Archive for July, 2008

Gereja HKBP Tomok & Ambarita

Thursday, July 31st, 2008

gereja-hkbp-tomok-5.JPG

Indah. Dan seharusnya bisa lebih indah lagi. Hanya itulah kata-kata yang bisa saya ucapkan saat menyaksikan gereja HKBP Tomok maupun Ambarita yang berdiri di pinggir danau, dikaki bukit pulau Samosir. Untuk kawan-kawan yang ingin melihatnya lebih jauh silahkan klik link di bawah ini:

ALBUM FOTO GEREJA HKBP TOMOK, AMBARITA & EBENEZER AMBARITA

Catatan: bagi yang ingin mengutip foto silahkan, namun mohon tetap mencantumkan sumbernya.

Share on Facebook

Prioritas

Thursday, July 31st, 2008

Almanak Kamis 31 Juli 2008:

pork-1.jpg

Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. (Roma 14:17)

Setelah beberapa hari ini dinasihati tentang bahaya minuman keras (bagi kesehatan fisik, rumah tangga, dan juga kesadaran dan pengambilan keputusan dll), hari ini kita diingatkan agar tidak menjadikan makanan atau minuman sebagai inti persoalan kekristenan. Makanan atau minuman tidak membuat kita lebih dekat atau lebih jauh dari Tuhan (1 Kor 8:8). Segala jenis makanan adalah suci dan halal, namun tidak wajib harus dimakan. (Roma 14:14,20). Sabda Yesus: yang dapat menajiskan bukanlah makanan yang masuk ke dalam mulut, tetapi justru perkataan yang dikeluarkan dari mulut itu. (Matius 15:11). Jangan biarkan orang menghukum kamu karena apa yang kamu makan dan minum. (Kolose 2:6).

Menjaga disiplin makan dan minum demi kesehatan adalah tindakan yang baik dan harus dilakukan. Menjauhi pemborosan dan ketamakan, sadar bahwa banyak orang kekurangan pangan, adalah tindakan terpuji (more…)

Share on Facebook

Sekali lagi: Jangan Mabuk!

Wednesday, July 30th, 2008

Almanak Rabu 30 Juli 2008:

seloki-pecah.jpg

Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. (Lukas 21:34)

Kehidupan kita di dunia ini bagaimanapun indah dan nikmatnya (atau sebaliknya buruk dan menyusahkan) tidaklah abadi. Kita tidak bisa selamanya hidup. Cepat atau lambat, secara perlahan atau malah tiba-tiba, hidup harus berakhir. Secara individual kita harus mati dan secara universal Alkitab mengatakan semua akan selesai pada saat hari Tuhan. Lantas bagaimanakah kita harus meresponnya?

Ayat hari ini mau mengajak kita membangun kesadaran akan waktu. Ya agar kita benar-benar kritis tentang pemanfaatan waktu yang diberikan Tuhan di dunia ini. Bukan agar melakukannya segalanya secara terburu-buru, atau seperti cacing kepanasan, tetapi agar kita benar-benar menggunakan waktu kita untuk hal-hal yang sangat penting dan berharga, baik dan berguna, serta membangun. Waktu itu begitu mahal, karena itu seyogianya tidak disia-siakan untuk hal-hal yang tidak penting dan tidak berguna, apalagi hanya untuk mendatangkan kesusahan jiwa dan hukuman dari Tuhan.

Untuk itulah kita diperlukan tetap siuman dan siaga atau menguasai diri (more…)

Share on Facebook

Selalu Siuman dan Siaga

Monday, July 28th, 2008

Almanak Selasa 29 Juli 2008:

wiski-2.jpg

Tidaklah pantas bagi raja meminum anggur, ataupun bagi para pembesar mengingini minuman keras, jangan sampai karena minum ia melupakan apa yang telah ditetapkan, dan membengkokkan hak orang-orang yang tertindas. (Amsal 31:4-5)

Minuman beralkohol bagi masyarakat Yahudi dan juga Batak Kristen bukanlah sesuatu yang asing apalagi dianggap “barang haram”. Jika orang Yahudi mengenal anggur, maka sejak jaman purba orang Batak telah mengenal “tuak”, minuman beralkohol tinggi yang terbuat dari getah buah aren atau kelapa. Setelah masuk Belanda dan Jerman, orang Batak juga sedikit-sedikit mengenal anggur, bir dan wiski. Dan sesudah jaman industri, maka maka minuman beralkohol buatan pabrik pun masuk ke kalangan masyarakat, seringkali dengan kadar alkohol yang sangat tinggi dan membahayakan kesehatan.

