Almanak Rabu 30 Juli 2008:
Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. (Lukas 21:34)
Kehidupan kita di dunia ini bagaimanapun indah dan nikmatnya (atau sebaliknya buruk dan menyusahkan) tidaklah abadi. Kita tidak bisa selamanya hidup. Cepat atau lambat, secara perlahan atau malah tiba-tiba, hidup harus berakhir. Secara individual kita harus mati dan secara universal Alkitab mengatakan semua akan selesai pada saat hari Tuhan. Lantas bagaimanakah kita harus meresponnya?
Ayat hari ini mau mengajak kita membangun kesadaran akan waktu. Ya agar kita benar-benar kritis tentang pemanfaatan waktu yang diberikan Tuhan di dunia ini. Bukan agar melakukannya segalanya secara terburu-buru, atau seperti cacing kepanasan, tetapi agar kita benar-benar menggunakan waktu kita untuk hal-hal yang sangat penting dan berharga, baik dan berguna, serta membangun. Waktu itu begitu mahal, karena itu seyogianya tidak disia-siakan untuk hal-hal yang tidak penting dan tidak berguna, apalagi hanya untuk mendatangkan kesusahan jiwa dan hukuman dari Tuhan.
Untuk itulah kita diperlukan tetap siuman dan siaga atau menguasai diri sepenuhnya. Jangan salah tafsir. Tuhan tidak menyuruh kita agar selalu tegang dan curiga, dan kehilangan sikap rileks dan sukacita. Sebagai orang-orang beriman yang hidup dalam kasih dan pengampunan Tuhan kita tidak perlu menjalani hari-hari kita dengan sikap murung dan masam. Tuhan justru ingin mengajak kita hidup penuh sukacita dan semangat. Yang diminta Tuhan hanyalah agar kita waspada dan tidak kehilangan kendali kita atas emosi, nafsu, keinginan, ambisi dan perilaku kita. Baik oleh nikmatnya dunia ini maupun oleh kesusahan-kesusahan kita.
Orang yang dikejar-kejar deadline bisa kehilangan sukacitanya, sebaliknya orang yang merasa tidak memiliki deadline bisa sangat bersantai dan berleha-leha. Hari Tuhan akan tiba, namun tidak pernah bisa dipastikan kapan: cepat atau lambat. Sebab itu mari kita tetap bersukacita sekaligus siaga. Mari kita mari merayakan kehidupan dengan tetap berpegang kepada firman dan hukumNya. Sebaliknya: mari taat kepada Tuhan dengan gembira.
Doa:
Ya Tuhan, ajarlah kami menggunakan waktu kehidupan kami sebaik-baiknya. Biarlah kami menggunakan sisa umur kami, berapa lama lagi pun Tuhan mengaruniakannya, hanya untuk hal-hal yang sangat baik, indah, benar dan berguna. Terutama ajar kami menggunakan waktu kami untuk mengaasihi dan mengampuni, hidup bersama Tuhan. Dalam Kristus kami hidup kekal. AMIN.
Pdt Daniel Tarul Asi Harahap
Share on Facebook
Ndang mungkin parmabuk boi masuk surgo…sedangkan masuk tu jabu nunga maol apalagi masuk tu surgo…
Ianggo songoni ende na pe ndang lisoi be..alai..”na gumalungsang na ma..”
horas di namarroha (baca: GBU)
Syalom. Denggan doi lae Buea, mabuk nang so mabuk tong do maol tu surgoi, Holan asini RohaNado. Najugul pe boi do tusurgo alai najugul martangiang, ido na hu jaha di buku Nabadiai.
Horas ma tutu dihita sasudena pengunjung rumah metmet on.
Ia au hipas-2 saonari di Makassar (baru pundah 2 bln dope sian Ambon), suang songonima nian nang hamupe akka pengunjung hipas-2 dapoton ni milis nasaotikon dituppak asi dohot holong niroha ni Amatta Debata pardenggan basai, amin.
Parjolo : Salut buat ruma metmet
Paduahon : situs ruma metmet saya temukan seperti spam masuk ke kopputerhu
Patoluhon : Foto ni Pdt Harahap huida, sai hira nahutadda, dung pe huida goarnai, lam jelasma, jala muse ada komentar panggang Padang Selasa dibaen lae Henry Aritonang. anggo dang salah ex pdt naposo HKBP Plembang, iyo dak..?
Ia goahu ima songon natarsurat na di gijjang i ma, YM alsir007@yahoo.com manang alsir@plasa.com (view profil on web)
Adong kebiasaan diau sian dakdanak minum tuak, alai saonari dang minum tuak be, dung hea au berdomisili di Ambon, gabe Jhonny Walker nama huinum, alai nangpe godang huinum dang pola nian olo au sampe mabuk. alana molo dang minum, ai sotigor be huida dinding nijabui.
Diamang Pdt Harahap ; boha do hira-2 pandapot muna tentang tusi, mauliate amang.
Marhiteon kirim salam tu rekan-2 hu : Riman Sipahutar, Robert Simanjuntak, ito Ani boru Regar, boru Silaban cs / Robinhut ( atik boha adong namananda, alana ngaleleng dang pajuppa)
Pak Pendeta secara kebetulan saya masuk disini di Rumah Metmet anda, namun saya sangat merasa bahagia membaca tulisan-tulisan Pak Pendeta yang mengsukacitakan saya. Kebetulan saya sementara bertugas jauh dari keluarga dan sudah cukup lama belum kembali, untuk menghilangkan rasa rindu pada keluarga bacaan2 dan renungan2 Pak Pendeta sangat menghibur saya sekaligus menguatkan iman saya, salut saya kepada Pak Pendeta karena tidak semua pendeta dapat melakukan hal seperti ini dizaman yang sudah sangat modern ini, mudah2an Rumah Metmet lebih berkembang dan lebih banyak orang yang dimenangkan.
Tuhan Yesus Memberkati.
h.r rondonuwu / palembang
Bahagia sekali Amang dapat menuangkan semua hal terbaik yang bisa Amang perbuat untuk puji, hormat, dan kemulian nama Tuhan.
Teruslah berkarya, karena Tuhan janjikan kita dapat melakukan lebih besar lagi.