Jalan Keberuntungan

June 27, 2008
By

jalan-setapak.jpg

Almanak Jumat 27 Juni 2008:

Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. (Yosua 1:8)

Agaknya semua kita ingin berhasil dan beruntung dalam hidupnya. Namun bagaimana caranya? Belajar dan bekerja keras, tekun dan ulet, serta tidak pernah menyerah! Kenalilah baik-baik bakat lantas kembangkanlah! Carilah akses atau jalan masuk ke pusat-pusat kekuasaan dan gunakanlah segala koneksi atau hubungan yang ada! Berpikirlah kreatif dan selalu temukan jalan pintas atau terobosan. Jadilah pemberani, jangan terlalu banyak pertimbangan, ingat tujuan lebih penting dari cara mencapainya. Halalkan segala cara, yang penting berhasil! Dan banyak nasihat lain.

Musa mengingatkan Yosua muda dahulu dan kita sekarang bagaimana agar berhasil dan beruntung dalam hidupnya. Yaitu: membaca dan merenungkan hukum Tuhan siang dan malam, lantas bertindak hati-hati serta sesuai dengan petunjuk hukum-hukum Tuhan itu. Keberhasilan dan keuntungan akan menyusul.

Tuhan memberikan kita hukum-hukumNya sebagai petunjuk dan pedoman perjalanan kehidupan. Jika hidup ini diibaratkan sebuah perjalanan panjang, maka hukum Tuhan itu adalah peta dan rambu, yang menuntun kita selamat sampai tujuan. Ibarat sedang membangun rumah maka hukum Tuhan itu adalah desain atau cetak birunya. Bak menjahit hukum Tuhan itu adalah pola atau patronnya. Tanpa peta dan rambu kita akan lelah sendiri, tersesat atau celaka. Tanpa pola atau patron kita akan memboroskan materi dan enerji, salah pasang atau bangun.

Ingat: Tuhan tidak menyuruh kita meninggalkan pekerjaan dan usaha kita agar terus-menerus berdoa dan merenung. Untuk berhasil dan beruntung kita tidak bisa hanya diam menunggu, melainkan tetap bekerja keras, berpikir dan mencari-cari jalan. Tuhan tidak mengajak kita melarikan diri dari tugas dan tanggungjawab, melainkan mau membekali dan memperlengkapi kita melakukannya. Untuk membantu kehidupan kitalah Dia memberikan firman, hukum, amanat, dan janjiNya.

Siapa mau berhasil dan beruntung dalam hidup ini? Selalulah merenungkan firman Tuhan dan bertindak hati-hati sesuai dengan firmanNya. Lantas hiduplah jujur, hemat dan bekerja keras.

Doa:

Ya Allah, terima kasih kami ucapkan kepadaMu sebab Engkau memberikan kami hukum-hukumMu, panduan dan petunjuk kehidupan kami di dunia ini. Rendahkanlah hati kami agar kami selalu mau datang kepadaMu belajar, meminta pencerahan, dan menjadi bijak. Berilah kami kekuatan hidup sesuai dengan petunjukMu dan melawan godaan untuk menyimpang. Berkatilah segala perjalanan, usaha dan pekerjaan kami. Dalam Nama Yesus kami hidup damai sejahtera berlimpah-limpah. AMIN.

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Share on Facebook

9 Responses to Jalan Keberuntungan

  1. rudy sihombing on June 27, 2008 at 9:19 am

    Quote I:
    selalu temukan jalan pintas atau terobosan. Jadilah pemberani, jangan terlalu banyak pertimbangan, ingat tujuan lebih penting dari cara mencapainya. Halalkan segala cara, yang penting berhasil!

    Quote II
    Yosua muda dahulu dan kita sekarang bagaimana agar berhasil dan beruntung dalam hidupnya. Yaitu: membaca dan merenungkan hukum Tuhan siang dan malam, lantas bertindak hati-hati serta sesuai dengan petunjuk hukum-hukum Tuhan itu. Keberhasilan dan keuntungan akan menyusul.
    Tuhan memberikan kita hukum-hukumNya sebagai petunjuk dan pedoman perjalanan kehidupan.

    Kalimat-kalimat ini bertentangan dan membingungkan, terutama
    halalkan segala cara, yang penting berhasil???

    Daniel Harahap:
    Kalimat pertama: ajaran banyak orang.
    Kalimat kedua: ajaran Tuhan.

  2. rentha simbolon on June 27, 2008 at 9:41 am

    Kita hrs berdoa & menyerahkan sgala rencana, aktifitas atau pekerjaan kita kepada Tuhan. Trimakasih amang untuk renungannya melalui ruma metmet ini, setiap pagi nyampe di kantor saya selalu mengawali pekerjaan saya dengan membaca almanak (ruma metmet) yang amang buat yang menjadi panduan dan petunjuk untuk memulai pekerjaan saya di kantor, trimakasih kembali amang semoga Tuhan memberkati. Syalom

  3. dr Dahono on June 27, 2008 at 9:51 am

    apa yang di maksud berhasil? jadi kaya, sukses, pendidikan tinggi, hidup enak, banyak pengikut, punya kekuasaan ? yang lain hidup sederhana, kadang kekurangan, sakit, di rumah sakit di rawat di kelas paling rendah?, kerja sebagai tukang becakm ojek apa bisa di anggap berhasil atau masih diberkati Tuhan?

