Doa-doa Dalam Kesesakan

April 28, 2008
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Senin 28 April 2008:

bird-20.jpg

Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah, yang membenarkan aku. Di dalam kesesakan Engkau memberi kelegaan kepadaku. Kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku! (Mazmur 4:2)

Ada saat-saat dimana hati kita sangat sesak dan pikiran kita begitu kalut. Ibarat seorang yang terperosok ke jurang dalam, tersesat di hutan belantara sunyi, atau terkepung musuh yang terlalu kuat. Itu bisa diakibatkan oleh banyak dan beratnya masalah yang kita hadapi sehari-hari: terus membubungnya harga-harga bahan pokok, mahalnya biaya pendidikan, diri atau keluarga sakit, konflik rumah tangga, tekanan atasan di kantor, beban hutang atau pinjaman, kegagalan usaha, kenakalan anak, kesepian, kematian orang yang sangat dikasihi dan seribu satu masalah lain.

Dalam kesesakan hati itu sang pemazmur mengajak kita berseru atau “berteriak” kepada Allah dan Dia pasti akan menjawab kita. Dia adalah Allah yang penuh kasih, perduli dan memperhatikan kita. Dia selalu siap sedia menolong kita dan pertolonganNya tidak pernah terlambat. Kebaikan dan kesetiaan Allah ini yang segera melegakan perasaan dan menenangkan pikiran kita setiap kali berdoa atau berseru memanggil namaNya.

Mungkin saja masalah yang kita hadapi itu sangat kompleks dan membutuhkan cukup banyak waktu untuk menyelesaikannya. Atau, memerlukan usaha yang luar biasa keras dan tekun untuk keluar darinya. Atau malah kita harus menerima begitu saja keadaan sukar itu sebab memang tidak ada jalan lain, misalnya kematian anggota keluarga atau sahabat (catatan: beberapa penyakit tidak bisa disembuhkan atau minimal tidak bisa sembuh total, dan karena itu harus diterima dengan ikhlas dan damai). Masalah lain tidak bisa kita selesaikan karena sangat tergantung kepada penguasa atau pemerintah. Contohnya: kenaikan harga bahan kebutuhan sehari-hari.

Namun hari ini kita dikuatkan. Cepat atau lambat, sulit atau mudah, terselesaikan atau tak terselesaikan masalah itu, doa-doa kita kepada Allah selalu membuat jiwa kita lega dan dan pikiran kita tenang. Allah selalu hadir dan tersedia menolong kita. Dan Dia selalu mempunyai kekuatan, cara atau jalan tersendiri membantu kita. Dia mampu menolong kita mengubah keadaan atau malah mengubah hati kita untuk menerima keadaan yang tidak terelakkan. Dia adalah Tuhan dan Penyelamat kita.

Doa:

Ya Tuhan Allah, kami berseru-seru memanggil namaMu dalam kesesakan hati kami. Kasihanilah dan tolonglah kami. Mampukanlah kami dengan kuat-kuasaMu dan damai sejahteraMu menghadapi berbagai masalah hidup kami. Ya, Allah berilah kami selalu hati dan pikiran yang tenang, jernih dan sehat. Kami bersyukur Engkau menyediakan diriMu bagi kami setiap saat. TanganMu sungguh kuat dan pertolonganMu tidak pernah terlambat. Sebab itu kami bersyukur dan memohon kepadaMu. Dalam Yesus. AMIN.

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Kembali ke halaman muka:

Share on Facebook

7 Responses to Doa-doa Dalam Kesesakan

  1. Pangondian Ritonga on April 28, 2008 at 10:42 am

    Puji Tuhan… Sangat memberi spirit untuk dapat bertahan dalam kesesakan dalam mengarungi hidup yang semakin banyak masalah. Ayat ini saya kirim ke sahabatku yang baru ditinggal pergi suaminya untuk selamamnya. Saya yakin ayat ini akan dapat menguatkan dia saat ditimpa masalah yang dia hadapi….Kasih Yesus menyertaimu sahabat

    Hanya saja tanggalnya koq Senin 27 April 2008 Pak Pendeta ?

    Daniel Harahap:
    Thx atas koreksinya. Segera diperbaiki. :-)

  2. grace siregar on April 28, 2008 at 12:09 pm

    “Namun hari ini kita dikuatkan. Cepat atau lambat, sulit atau mudah, terselesaikan atau tak terselesaikan masalah itu, doa-doa kita kepada Allah selalu membuat jiwa kita lega dan dan pikiran kita tenang. Allah selalu hadir dan tersedia menolong kita. Dan Dia selalu mempunyai kekuatan, cara atau jalan tersendiri membantu kita. Dia mampu menolong kita mengubah keadaan atau malah mengubah hati kita untuk menerima keadaan yang tidak terelakkan. Dia adalah Tuhan dan Penyelamat kita.”

    Siang2 baca kata2 ini, menyejukkan hati..Sungguh ‘kena’ dengan apa yang kualami saat ini.

    Makasih ya amang..Tuhan memberkati!

  3. Kristian Silitonga on April 28, 2008 at 2:57 pm

    Apa kabar among? Terlambat kabar anak penyu tiba di pendengaranku. Horas…..! Kance lamo, Yappon Associate! Hehe.

  4. SIBUEA, RH on April 28, 2008 at 4:28 pm

    salam sejahtera….

    Hari-hari semakin sulit..sesuai dengan nubuat injil…roh-roh penipu dan nabi-nabi palsu dengan memanfaatkan segala keadaan manusia; miskin, kelaparan, pengangguran, narkoba, orang kaya ketakutan dan segala kesulitan-kesulitan lainnya.

    Berdoalah karena tertulis di Matius 26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

    Bahkan Yesuspun berdoa didalam kelemahan paling mendasar dikemanusiaannya karena menghadapi kematian dengan berdoa ;
    Matius 26:42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!”

    Selamat Bekerja. Tuhan Memberkati. Amin.

  5. St JPH on April 28, 2008 at 5:05 pm

    Ulasan amang baik dan sangat mudah dipahami. Minggu kita kemarin adalah Minggu Rogate (martangiang). Amang Pdt Gomar Gultom dlm khotbahnya mengatakan ORa Es Labora Ora Es Labora artinya kira kira pekerjaan kita sebagai doa,memang beda tipis dengan Ora Et Labora,tetapi manapun yang dipakai maknanya hampir sama. Tetaplah tekun dalam berdoa kapanpun dan dimanapun, Tuhan memberkati.

  6. kenzo on April 28, 2008 at 7:48 pm

    Syalom, amang pendeta. mungkain kondisi saat ini sangat tidak mengenakkan dan wajar banyak orang lari dari keimananya, karena sesuati yang duniawi, semoga bagi kami tidak. doakan ya amang. gbu

  7. Kartika Saragih on April 29, 2008 at 11:49 am

    Benar amang, hidup sekarang semakin sulit ada banyak masalah yng dihadapi baik mslh ekonomi, kesehatan , keluarga dll. Saat2 seperti inilah kita diuji, krn itu jangan berhenti untuk tetap berharap & beriman bahwa pertolongan Tuhan itu datang tepat pada waktunya , Amin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*