Teguhkan Iman Giatkan Kasih

July 25, 2008
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Jumat 25 Juli 2008:

air-2.jpg

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. (1 Korintus 15:58)

Keragu-raguan sebenarnya tidak selalu buruk. Keraguan sering mendorong kita berpikir lebih tenang dan dalam, berdialog dengan orang lain maupun diri sendiri. Keraguan atau sikap skeptis sebab itu membuka ruang kepada pengetahuan, pemahaman dan sikap-sikap yang baru. Orang yang sama sekali tidak memiliki keraguan, seringkali malah terjebak dalam sikap fanatik, picik, dan tertutup kepada perubahan. Karena terlalu yakin dan memegang sekuat-kuatnya pengetahuan, pendirian dan keyakinannya (yang belum tentu sudah benar, lengkap, sempurna dan final) yang bersangkutan tidak mau lagi membuka diri kepada hal-hal baru (yang mungkin saja jauh lebih benar dan baik). Namun harus kita katakan bahwa keragu-raguan, bila terlalu lama dan besar, bisa membuat seseorang sulit mengambil keputusan, gampang berubah-ubah, enggan bertindak cepat (padahal sangat urgen), atau malah beralih dari yang benar dan baik.

Rasul Paulus hari ini mengajak kita agar berdiri teguh, tidak goyang atau goyah, beriman kepada Allah. Pertama, maksudnya agar kita tidak ragu atau setengah hati menyerahkan dan mempercayakan hidup kita kepada Allah. Ya, agar kita tidak ragu sama sekali bahwa Allah mau dan mampu menolong dan melindungi kita kini dan di sini dan menjamin masa depan kita nanti. Kedua, agar kita memegang pendirian-pendirian iman kita itu dengan teguh, bagaimanapun situasi dan kondisi yang ada, dan apapun risikonya. Di sini kita disadarkan bahwa iman kepada Allah juga berarti memegang teguh, memperjuangkan dan mempertahankan apa yang kita anggap benar dan baik, berharga serta dikehendaki oleh Allah. Ingat: apa yang paling berharga dan bernilai paling tinggi dalam hati kita, yang tidak akan pernah kita lepaskan apa, dimana, dan kapanpun itulah sesungguhnya iman kita! Ketiga, agar kita memegang teguh perjanjian dan hubungan pribadi kita dengan Allah. Dia setia dan teguh kepada perjanjian maka kita pun harus merespon dengan kesetiaan dan keteguhan yang sama.

Namun Rasul Paulus tidak hanya mengajak kita teguh dalam pendirian, keyakinan dan hubungan. Dia juga mengajak kita agar giat selalu dalam pekerjaan Allah. Dia sampai sekarang bekerja mendatangkan kebaikan bagi dunia ini, mengasihi dan mengampuni, memulihkan kehidupan. Dan Dia mengajak kita berpartisipasi dan terlibat dalam pekerjaanNya itu. Disini kita disadarkan bahwa keteguhan iman tanpa kegiatan kasih belum bermakna apa-apa. Keteguhan iman, pendirian dan keyakinan kepada Allah sejalan dengan semangat, kerajinan, keaktifan atau kegiatan melakukan pekerjaan-pekerjaan kasihNya. Bukan hanya iman yang harus diperjuangkan mati-matian oleh orang Kristen, tetapi juga kasih, kebajikan dan kemurahan hati, pengampunan dan damai sejahtera. Dan Rasul Paulus memberi catatan akhir: percayalah, semua itu tidak akan sia-sia.

Doa:

Ya Allah teguhkanlah iman kami kepadaMu. Giatkanlah kami selalu mengambil bagian dalam pekerjaan kasih, kebajikan, kemurahan dan pengampunanMu. Kami ingin mencontoh Yesus setia kepada kebenaran dan juga setia kepada kasih. Yakinkanlah kami dengan RohMu bahwa segala jerih lelah, perjuangan dan daya upaya kami memegang teguh pendirian-pendirian iman kami dan kasih yang Kauteladankan tidak akan sia-sia. Dalam Kristus kami bersukacita dan bahagia dan menemukan makna hidup sejati. AMIN.

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Share on Facebook

6 Responses to Teguhkan Iman Giatkan Kasih

  1. henry aritonang, plembang on July 25, 2008 at 11:27 am

    Yang terjadi di hidupku adalah, aku terlahir dari keluarga yang kondisi iman tidak terlalu kuat. Di perjalanan hidupku, aku pelan-pelan menemukan pegangan tangan Yesus, walau tidak melewati seremonial kekristenan. Aku gak banyak baca Alkitab, Firmannyapun hanya beberapa yang hafal. Yang kulakukan sekarang adalah berusaha menyadari keadaanku, dan sebisanya menjadi lebih baik. Aku khawatir masih banyak saudaraku yang tidak seberuntung aku. Bisa jadi imbas orangtua, lingkungan, suasana kerja, tekanan ekonomi, dan lain-lain (itu semua sangat tidak semudah menuliskannya) sehingga makin jauh dari imannya. Bisa jadi mental awal tidak dibangun dengan kasih, sehingga sulit sekali dibentuk setelah sekian lama dirasuki roh-roh negatif (curiga, iri, marah dll).

