Almanak Senin 21 Juli 2008:
Kata-kata di atas adalah bagian dari kotbah perpisahan Yesus dengan murid-muridNya yang dicatat oleh Injil Yohanes. Yesus memperingatkan murid-muridNya agar jangan terkejut jika kehidupan mereka dipersulit, dihambat dan dikucilkan atau bahkan dianiaya karena mereka beriman kepada Kristus. Dan orang yang melakukannya malah menganggap itu sebagai baktinya kepada Allah.
Kita tidak tahu apa bagaimana perasaan murid-murid mendengar ucapan Yesus itu. Yang jelas mereka semua bubar ketakutan dan melarikan diri saat Yesus ditangkap dan disalibkan. Mereka tidak memiliki alasan dan daya lagi untuk percaya kepada Yesus setelah melihat Dia berhasil ditangkap dan dibungkam lawan-lawanNya dan ternyata tidak memberikan perlawanan sedikit pun. Hubungan mereka dengan Yesus pun putus total.
Murid-murid Yesus itu baru dapat percaya lagi kepada Yesus setelah Gurunya itu bangkit dan menampakkan diri kepada mereka dalam kemuliaan Allah. Dan Yesus yang bangkit itulah yang mengumpulkan kembali murid-muridNya. Murid-murid sadar dan percaya ternyata Yesus tidak kalah dan binasa. Salib rupanya bukan akhir dari riwayat Yesus. Dia ternyata telah mengalahkan bukan saja lawan-lawanNya tetapi juga maut atau kematian. Dia adalah Tuhan yang hidup, mulia dan berkuasa.
Kata-kata Yesus di saat perpisahan itu pun kembali menggema di hati mereka. Yesus memperingatkan mereka bahwa sebagai murid-muridNya mereka akan mengalami damai sejahtera berlimpah tetapi juga kesukaran di dunia, kadang dibenci atau dianiaya. Namun murid-murid tidak perlu takut jika mereka mengalami kesukaran, pergumulan dan penderitaan karena iman mereka kepada Kristus itu. Mengapa? Dia telah mengalahkan dunia.
Doa:
Ya Kristus, jadikanlah kami murid-muridMu. Yakinkanlah kami bahwa tidak seorang pun dapat merampas sukacita, iman dan damai pemberianMu dari dalam hati kami. Apapun dan bagaimanapun kondisi dan situasi hidup ini kami dapat bersukacita dan berbahagia dalam Tuhan. Berilah kepada kami kerendahan hati dan sekaligus keberanian mengikutMu. Kuatkanlah dan murnikanlah iman kami kepadaMu, dan menangkanlah juga kami bersamaMu dalam pergumulan-pergumulan kami di dunia. AMIN.
Pdt Daniel Taruli Asi Harahap
Share on Facebook
Puji Tuhan, nats alkitab hari ini mengingatkan saya kembali akan berlimpahnya berkat Tuhan dalam kehidupan saya meskipun awalnya berkat-berkat tersebut terbungkus oleh kesukaran dan penganiayaan, namun Tuhan sudah berjani bahwa anak-anak Tuhan akan menjadi pemenang . Untuk saudara-saudara yang masih dalam kesukaran : nyang SABAR yach……
Kesukaran, Penganiayaan kita sebagai pengikut YESUS KRISTUS sampai kapanpun pasti terus terjadi namun kita harus menunjukkan sebagai pengikut YESUS walaupun dianiaya dan selalu memperoleh kesukaran kita tidak akan pernah menderita dan akan menjadi lilin dalam pekerjaan kita, sebab TUHAN lah yang mengatur yang terbaik untuk kita.
Thanks Amang untuk renungannya ini. Menyejukkan sekali untuk kami yang merasa dianiaya dan ditindas dalam pekerjaan (diskriminasi)
Seperti TUHAN YESUS yang sengsara di kayu salib tidak melakukan perlawanan terhadap mereka, maka itu yang harus kita perbuat.
Syaloom,
Menderita dahulu….damai sejahtera kemudian?
Salah satu syarat mengikut Kristus:
II Timotius 4:5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
Tapi, penderitaan kita tidak akan terjadi selamanya tapi ALLAH akan memulihkan kita dan mengembalikan DAMAI SEJAHTERA itu kepada kita untuk selamanya…
ut omnes unum sint…
Memang benar dalam dunia saat sungguh-sungguh amatlah sukar menemukan sucakacita karena selalu terjadi penganiayanya baik ditempat kita bekerja maupun ditempat kita tinggal namun sungguh saya sangat besyukur untuk renungan hari ini yang menguatkan saya walaupun diskriminasi, penganiayaan namun Tuhan tetap membela dan menunjukkan yang terbaik oleh karena itu untuk teman-teman yang tertekan didalam hidup yakin dan berdoalah Tuhan akan mengalahkan dunia. GBU