Prioritas

July 31, 2008
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Kamis 31 Juli 2008:

pork-1.jpg

Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. (Roma 14:17)

Setelah beberapa hari ini dinasihati tentang bahaya minuman keras (bagi kesehatan fisik, rumah tangga, dan juga kesadaran dan pengambilan keputusan dll), hari ini kita diingatkan agar tidak menjadikan makanan atau minuman sebagai inti persoalan kekristenan. Makanan atau minuman tidak membuat kita lebih dekat atau lebih jauh dari Tuhan (1 Kor 8:8). Segala jenis makanan adalah suci dan halal, namun tidak wajib harus dimakan. (Roma 14:14,20). Sabda Yesus: yang dapat menajiskan bukanlah makanan yang masuk ke dalam mulut, tetapi justru perkataan yang dikeluarkan dari mulut itu. (Matius 15:11). Jangan biarkan orang menghukum kamu karena apa yang kamu makan dan minum. (Kolose 2:6).

Menjaga disiplin makan dan minum demi kesehatan adalah tindakan yang baik dan harus dilakukan. Menjauhi pemborosan dan ketamakan, sadar bahwa banyak orang kekurangan pangan, adalah tindakan terpuji yang juga harus dilakukan oleh orang-orang beriman. Namun hari ini kita diingatkan oleh Rasul Paulus bahwa inti iman kristen bukanlah makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita Roh Kudus. Dengan kata lain: manusia hidup bukanlah dari dan untuk makanan-minuman saja, tetapi firman Tuhan. (Matius 4:4). Sebab itu daripada menghabiskan enerji berdebat tentang makanan-minuman dan soal-soal sepele lainnya, mode pakaian atau rambut misalnya, mari kita menggeser perhatian dan pemikiran kepada soal-soal yang lebih signifikan atau mendasar itu: bagaimana mewujudkan kebenaran dan damai sejahtera Allah dan sukacita Roh Kudus di tengah kehidupan persekutuan, masyarakat dan dunia ini.

Silahkan makan dan minum apa saja, seadanya dan secukupnya, dengan rasa syukur dan waspada terhadap problem kelebihan makan atau minum. Jika sama sekali tak ingin menyentuh daging atau meminum alkohol oke-oke saja. Puasa itu baik sebagai latihan pendisiplinan dan konsentrasi namun tak otomatis menjadikan diri lebih saleh atau suci dibanding yang tidak berpuasa. Jika tak ingin berpuasa atau berpantang makan atau minum, juga tidak apa-apa, yang penting tetap berusaha menguasai diri dan jangan melakukan kejahatan. Namun bagi semua, tanpa kecuali, mari kita selalu mencari dan mewujudkan apa yang benar dan baik, mendatangkan damai sejahtera bagi kehidupan bersama, dan bersukacita dalam Roh Kudus.

Doa:

Ya Allah, bantulah kami tetap menguasai diri dalam makan dan minum serta segala aspek hidup kami. Jauhkanlah kami dari sifat tamak atau kikir. Ajar kami hemat dan tidak membuang-buang makanan dan minuman. Sebaliknya penuhilah hati kami dengan rasa syukur dan keikhlasan. FirmanMu hari ini mengajar kami agar mengarahkan hati dan pikiran kepada apa yang paling penting bagi Tuhan: kebenaran, damai sejahtera dan sukacita Roh Kudus. Tolonglah kami untuk menjadikannya juga sebagai prioritas hidup kami. Dalam Kristus yang telah rela berbagi dan berkorban demi keselamatan kami. AMIN.

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Share on Facebook

13 Responses to Prioritas

  1. sihomb on July 31, 2008 at 8:47 am

    Amang DTA !!
    Kayaknya perlu juga ada tambahan penjelasan “makanan” dari sisi adat Batak. Karena “makanan” menjadi unsur yang sangat penting, sampai2 ada “tunjuk-tunjuknya makanan”

    http://rapmengkel.wordpress.com
    par surabaya

    Daniel Harahap:
    Tentang makanan batak: silahkan dilihat di Ruma Metmet kategori: Batak dan Kekristenan Sehari-hari.

  2. henry aritonang, plembang on July 31, 2008 at 11:06 am

    Itu contoh gambarnya kok mirip panggang di Padang Selasa…
    Cuma kurang gota dan bawang mentahnya. Masih jam 11 jadi laper..

  3. r.h. sibuea on July 31, 2008 at 2:47 pm

    Saya sangat berterima kasih sekali atas renungan ini..saya penggemar sangsang dan panggang, jika tak makan selama seminggu sepertinya perut saya tak lega rasanya (tapi tenang amang saya tidak tiap hari kok, cuma sekali seminggu itupun satu porsi). Sepertinya balas dendam amang…sampai dengan kuliah saya nggak bisa makan sangsang/panggang karena alergi..