Kecuali bagi mereka yang sangat saleh, (more…)

Share on Facebook

Samosir

Sunday, July 27th, 2008

Besok pagi-pagi benar kami harus terbang ke Medan dan berlayar ke Samosir untuk bergabung dengan Tim Perumus Seminar Menggagas HKBP Masa Depan yang diselenggarakan Universitas HKBP Nommensen beberapa waktu lalu. Mohon maaf jika terlambat mengapprove komentar kawan-kawan. Jika di pulau “buatan Belanda” itu ada warnet atau koneksi internat, renungan harian Selasa akan tetap muncul pagi hari seperti biasa. Jika tidak, sekali lagi mohon maaf dan pengertiannya. Titip rumah, mobil dan angsa ya. (Awas kalau telurnya tiba-tiba berkurang!) :-) Selasa malam saya sudah kembali ke Serpong.

Daniel Taruli Asi Harahap

(yang bermimpi besok naik perahu di danau Toba) :-)

Share on Facebook

Jangan Mabuk & Jangan Malas

Sunday, July 27th, 2008

Almanak Senin 28 Juli 2008:

Karena si peminum dan si pelahap menjadi miskin dan kantuk membuat orang berpakaian compang-camping. (Amsal 23:21)

Amsal ini ditulis ribuan tahun lalu, ketika kehidupan masyarakat masih sangat sederhana dan selain raja, banyak orang hidup seadanya. Pada saat itu kebiasaan mabuk, boros dan malas nyata-nyata bisa membuat orang jatuh miskin. Namun jaman sudah berubah. Pada masa kini, tanpa harus menjadi raja, ada orang bisa menjadi begitu kayanya, dan kebiasaan mabuk-mabukan, berpesta-pora serta berleha-leha sepanjang malam tak kunjung membuatnya jatuh miskin. Berapalah harga anggur atau wiski yang paling mahal sekalipun, dan biaya bermewah-mewah di hotel, dibanding harta yang dimiliki oleh seorang koruptor, konglomerat atau anak seorang mantan pejabat rejim masa lalu? Namun bagi yang ekonominya pas-pasan (more…)

Share on Facebook

Hati Tenang Di Kancah Perang

Saturday, July 26th, 2008

Almanak Sabtu 26 Juli 2008:

catur-6.jpg

Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari padaNyalah harapanku.(Mazmur 62:6)

Kecuali sedang jatuh cinta, realitas hidup moderen sering dilukiskan menyerupai kancah peperangan alih-alih taman bunga indah damai, laut yang bergejolak alih-alih laguna berpermukaan air tenang seperti kaca, atau jalan raya yang hiruk-pikuk dan penuh kenderaan lalu-lalang (dan salip-menyalip) ketimbang jalan setapak di lereng pegunungan. Berada apalagi merasa terjebak di kancah perang, laut bergejolak, atau jalan raya yang ramai semrawut, seringkali hati dan pikiran kita pun ikut-ikutan bergejolak dan rusuh.

Kecuali sedang cuti, liburan atau retret, acapkali kita tidak bisa menghindar dari realitas kehidupan yang rumit dan sering sengit itu. (more…)

Share on Facebook

Teguhkan Iman Giatkan Kasih

Friday, July 25th, 2008

Almanak Jumat 25 Juli 2008:

air-2.jpg

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. (1 Korintus 15:58)

Keragu-raguan sebenarnya tidak selalu buruk. Keraguan sering mendorong kita berpikir lebih tenang dan dalam, berdialog dengan orang lain maupun diri sendiri. Keraguan atau sikap skeptis sebab itu membuka ruang kepada pengetahuan, pemahaman dan sikap-sikap yang baru. Orang yang sama sekali tidak memiliki keraguan, seringkali malah terjebak dalam sikap fanatik, picik, dan tertutup kepada perubahan. Karena terlalu yakin dan memegang sekuat-kuatnya pengetahuan, pendirian dan keyakinannya (yang belum tentu sudah benar, lengkap, sempurna dan final) yang bersangkutan tidak mau lagi membuka diri kepada hal-hal baru (yang mungkin saja jauh lebih benar dan baik). Namun harus kita katakan bahwa keragu-raguan, bila terlalu lama dan besar, bisa membuat seseorang sulit mengambil keputusan, gampang berubah-ubah, enggan bertindak cepat (padahal sangat urgen), atau malah beralih dari yang benar dan baik.