    Menurutku – BETUL – lebih baik kita meneguhkan diri kita sendiri dulu (melalui cara apapun yang menurut kita baik, termasuk media-media seperti ini), baru meneguhkan orang lain lewat PERBUATAN.

  2. Kimron Manik on July 25, 2008 at 3:14 pm

    Terimakasih Amang atas renungan hari ini.

    Sebenarnya ayat renungan hari ini sangat menguatkan saya untuk selalu giat dan semangat dalam Pekerjaan Tuhan, karena hari demi hari dapat dilalui dengan baik walaupun berbagai masalah datang silih berganti, semakin hari semakin terasa bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan berbagai kegiatan yang berarti dapat dilakukan tanpa menimbulkan masalah dalam pembagian waktunya. Yang jelas dalam persekutuan dengan Tuhan segala pekerjaan yang membawa arti bagi orang dapat dilakukan. Jadi tidak ada alasan untuk menunda sesuatu dalam pekerjaan Tuhan dengan alasan tidak ada waktu atau sibuk atau alasan lainnya.
    Semoga Tuhan menguatkan kita semua untuk melakukan sesuatu yang berarti bagi kehidupan ini. Amin

  3. r.h. sibuea on July 25, 2008 at 3:29 pm

    Benar amang..tidak ada kesia-sianya bersekutu dalam Kristus. Bukankah kita harus lebih dahulu mencari kerajaan Tuhan dalam hidup kita? Kita harus melihat dulu hubungan pribadi kita dengan Allah jika kemudian jika kita mengerjakan hal lain di bumi ini maka akan menjadi mudah?
    Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

    Jika kita hanya mengerjakan hal duniawi..akan menemukan jalan buntu karena tidak ada damai sejahtera disana…dan cuma menemukan kesia-siaan. Menjalin keintiman dengan Tuhan akan menguatkan kehidupan kita menjadi keuntungan. Filipi 3:7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.

  4. dea naibaho-SM P.Bulan on July 25, 2008 at 4:07 pm

    Tuhan pegang tanganku slalu spy tdk jatuh dan tetap di jalan yg benar.
    Tuhan rangkul aku dengan kasihNya
    Tuhan tetap setia/ingat walau aku berpaling/ lupa padaNya
    Tuhanku Maha Besar, Pemurah, Pengasih, Penyayang, Pemaaf ……dst
    Aku juga hrs seperti Dia

  5. RIKARDO SIAHAAN on July 25, 2008 at 11:49 pm

    Ku takkan pernah komentar tentang Perkataan Tuhan. Yang ingin aku komentari adalah aku dapat copy mailing list komentar Bapak Pendeta tentang HKBP. Menurut hemat saya, kokohnya HKBP tergantung kepada :
    1. Keinginan seluruh jemaat HKBP untuk tidak mau diadu domba oleh para “professional” yang mencari kerja di HKBP.
    2. Menjadi Ephorus hendaknya dibaca oleh para pendeta bukan pencari kerja “professional” – bukanlah segala-galanya dengan harus menghalalkan segala cara untuk menggapainya apalagi dengan menggunakan teknik-teknik politik praktis, karena menurut saya Ephorus yang benar adalah Ephorus yang apabila pensiun mendapat tempat terhormat dipikiran jemaat HKBP .
    3. Ini agak sedikit profetikal: Bagi mereka yang memlih bekerja sebagai gembala jemaat, jika sekiranya “main-main” dengan jabatan tersebut, percayalah hukuman yang diterima dari Tuhan kelihatannya langsung!! tidak pakai kata-kata tidak akan beroleh kehidupan kekal!!, sooner or later hidupnya secara lahiriahpun akan menemui kesengsaraan hidup luar biasa. Beleive me just look around you!!.
    4. Bagi para gembala yang baik para The Good Shepherd yakinlah Tuhan akan senantiasa menyertai kalian sampai akhir jaman, cintailah musuh-musuhmu , tegurlah mereka yang jatuh ke dalam dosa dengan kasih janganlah engkau beritindak seolah-olah engkau Hakim Maha Agung.
    Janganlah engkau mengkuatirkan akan hidupmu karena Bapamu di sorga akan senantiasa memperhatikanmu.

    Daniel Harahap:
    Bagaimana dengan anggota jemaat yang “main-main” dengan jabatan di pemerintahan, negara atau masyarakat? Apakah hanya hidup para pendeta yang “nakal” saja yang sengsara lahir batin? :-)

    Pesan kepada anggota jemaat:baik-baiklah selalu di rumah dan dimana saja, taatilah Tuhan, setialah kepada pemimpin, rekan sekerja maupun bawahanmu. Jangan kuatir dan jangan korupsi!

  6. kenzo bogor on July 26, 2008 at 5:27 am

    smua baik smua baik bila kita jalankan keimanan. gbu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*