    Yang menjadi persoalan jika makan dan minum overload tidak baik bagi kesehatan bahkan bisa membunuh kita…ini masuk ketamakan.

    tapi bagaimana dengan ayat-ayat ini? mohon pencerahaan!
    Imamat 11:7 Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.
    Imamat 11:4 Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari yang memamah biak atau dari yang berkuku belah: unta, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu.
    Imamat 11:5 Juga pelanduk, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu.
    Imamat 11:6 Juga kelinci, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah, haram itu bagimu.
    Imamat 11:7 Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.
    Yesaya 66:17 Mereka yang menguduskan dan mentahirkan dirinya untuk taman-taman dewa, dengan mengikuti seseorang yang ada di tengah-tengahnya, yang memakan daging babi dan binatang-binatang jijik serta tikus, mereka semuanya akan lenyap sekaligus, demikianlah firman TUHAN.

    Daniel Harahap:
    Yesus, Putra Allah, telah membaharui hukum-hukum tersebut dengan mengatakan:
    “Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.” (Matius 15:11).


    Jangan dendam. Makanlah sangsang dan babi panggang dengan damai, tapi jangan terlalu banyak dan sering. Perbanyak makan ikan, tahu dan tempe. :-)

  4. Hodner L T on July 31, 2008 at 5:00 pm

    Mauliate atas renungannya. Apakah dengan ayat Matius 15 :11, dapat kita simpulkan bahwa aliran/Sekte yang mengharamkan “Darah/Gota” berarti belum menerima/memahami Ucapan Yesus secara utuh ? Mohon arahan dan penjelasan.

    Daniel Harahap:
    Saya tidak mengatakan begitu. Kadar kekristenan kita tidaklah diukur oleh sangsang (daging bercampur darah) . :-) Mau makan ya makan aja, dan kalau tidak mau makan ya tidak mau saja.

  5. Si_Cantik on July 31, 2008 at 7:03 pm

    Horas Amang DTA & Amang Hodner L T :
    Saya agak terganggu dengan pernyataan orang yang tidak memakan darah belum memahahami / menerima ucapan Yesus secara utuh.
    Saya seorang Kristen yang tidak memakan Darah / Gota. Saya dilahir besarkan di HKBP, tapi kami bersaudara tidak makan darah (meskipun saudara saya sudah berkeluarga dan berjemaat di HKBP). Bukan apa2, karena perasaan ngeri aja Amang. Saya melihat umumnya orang Kristen Batak saja yang suka makan namar-Gota. Rekan2 Kristen dari daerah lain mis: Jawa, Sulawesi juga tidak. Menurut saya ada pengaruh kultural dalam hal makan memakan darah ini.

    Daniel Harahap:
    Keluarga besar kami Kristen Angkola di Sipirok juga tidak makan babi apalagi bercampur darah.
    Saya pribadi tidak melihat ada hubungan jenis makanan dengan iman kepada Kristus.

  6. Hodner L T on August 1, 2008 at 7:27 am

    Buat si_Cantik,
    Perlu saya luruskan sedikit, mengenai pertanyaan saya semalam. Bukan yang tidak “memakan” yang saya maksudkan, tetapi yang “mengharamkan”. Pertanyaan ini muncul karena sering orang yang “memakan” jadi dianggap “haram” juga oleh mereka yang mengharamkan. Saya juga menerima dan menghargai setiap orang, baik yang memakan maupun yang tidak memakan darah. Harapan saya setiap orang Kristen, memahami ucapan Yesus dlm Matius 15 : 11 dengan baik dan Ucapan Rasul Paulus yang menganjurkan baik yang memakan, maupun yang tidak memakan, saling menghargai dan tidak saling mengharamkan. Terimakasih.

  7. Pahala Simarmata on August 1, 2008 at 8:45 am

    Yesus dan juga Paulus berbicara mengenai makanan ini, adalah makanan yang Halal. Kita harus lihat latar belakang yang berbicara dan kepada siapa berbicara. Orang Jahudi menganggap yang di sebut makanan adalah makanan yang halal. Sementara yang haram tidaklah mereka anggap makanan. Jadi kita janganlah mengartikan kalimat itu ke semua arah. Tuhan Yesus Tidak Berobah Selama-lamanya. Baca Matius 5:17-19

  8. Pahala Simarmata on August 1, 2008 at 9:24 am

    Sama seperti kita orang Batak, Kalau mau bicara Adat pasti yang kita bicarakan adalah adat Batak, bukan adat Jawa, Sunda dll, sebab diluar adat Batak tidaklah kita anggab Adat. Jadi Kalau saya orang Batak Berbicara kepada orang Batak tentang Adat, pasti yang saya bicarakan adalah Adat Batak. Itulah yang di sebut Lihat yang Bicara Kepada siapa dia Bicara.

