Almanak Jumat 25 April 2008:
Ada 2(dua) pesan Tuhan yang disampaikan kepada kita hari ini. Pertama: berusaha hidup damai dengan semua orang. Rasul Paulus katakan: Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! (Roma 12:18). Sebelumnya Yesus telah bersabda: pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu sebelum mempersembahkan persembahanmu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan (Matius 5:24-25). Artinya: Tuhan melarang kita menciptakan, memelihara apalagi mengabadikan permusuhan. Sebaliknya Dia memerintahkan kita agar selalu hidup baik-baik dengan orang-orang lain di sekitar kita serta mau berdamai kembali dengan mereka yang terlibat konflik dengan kita. Tentu lain soalnya jika orang lain itu yang tak mau.
Namun ada pesan kedua: hiduplah dalam kekudusan. Kata kudus berasal dari kadosy yang secara harafiah bermakna diasingkan atau dipisahkan untuk suatu maksud khusus. Dalam perspektif iman Kristen kudus karena itu artinya sama saja dengan: dikhususkan hanya menyembah, taat dan setia kepada Tuhan.
Bagaimana kita menghubungkan kedua pesan tersebut? Inilah renungan yang sangat menarik dan dalam. Seringkali demi berdamai dengan orang lain kita tergoda untuk melanggar prinsip-prinsip iman, kebenaran dan perintah Tuhan. Padahal Tuhan tidak mengijinkan perdamaian jadi alasan melanggar kekudusan atau kebenaran. Sebaliknya demi hidup kudus, setia dan taat kepada Tuhan kita juga seringkali mengorbankan perdamaian atau memelihara permusuhan dengan sesama. Itu pun tidak disukai Tuhan. Lantas apa? Tetaplah pegang keduanya: hiduplah damai tapi tetap kudus. Sebaliknya: hiduplah kudus namun selalu berdamai dengan semua orang.
Doa:
Ya Tuhan, Engkau adalah Allah yang kudus. Engkau memanggil kami hidup kudus, taat kepada hukum dan menjunjung kebenaran. Namun Engkau juga Allah yang penuh kasih dan menyuruh kami selalu hidup dalam perdamaian dengan semua orang. Tolonglah kami setia kepada iman, prinsip, tujuan dan panggilan hidup kami. Juga tolong kami mengusahakan hidup berdamai dan berbaikan dengan sesama kami. Secara khusus, bantulah kami berdamai kembali dengan mereka yang telah menyakiti hati kami. Dalam Kristus yang telah mati untuk mengampuni dosa kami. AMIN.
Pdt Daniel Taruli Asi Harahap
Share on Facebook
Selamat Pagi…
Jumat ini sangat sejuk jika kata DAMAI dan KUDUS..amang, mauliate. Saya teringat ketika mahasiswa mengikuti Konfercab GMKI Medan di Kabanjahe tahun 1994, begitu emosinya sidang berjalan ricuh dan alot memicu terjadinya gontok-gontokkan. Melihat itu, senior saya Ruby Panjaitan mengambil mikrofon dan berteriak…..DAMAI SEJAHTERA ALLAH! Tiba-tiba semua diam dan terhening, lalu dia mengulangi lagi berpidato ” DAMAI SEJAHTERA ALLAH…ut omnes unum sint, KRISTUS YESUS……dst. Kata-kata saja begitu berkuasa jika kita mengimani kata-kata itu, apalagi jika kita refleksikan dari hati kita kepada perbuatan…mujijat dan perubahan akan terjadi itu pasti. Damai dan Kudus akan bertitik temu dalam DAMAI SEJAHTERA ALLAH, artinya semua pengajaran KRISTUS dalam Injil jika kita “study and act” akan bermuara pada DAMAI SEJAHTERA ALLAH….(intermeso: makanya cuma ada satu ayat yang menuliskan DAMAI SEJAHTERA ALLAH, Filipi 4:7..) GBU.
horas amang…
renungan hari ini benar2 menguatkan aku…
terkadang memang aku dihadapkan pada pilihan berbuat baik ato hidup kudus…
tapi aku kembali dikuatkan bahwa hidup kudus lebih didahulukan… baru berkat2 melimpah, bener gak amang?
wah lagi produktif nih Pak Pendeta kita. Lanjut terus.
Aku baru memposting wawancara dengan Gus Dur mengenai solidaritas sosial di antara para pemeluk agama :
http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/04/25/islam-itu-agama-damai/
Horas
Mauliate
Robert Manurung
http://ayomerdeka.wordpress.com/