Biasanya panjang2 nya para sisolhot mandok hata kepada keluarga yang berduka/marsitaonon.

    Saya juga mengucapkan Selamt Ulang Tahun untuk Amang, Semoga Panjang umur dan sehat selalu. Bersyukurlah Amang, karena tulisan dan renungan amang jadi banyak orang yang bersaat teduh kepada Tuhan.

  9. rumanap on August 26, 2008 at 10:44 am

    Kami anak-anak jalanan pernah mengalami penyakit ini. Yaitu suasana dimana kami tidak lagi mempunyai sisa-sisa keramahan. Jangankan senyum, anda lihat kami tidak bengis aja sudah syukur. Kami coba mengobati dengan humor, tapi tidak juga bisa ketawa, putar vcd lawak..tetap tidak bisa ketawa.. yah, hanya satu yang bisa bikin kami ketawa, yaitu kalau teman lagi sial.

    Itu pernah terbukti ketika teman sy kehilangan sepatunya sebelah. Si teman yang kehilangan sudah sangat sedih, karena sepatu tersebut masih baru hadiah ulang tahun dari anak dan istrinya ( Istrinya menyisakan sedikit uang belanja ditambahi tabungan si anak) demi kebahagiaan si Bapak yang lagi Ulang Tahun ke 45.
    Tapi bagi kami itu hiburan, berbagai kommen akan masuk diselingi tawa ngakak berkepenjangan. Sekarang sy sadar itu tidak baik, walaupun di tempat gaul sy yaitu P. Ama hkbp.. hal seperti itu masih ada cuman sudah terbungkus rapih.

    Met Ultah Amang, panjang umur, panjang akal, panjang nafas, panjang sabar pokoknya panjangin yang baik-baik paanju-anju hami ruas.

    Daniel Harahap:
    Happy everyday. Masianju-anjuan ma hita. :-)

  10. Kimron Manik on August 26, 2008 at 2:25 pm

    Terima kasih Amang atas renungan hari ini.
    Kalaulah semua Ruas dan Parhalado berbuat demikian,
    yaitu tidak memandang rendah terhadap orang yang mengalami, kemalangan dan tidak bersukacita atas kesusahan orang lain,
    dan bersukacitalah dengan orang yang bersukacita serta menangislah dengan orang yang menangis, maka HKBP sudah jauh lebih maju dari
    kondisi saat ini.
    Pesan ini perlu juga perlu di sms kepada para peserta SG HKBP 1-7 September 2008, karena akan banyak orang yang senang karena kelompoknya menang dan akan banyak juga orang yang kecewa karena kelompoknya kalah.
    Jika ayat renungan hari ini didengungkan pasti bisa mengurangi dampak-dampak yang tidak diinginkan selama SG HKBP.
    Semoga Tuhan selalu menguatkan kita untuk berbuat kasih dan berbuat baik kepada sesama. AMIN

    PS. Selamat Ulang Tahun Amang, semoga panjang umur dan sehat selalu.

  11. Ruas-Bandung on August 26, 2008 at 4:17 pm

    Selamat Ultah amang DTA.
    Lam tambah umur lam margogo ma amang DTA mereformasi HKBP on.

  12. Nana Simarmata on August 26, 2008 at 4:34 pm

    aku juga mau mengucapkan selamat ulang tahun buat amang DTA semoga tetap sehat,bahagia dan semangat terus dalam pelayanannya.
    Tuhan selalu memberkati amang.

  13. RJC SIPAHUTAR on August 26, 2008 at 6:33 pm

    Pola Respon kita terhadap sesuatu peristiwa memang perlu diperbaiki…
    sehingga kita tidak lagi tertawa diatas penderitaan saudara-saudara kita sendiri, supaya kita tidak lagi menjadi mahluk pemangsa akan saudara- saudara kita sendiri,.

    agar tidak ada lagi keluarga batak yang menelantarkan orang2 kampung yang diajak ke jakarta hanya sebagai penjaga rumah saja
    agar tak ada lagi pembantu rumah tangga yang diperlakukan semena-mena.
    agar tak ada lagi kekerasan dalam bentuk fisik atau verbal kepada sesama manusia
    agar tidak ada lagi pengemis di depan gedung gereja yang pulang kelaparan..

    Biarlah segala mahluk hidup berbahagia, atau paling tidak masing-masing kita bukan pemicu malapetaka……

  14. elfrida on August 26, 2008 at 8:46 pm

    Terimakasih atas renungan hari ini amang.
    Bahagia sekali bila aku bisa melakukan hal ini di dalam kehidupanku sehari-hari sambil bernyanyi :
    ‘ Pasupasu ulaonku…tumpak ma sudena i…
    Sai padenggan ma rohangku..maradophon donganki…’

    PS.
    Happy Birthday amang…yang ke 45.
    Semoga semakin bijaksana…sehat selalu…Tuhan Memberkati…

    Rgds

  15. rentha simbolon on August 27, 2008 at 8:42 am

    Selamat HUT ke-45, amang !
    Semoga panjang umur, sehat selalu, murah rezeki dan
    Tuhan memberkati.Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*