Jangan Cabul!

sepasang-angsa.jpg

Almanak Kamis 19 Juni 2008:

Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan (1 Tesalonika 4:3)

Tuhan Allah menciptakan kita manusia bertubuh berjiwa. Manusia bukan hanya mahluk intelektual, sosial, dan spiritual, tetapi juga seksual. Sejak lahir hingga mati kita manusia memiliki hasrat dan kebutuhan seksual.

Namun berbeda dengan hewan, kita manusia tidak melakukan aktifitas seksual itu hanya sebagai proses biologis untuk mendapatkan keturunan atau melepaskan ketegangan belaka. Seks bagi kita terkait erat dengan perasaan-perasaan paling mendalam sebagai manusia: keintiman, kerinduan, cinta, harga diri, kehormatan, kenangan, harapan, kesetiaan dan lain-lain. Kita manusia (kecuali pekerja seks komersial dan para penjahat) tidak dapat melakukan seks tanpa perasaan. Dengan kata lain: kita tidak dapat melakukan aktifitas seks kemudian melupakannya begitu saja.

Seks adalah alami dan manusiawi. Namun kita orang-orang beriman menerima seks sebagai anugerah Allah yang sangat indah yang hanya dapat dihayati dengan cinta dan kesetiaan serta dilindungi oleh sebuah perjanjian abadi pernikahan. Dalam pernikahan kudus itu seks sebagai ungkapan penyerahan diri total dijawab dengan penerimaan diri total juga, dan itulah sesungguhnya yang menjadikan seks itu sangat membahagiakan. Tanpa penyerahan dan perlindungan diri, seks selalu menimbulkan kekecewaan, kesedihan, rasa bersalah, atau kehampaan belaka.

Ayat hari ini mengajak kita menghayati seks secara baik dan benar, yaitu sesuai dengan maksud Allah menganugerahkannya kepada kita. Percabulan - sikap memperlakukan seks dan orang lain hanya sebagai alat pemuas nafsu belaka - jelas-jelas bertentangan dengan maksud anugerah itu. Percabulan mereduksi atau merendahkan makna seks sebab menjadikannya sebagai anonim, mekanis, atau insidental belaka. Padahal seks yang dikehendaki Allah harus terjadi diantara dua pribadi yang secara khusus mengikatkan diri dalam kasih, melibatkan perasaan-perasaan terdalam, dan bersifat permanen.

Tuhan memanggil kita ke dalam pengudusan. Kudus berasal dari kata kadosy, yang artinya tak lain tak bukan: khusus atau spesial. Pengudusan karena itu sama artinya dengan pengkhususan. Seorang laki-laki dikhususkan untuk menyerahkan diri dan melindungi hanya seorang perempuan, sebaliknya seorang perempuan dikhususkan untuk menyerahkan diri dan melindungi hanya seorang laki-laki.

Doa:

Ya Tuhan Allah, ajarlah kami menerima seksualitas kami sebagai anugerahMu yang sangat indah untuk kami nikmati dan rayakan dalam perjanjian nikah kudus. Penuhilah hati kami dengan cinta dan hormat. Ajarlah kami setia dan dapat dipercaya dalam segala hal termasuk dibidang seks. Tolong kami menjauhkan diri dari percabulan, agar kami tidak memperalat tubuh orang lain hanya untuk memuaskan nafsu kami. Sebaliknya tolonglah kami agar dapat menghayati seks ualitas kami dengan baik, benar dan bertanggungjawab. Dalam Kristus. AMIN.

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Share on Facebook

Tags: , ,

6 Responses to “Jangan Cabul!”

  1. liberty Says:

    benar memang karena godaan godaan setan yang menyesatkan sering orang mau mengotori diri tidak menjaga kekudusan pernikahan atau kekudusan diri bagi yang bujangan ,jadi mengutip kotbah Pak Pdt Jalongos Manullang “jika ingin bebas melakukan sesuatu baik seks dll tanpa ada aturan dan moral silahkan mendaftar ke hutan rimba” biar sama dengan yang di hutan menjadi orang hutan dan yang berlaku Rule Of Jungle. bukan lagi Rule of law.

    Daniel Harahap:
    Jangan2 kehidupan seks di rimba masih lebih tertib daripada di kota. :-)

  2. dr Dahono Says:

    Tuhan memberkati

  3. ruben Says:

    pada zaman2 dialkitab selalu ada terjadi pelecehan seks (jinah).
    sperti cerita Daud dan Betsyeba, Yusuf yg digodain majikannya.
    serta Sodom dan Gomora, yang Tuhan hancurkan karena kota itu
    penuh dengan perbuatan jinah (disinilah ada para sesama jenis berhubungan seks ). Padahal kalau kita lihat sebelum manusia jatuh dalam dosa
    Adam dan Hawa tidak memiliki rasa malu walaupun bertelanjang.

    Artinya dosalah yg membawa manusia pada kesimpangan seks.
    Selama manusia berdosa maka ’seks’ yang tidak diingini Allah tidak
    akan pernah berhenti.

  4. charles MG Says:

    Mari kita suarakan hidup kudus di tengah pekerjaan, keluarga, masyarakat ini agar hal - hal kudus tidak menjadi hal yang langka di zaman ini. gGAP (God Answer Pray)

  5. Theresia Moleh Says:

    Saya sangat terberkati dengan renungan-renungan bapak,maju terus didalam melayani DIA,saya berdoa biarlah Cinta kasih & Perlindungan Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah-langkah kehidupan bapak & seluruh keluarga,Tuhan Yesus memberkati…

  6. Gomgom Says:

    Parahnya sekarang, banyak tempat hiburan khas batak (nyanyian batak), mis. Karokeaan, diskotik, life musik, dll diisi dengan acara menyerempet kegiatan percabulan . Contoh : berdansa dengan cewek penghibur, berpelukan (dengan wanita lain, bisa aja satu marga dengan laki-lakinya), lokasi sekitar Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Sepertinya sudah mendekati “Sodom dan Gumorah”. Biasanya dilakoni orang batak berusia 30-60 tahun dan terutama yang telah memiliki penghasilan lebih (pengusaha dan pejabat tertentu).

Leave a Reply