  4. daniel on June 27, 2008 at 2:31 pm

    lamotlamot hata ni begu risirisi hata ni jolma, nitappul bulung si hupi pinarsaong bulung sihala unang sumolsol di pudi ndada sipaingot na soada…..

  5. liberty on June 27, 2008 at 2:52 pm

    Renungan hari ini baik sekali pak pendeta agar senantiasa di beri keberuntungan dan kesuksesan ,kalau mengenai predikat sukses dan beruntung kadang dilihat dari sudut pandang,dari pembanding dan juga pengakuan dari yang merasakan,sebab ada yang tukang becak tapi sukses menghantarkan anaknya jadi masuk akpol,akmil,bahkan jadi pendeta,tapi ada juga dokter tapi anaknya pecandu narkotika,mana yang lebih beruntung ?mungkin perlu dilihat secara utuh barang kali,apa seperti kira-kira amang?

  6. Rudi Juan Carlos Sipahutar on June 27, 2008 at 4:01 pm

    BERUNTUNG/BERHASIL / SUKSES..

    Saya lagi on the way menuju keberhasilan itu !!!!
    Sukses itu, bagi saya adalah sesuatu yang di ciptakan dapat bekerja tepat guna sesuai peruntuk kannya.
    sama seperti sebuah Handpone yang diproduksi berfungsi sesuai fitur dan peruntukkanya… atau bisa juga bagai seorang pelari yang terus berlatih untuk bisa bertanding mencapai garis Finish.
    Hidup memang bagai sebuah perjalanan di rimba belantara yang penuh jurang,tebing yang curam, mahluk buas yang siap menghadang. karena itu kita butuhkan KOMPAS dan PETA yang JELAS kita jadikan alat untuk menunjukan arah kemana kita harus berjalan dengan benar..

  7. jusup silitonga on June 27, 2008 at 11:37 pm

    Renungan yg sangat baik utk dijalankan dlm keseharian.
    Menurut saya keberhasilan juga diukur dari sejauh mana hidup kita BERARTI dan INDAH bagi sekeliling kita.

  8. lisbeth on June 28, 2008 at 7:05 pm

    Sukses??, Bagi tiap orang beda perspektif tentang sukses. Ada yang mengejar harta, kekuasaan, dan nama baik. Ada yg berpikir asal lulus sarjana sudah sukses, tetapi yang lain sudah doktor bahkan professor, tetap belum sukses.

    Saya sangat setuju untuk bisa sukses (mencapai impian tentunya), harus tekun dan banyak belajar, belajar dari pengalaman orang lain juga, belajar dari kisah orang lain, dsb. Mencari terobosan untuk suatu pembaharuan ke hal yang LEBIH BAIK. Halalkan semua cara. Tentu saja untuk hal yang baik, caranya pun halal. Kecuali tujuannya tidak baik, maka caranya pun cenderung tak halal. [Sukses??, mau sukses yang bagaimana dan sampai dimana? , tergantung tujuan. Berarti sukses menggapai tujuan] Dalam hal ini saya pahami bahwa menghalalkan semua cara untuk yang baik adalah pasti cara yang baik.

    “Jangan terlalu banyak pertimbangan”. Sangat setuju. Karena sering sekali banyak pertimbangan membuat kita gagal [walaupun itu seringnya untuk hal-hal yang kecil, bukankah dari hal yang kecil dulu baru bisa menggapai yang lebih besar?]. Contohnya saja; Mau pakai baju apa hari ini ke Gereja, gara-gara mikirin baju yang ini tak cocok, yang ini tak layak, banyak orang yang menunda berangkat ke gereja? Dalam pertemuanpun, sering kali orang gagal menyampaikan ide baik untuk kebaikan banyak orang, hanya karena terlalu banyak pertimbangan. Takut ditertawain idenya:)

    Nah, seperti apa pesan Tuhan pada masing2 kita? Apa yang Tuhan suruh untuk kita lakukan? Lakukanlah, jangan banyak pertimbangan, pergunakan semua cara dan kesempatan yang ada. Jangan takut apa kata dunia, tapi takutlah pada Tuhan yang Hidup, maka keberuntungan menjadi milik Anda dan milikku juga.

  9. Raymond Tambunan on June 29, 2008 at 7:21 pm

    Saya teringat akan sebuah lagu yg berkata:

    Aku mengasihi Engkau Yesus dengan segenap hatiku
    Aku mengasihi Engkau Yesus dengan segenap jiwaku

    Ref.:
    Kurenungkan FirmanMu siang dan malam
    Kupegang p’rintahMu dan kulakukan
    Engkau tahu ya Tuhan, tujuan hidupku
    Hanyalah untuk menyenangkan hatiMu

    Mari kita menjadi saksi akan kebenaran FirmanNya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*