Rasul Paulus hari ini mengajak kita agar berdiri teguh, tidak goyang atau goyah, beriman kepada Allah. Pertama, maksudnya (more…)

Share on Facebook

Teologi Karet Busa

Thursday, July 24th, 2008

Almanak Kamis 24 Juli 2008:
sponge-3.jpg

Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. (2 Korintus 4:8-9)

Suka tak suka, kita orang Kristen adalah minoritas di negeri ini. Dimana-mana di dunia ini kaum minoritas sedikit-banyak ditekan dan ditindas serta acap menjadi korban. Negeri kepulauan yang sangat majemuk bernama Indonesia ini sedang mengalami krisis yang sangat parah di segala bidang (enerji, pangan, lingkungan, politik, moral dan terutama hukum). Dan fakta walaupun ada yang kaya-raya dan terlalu mencolok, sebagian besar orang kristen yang merupakan minoritas itu sebenarnya hidup miskin, kurang berpendidikan dan tercerai-berai. Komplitlah kelemahan itu. Sudah minoritas miskin pula. Sudah miskin kurang berpendidikan pula. Sudah tertinggal, masih saling berkelahi pula. Lantas?

Kenyataan hidup sebagai minoritas di sebuah negeri yang bukan saja belum maju namun terancam perpecahan dan kebangkrutan seharusnya mendorong kita orang kristen benar-benar kritis dan kreatif. Kita perlu menghayati suatu teologi atau konsepsi iman kristen yang sungguh-sungguh dapat membantu kita untuk survive dan eksis di negeri ini. Syukur-syukur dapat menyumbang bagi pemulihan dan perbaikannya.

Bagaimana jika memahami dan menghayati kekristenan kita di Indonesia sebagai “karet busa” atau sponge (more…)

Share on Facebook

Tulisan Di Dinding Istana

Thursday, July 24th, 2008

SERMON MINGGU INI

cawan-33.JPG

Bahan: Daniel 5:1-10

Raja Belsyazar mengadakan perjamuan yang besar untuk para pembesarnya, seribu orang jumlahnya; dan di hadapan seribu orang itu ia minum-minum anggur. Dalam kemabukan anggur, Belsyazar menitahkan orang membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar, ayahnya, dari dalam Bait Suci di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu. Kemudian dibawalah perkakas dari emas dan perak itu, yang diambil dari dalam Bait Suci, Rumah Allah di Yerusalem, lalu raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu; mereka minum anggur dan memuji-muji dewa-dewa dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu dan batu. Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu. Lalu raja menjadi pucat, dan pikiran-pikirannya menggelisahkan dia; sendi-sendi pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukan.

Kemudian berserulah raja dengan keras, (more…)

Share on Facebook

Belajar Susah Berguru Bahagia

Wednesday, July 23rd, 2008

Kotbah Minggu IX Sesudah Trinitatis 20 Juli 2008:

embun.jpg

Oleh: Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Evangelium: Ayub 2:9-13

Epistel : 2 Korintus 1:3-9

Kita semua agaknya sudah sering mendengar kisah seorang saleh bernama Ayub ini. Dengan sepuluh anak, pada jamannya dia adalah seorang kaya-raya dan bahagia (punya tujuh ribu ekor kambing, tiga ribu ekor unta, seribu ekor sapi, lima ratus keledai betina, dan banyak budak - yang terakhir ini tidak usahlah dihitung sebab pada jaman kita hal itu tidak lagi dapat dibenarkan). Memakai istilah khas Batak, Ayub seorang yang mamora (kaya), gabe (punya banyak keturunan) dan sangap (mulia) atau mendapatkan tiga hal yang sangat dicita-citakan oleh orang Batak di dunia. Namun entah bagaimana, semua hartanya itu lenyap dalam sekejap, seluruh anaknya mati terbunuh, dan Ayub sendiri kena penyakit kulit sehingga harus diasingkan di pondok jauh dari pemukiman. Istrinya, mungkin benar-benar terpukul dan tidak tahan menghadapi kenyataan itu sehingga dia pun menyuruh Ayub lebih baik mati saja. Sementara ketiga sahabatnya (Elifas, Bildad, Teman) datang memberatkan dukanya dengan menyuruh Ayub menerima keadaan itu sebagai akibat dosa-dosanya, padahal Ayub merasa sama sekali tidak bersalah dan tidak kunjung mengerti mengapa Tuhan Allah yang disembahnya dan ditaatinya malah berbalik memukulnya.

Apa yang dialami Ayub adalah sebuah kehidupan yang sangat tragis dan sulit dipahami akal. Dalam kenyataan kehidupan ini, juga masa sekarang, kadang ada orang yang mengalami seperti keadaan yang sangat ekstrim (more…)

