Karunia Untuk Musa & Kita

April 26, 2008
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Sabtu 26 April 2008:
bird-13.jpg

Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani. (Keluaran 33:19b)

Ayat di atas ini terasa luar biasa mengharukan dan menakjubkan bila kita membacanya sebagai bagian dari dialog atau pembicaraan yang sangat intim atau dekat antara Musa dan TUHAN. Alkitab menyaksikan rupanya TUHAN selalu berbicara kepada Musa begitu dekat, berhadapan muka, persis dua orang bersahabat di dalam kemah. (Kel 33:11).

TUHAN mengutus Musa memimpin bangsa Israel mengembara di padang gurun menuju Tanah Perjanjian. Musa meminta agar TUHAN menunjukkan jalanNya dan agar Musa dapat mengenal Dia. TUHAN menjawab Musa bahwa Dia sendiri yang akan membimbing Musa dan memberi ketenteraman hati kepadaNya.

Musa bertanya lagi bagaimanakah dia bisa mengetahui bahwa dia telah mendapat kasih karunia dari TUHAN dan bahwa TUHAN membimbing bangsa itu. Dia meminta jaminan penyertaanNya. TUHAN mengiyakan permintaan Musa karena dia telah mendapat kasih karuniaNya.

Musa meminta bukti kasih karunia TUHAN itu. Dia memohon agar diijinkan melihat kemuliaan TUHAN. Menarik sekali, permintaan itu pun dikabulkan TUHAN. Musa diijinkan melihat kemuliaan TUHAN dan bahkan dilindungi oleh TUHAN sendiri di sebuah ceruk gunung agar dia tidak memandang wajah TUHAN. Sebab siapa yang memandang wajah TUHAN akan mati. Cukuplah Musa memandang TUHAN dari belakang saja. Menjawab hambaNya itu TUHAN berkata: “Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani.” Lantas TUHAN pun lewat dengan kemuliaanNya dan Musa pun rebah ke tanah menyembah. (Kel 34:8, lih juga Kel 3:5)

Apa yang bisa kita katakan tentang semua hal ini? Menurut saya hanya satu: betapa bahagianya Musa. Ya betapa bahagianya Musa dapat bersahabat dan begitu dekat dengan TUHAN. Dia mendapat kasih karunia dari TUHAN bahkan diijinkan melihat kemuliaan TUHAN sendiri.

Lantas bagaimana dengan kita? Dalam Yesus kita juga mendapat kasih karunia untuk berjumpa dan mengenal Allah. Dia adalah Anak Allah yang telah turun ke dunia, tinggal bersama kita, mengambil bagian dalam suka dan duka kita. Dia adalah Sahabat kita. Dalam Yesus (ajaran, teladan, tindakan, penderitaan, kematian dan kebangkitanNya) kita juga diijinkan melihat kemuliaan Allah sebagaimana dilihat oleh Musa. Adakah lagi yang lebih bahagia daripada kita?

Doa:

Ya TUHAN Allah, Engkau sungguh mengasihi Musa hamba dan sahabatMu. Engkau menyertai, menentramkan hati, dan bahkan mengijinkan dia menyaksikan kemuliaanMu. Dalam Yesus, AnakMu, Engkau juga telah membukakan diriMu kepada kami dan membiarkan dikenal oleh kami. Kami juga telah mendapat kasih karunia menyaksikan kemuliaanMu dalam penderitaan dan kematian serta kebangkitan Yesus AnakMu. Betapa hati kami bahagia dan bersyukur. Sekarang kuatkanlah kami untuk bekerja dan berkarya, serta melayani sesama kami, agar kemuliaanMu juga boleh terpancar melalui hidup kami. AMIN.

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Kembali ke halaman muka:

Share on Facebook

Tags: , ,

One Response to Karunia Untuk Musa & Kita

  1. lambas siregar on April 29, 2008 at 4:46 pm

    Tepat dan benar amang, saya bertobat dari skeptisisme karena terlalu mengandalkan metode berpikir positivisme logisme dalam mempercayai kekristenan, artinya saya beriman dalam kendali rasio. Ini menjadi suatu tragedi kegagalan terbesar dalam keagamaan maupun filsafat atau ilmuwan yaitu Siapakah Allah ? Mari kita mencari Allah, seolah-olah Tuhan itu hilang dan mari melakukan ritus-ritus agama/amal untuk menyetir Allah seolah-olah kehebatan manusia menjadi standar bagi Allah, dll. Akhirnya tanpa sadar agama gagal mengenal Allah karena Allah begitu jauhnya/terisolasi bagi manusia pencari Allah ini. Tapi syukurlah. Hanya oleh anugrah, “Sola Gratia”, Allah rela menyederhanakan diri kepada umat pilihanNya supaya bisa dikenal. Pencipta rela masuk ke dalam dunia ciptaanNya sendiri dan dibuktikan oleh sejarah bahwa Allah datang berjumpa dengan umatNya dalam Tuhan Yesus. Sehingga kita beroleh pengenalan dan persekutuan dengan Allah. Di luar Tuhan Yesus manusia tidak mungkin mengenal Allah dengan tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*