Siapa Alfa dan Omega

May 19, 2008
By

Almanak Senin 19 Mei 2008:

altar-hkbp-serpong.JPG

“Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.” (Wahyu 1:8)

Sejak kecil saya sudah sering melihat simbol huruf pertama dan terakhir Yunani (Alpha dan Omega) itu selalu diterakan di meja altar gereja. Dan bertahun-tahun bagi saya kedua huruf itu tidak menjelaskan apa-apa. Setelah SMP barulah guru agama saya menjelaskan bahwa huruf pertama dan huruf terakhir itu adalah sebuah simbol yang mengatakan Tuhan adalah adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Saya pun manggut-manggut dan memegang penjelasan guru saya itu sebagai sebuah kebenaran yang sempurna.

Namun setelah saya belajar teologi di STT Jakarta Jalan Proklamasi, dan selama hampir satu semester membahas kitab Wahyu bersama Doktor Lhim Khiem Yang (yang menurut saya seorang pintar yang luar biasa merendah dan bersahaja), mata dan hati saya baru terbuka apa sebenarnya makna Alfa dan Omega itu, dan mengapa kedua huruf itu harus diukirkan di meja altar itu. Untuk benar-benar memahami makna ucapan Kristus dalam Kitab Wahyu itu kita harus menempatkannya dalam konteks ketika firman itu pertama kali disampaikan. Yaitu: gereja sedang diburu dan dianiaya oleh imperium Romawi dan begitu banyak orang Kristen (yang tidak mau menyembah Kaisar) dipenjara, dibakar hidup-hidup, diadu dengan binatang buas atau gladiator di stadion, atau harus melarikan diri dan hidup bersembunyi di ruang-ruang bawah tanah. Karena itu pernyataan Kristus bahwa Dialah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Maha kuasa sungguh-sungguh menguatkan iman dan menghibur gereja yang sedang menderita aniaya. Bukan Kaisar Roma, melainkan Kristuslah sesungguhnya Tuhan, Juruslamat, dan Allah Yang Maha kuasa.

Kini saban kali Saudara dan saya bergumul dengan masalah, merasa diri begitu kecil dan lemah, sendiri memilih dan menanggung risiko kebenaran, atau ketakutan akan ketidakpastian masa depan, lihatlah kepada Salib dan simbol Alfa dan Omega di altar itu. Masalah, pergumulan, penderitaan, atau bahkan orang jahat yang mengancam kehidupan Saudara tidak abadi dan tidak maha kuasa. Jangan lemah dan berputus-asa. Kristus yang mati tersalib itu telah bangkit kembali dan kini Dia adalah Tuhan yang mulia, Alfa dan Omega, Yang Maha kuasa. Dia setia dan selalu hadir dalam hidup Saudara dan saya, dari dulu sampai selama-lamanya.

Doa:
Ya Kristus, Engkaulah Yang Awal dan Yang Akhir, Tuhan Yang Mahakuasa. Hanya Engkaulah yang kami puja dan sembah. Hanya kepadaMulah kami bergantung dan berserah. Teguhkanlah iman kami menghadapi kenyataan hidup. Saat kami letih, lemah atau sakit, atau merasa takut, berkenanlah Engkau menyatakan diriMu kepada kami agar kami tidak sesat atau putus asa. Engkaulah Tuhan dan Junjungan kami kami dalam suka maupun duka. AMIN.

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Share on Facebook

4 Responses to Siapa Alfa dan Omega

  1. St JPH on May 20, 2008 at 5:20 am

    Memahami Alfa dan Omega (yang awal dan yang akhir) seperti Simbol yang kita lihat dibeberapa gereja menurut saya sama dengan memahami Trinitas seperti Khotbah amang Pdt DTA(Minggu 18 Mei) harus dengan Iman. Tuhan adalah yang awal dan yang akhir, sudah ada sebelum dunia ada dan dunia akan berakhirpun Dia tetap ada, bagi saya kita harus mengimaninya dengan sungguh-sungguh.

  2. Martin Hutajulu on May 21, 2008 at 12:57 am

    mungkin bukan hanya awal dan akhir aja ya amang… bisa juga kan dalam suka maupun duka, senang maupun sedih… kan terkadang bukan hanya persoalan input dan output…tapi juga “proses”… mohon pencerahannya amang…

  3. Djonggi Manaor on May 21, 2008 at 12:05 pm

    Jadi sebenarnya lambang Alpha & Omega itu secara teologis terkait dengan Kristus Yesus, artinya tidak sesederhana bahwa Allah Bapa itu adalah awal dan yang akhir ya Pak Pendeta. Thanks atas sedikit pencerahannya.
    Tapi kok pake bahasa Yunani ya… kok bukan latin, yahudi atau aram ?

  4. bona on September 18, 2013 at 11:27 pm

    Dialah yang awal (Dia tlah ada sblm dunia diciptakanNya) dan Dialah yang akhir (Dia tetap ada sekalipun dunia telah kiamat), orang-orang benar akan bersamanya klak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*