Share on Facebook

Halim-Silangit-Laguboti

Wednesday, July 23rd, 2008

Catatan Perjalanan

toba-dari-udara.JPG

Oleh: Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Pesan telepon Imelda, staff Yayasan Del di Jakarta, langsung saya catat di lembar Almanak: pesawat berangkat dari Halim pukul 06.00, kumpul di Abimanyu Halim setengah jam sebelumnya. Saya tidak mau ambil risiko terlambat. Itu bukan saja akan sangat memalukan tetapi bisa merusak seluruh reputasi saya sebagai pendeta. Bahasa Medan, sungguh mati saya tak mau itu terjadi. Seluruh dunia HKBP kayaknya sudah tahu saya adalah salah seorang “pembicara” di Seminar Menggagas HKBP Masa Depan yang diselenggarakan Universitas HKBP Nommensen dan Yayasan Del. Apa kata dunia HKBP sekitarnya jika saya tak jadi bicara di Seminar itu hanya karena telat bangun? Pak Luhut Panjaitan pun sudah rela mencarter sebuah pesawat F-28 agar rombongan peserta seminar dari Jakarta bisa hadir di seminar yang sungguh penting di Laguboti itu tanpa kehilangan terlalu banyak waktu. Saya pikir dalam hal ini terlambat adalah dosa besar yang sulit diampuni. Apalagi saya tahu betul jenderal berbintang empat - yang selalu berbesar hati berbaris antri menyalam pendeta sehabis kebaktian minggu ini - tidak pernah terlambat bahkan untuk acara keluarga beliau sekalipun. Lantas bagaimana caranya? Saya pun ikhlas terkantuk-kantuk mengakses internet menunggu subuh menjelang.

Pukul empat pagi, teman saya JP. Siahaan, seorang anggota polisi merangkap anggota Ama HKBP Serpong, datang. Beliau dengan sukacita bersedia mengantarkan saya ke Halim. Tanpa sempat minum kopi di rumah kami pun berangkat membelah subuh (more…)

Share on Facebook

Rame-rame Jadi Penginjil

Wednesday, July 23rd, 2008

Almanak Rabu 23 Juli 2008:

dolphins.jpg

Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat. (1 Tesalonika 2:2)

Kristus mengangkat dan menetapkan kita menjadi saksi-saksiNya (Kisah 1:8, Lukas 4:48) dan memberitakan Injil dari Allah kepada dunia ini (Markus 16:15, Yohanes 15:16, Matius 28:19). Injil atau Kabar Baik itu adalah bahwa Allah dalam Kristus mengundang semua orang menerima kasih, damai sejahtera, keadilan, pengampunan, pembebasan, hidup baru dan kebahagiaanNya. Sudahkah kita menyampaikan undangan Allah itu? Jika ya, kepada siapa dan bagaimana caranya? Jika belum, maukah kita mulai hari ini menyampaikan undangan Allah itu, menjadi saksi dan pewartaNya?

Walaupun jelas-jelas merupakan suruhan Kristus, banyak orang yang mengaku pengikut Kristus, enggan melakukan tugas sebagai saksi dan pewarta Injil itu. Alasan utamanya: takut. Alasan lain: bingung, tidak tahu bagaimana melakukannya. Alasan lain lagi: masih sibuk dengan urusan lain yang dianggap lebih penting. (Sebenarnya aneh jika ada orang mengaku Kristus adalah Tuan atau Tuhannya, tetapi meremehkan suruhanNya!). (more…)

Share on Facebook

Berseru Tak Harus Di Saat Sesak

Tuesday, July 22nd, 2008

Almanak Selasa 22 Juli 2008:

Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab aku (Mazmur 120:1)

Saudara dan saya tidak harus merasa terdesak atau tersesak hari ini. Seandainya Saudara justru dalam keadaan lega, aman, tenteram dan bahagia, bersyukurlah kepada TUHAN dan tetaplah rendah hati. Lakukanlah pekerjaan dengan penuh semangat. Namun seandainya Saudara memang dalam kondisi terjepit dan terdesak, jangan putus asa. Simaklah pernyataan seperti sang pemazmur: berserulah kepada TUHAN maka Dia pun akan menjawab Saudara. Dia adalah Pelindung dan Penolong umatNya. PertolonganNya tidak pernah terlambat.

Terlalu banyak hal di dunia ini bisa membuat hati dan pikiran kita sesak: (more…)

Share on Facebook

Dunia Telah Dikalahkan

Monday, July 21st, 2008

Almanak Senin 21 Juli 2008:

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia. (Yohanes 16:33)

Kata-kata di atas adalah bagian dari kotbah perpisahan Yesus dengan murid-muridNya yang dicatat oleh Injil Yohanes. Yesus memperingatkan murid-muridNya agar jangan terkejut jika kehidupan mereka dipersulit, dihambat dan dikucilkan atau bahkan dianiaya karena mereka beriman kepada Kristus. Dan orang yang melakukannya malah menganggap itu sebagai baktinya kepada Allah.

Kita tidak tahu apa bagaimana perasaan murid-murid mendengar ucapan Yesus itu. Yang jelas mereka semua bubar ketakutan dan melarikan diri saat Yesus ditangkap (more…)

Share on Facebook