    Daniel Harahap:
    Itu kan pendapat Lae. Kalau saya bicara adat yang saya maksud adat semua orang. Sebagai konsekuensi logis menjadi orang Batak Indonesia saya juga harus menghargai adat Jawa, Sunda, Maluku, Minahasa dan Papua. Saya tidak mau “di-jawa-kan”, sebab itu saya juga tidak akan “mem-batak-kan” orang lain.

  9. Pahala Simarmata on August 5, 2008 at 9:12 am

    Firman Tuhan tidak pernah bertentangan antara ayat-dengan ayat sebagaimana dikatakan sebagian orang. Yesus tidak merobah dan tidak berobah selama-lamanya. Yesaya 66:17- Yang memakan daging Babi dan binatang-binatang jijik serta tikus, mereka semuanya akan lenyap sekaligus, demikianlah firman TUHAN.

    Daniel Harahap:
    Itu kan kata Anda. Makanan tidak membuat kita dekat atau jauh kepada Tuhan (1 Korintus 8:8). Tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan sesuatu adalah najis, bagi orang inilah sesuatu itu najis (Roma 14:14). Bukan apa yang masuk ke mulut yang membuat najis tetapi apa yang keluar dari mulut, atau perkataan-lah, yang menajiskan seseorang (Matius 15:11).

    Saya tidak suka makan daging anjing, kuda, bebek, kura-kura atau belalang, apalagi tikus. Tapi saya tidak akan menganggap hina apalagi mencap sebagai “orang binasa” mereka yang punya kebiasaan menikmati hewan-hewan tersebut. Kerajaan Allah bukan soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita Roh Kudus (Roma 14:17).

  10. Pahala Simarmata on August 5, 2008 at 9:40 am

    Bukan kata saya, Yang saya tulis itu adalah firman Tuhan. Firman Tuhan yang Pendeta Tulis itu adalah Benar. Tapi komentar yang Pendeta buat tidak nyambung, dengan Makanan yang Yesus dan Rasul Paulus anggap makanan.

    Daniel Harahap:
    Bagaimana Anda bisa memutlakkan satu ayat (yang melarang makan tikus) dan menyangkal ayat lain (yang mengijinkan makan apa saja)? :-) Bukankah Alkitab harus diterima secara keseluruhan?

  11. Pahala Simarmata on August 5, 2008 at 10:06 am

    Tidak ada ayat Alkitab yang menyatakan makan apa saja babi dll. Yesus dan Rasul Paulus berbicara mengenai makanan adalah makanan yang Halal sebab yang disebut dengan makanan itu adalah makanan yang Halal. Makanan yang Haram tidak disebut/dianggap makanan. Jadi Makan apa saja yang halal itu, Makan apa saja yang dianggab makanan itu. Bukan makan apa saja dengan tutup mata.

    Daniel Harahap:
    Itu tafsiran Anda. Tafsiran saya mengatakan: semua tumbuhan dan hewan yang menyehatkan jika dimakan adalah halal, sebab itu makan dan nikmati saja dengan syukur kepada Allah (tapi makan secukupnya saja!) Tapi kalau tidak mau makan, ya tidak apa-apa juga, tidak ada paksaan atau kewajiban. :-) Sekali lagi: Kerajaan Allah bukan soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus (Roma 14:17).

    Catatan:
    Dengan ini saya pikir sudah cukup jelas dan kita bisa menyudahi perdebatannya. Ada perbedaan tafsir antara kita. Tidak apa-apa. Pahala berpegang kepada keyakinannya dan saya memegang keyakinan kita. Kita tetap bisa sama-sama jadi murid Kristus walaupun berbeda.

  12. rinto naibaho on September 12, 2008 at 2:50 pm

    horas..amang! denggannai molo adong wadah manjalo parsiajaron (hikmat) sian angka na berhikmat songon sian hamu i rumametmet on. mauliate. sukses rumametmet…

  13. mh simbolon on November 22, 2010 at 8:37 pm

    TERIMAKSIH……AMANG DTA ….BAGAIMANA YA ADA ORANG DI KALIMANTAN.
    — DIA SUKA MAKAN DARAH BINATANG YG MASIH HIDUP, JUGA MAKAN DARAH MANUSIA, DAGING MANUSIA, TERUTAMA ATE-ATE NYA, MALAH DICAMPUR DENGAN INDOMIE KALDU.
    DIA BUKAN ORANG GILA NORMAL/SEHAT.

    — ADA JUGA YANG SUKA NARKOBA [ GANJA,PUTAW,EXTACY,SABU,]
    PENDAPAT SAYA JANGAN SALAH GUNAKAN AYAT TERSUT FIRMAN TUHAN MAT. 15 : 11 THANKS GBU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*