Almanak Rabu 23 April 2008:
Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? (Lukas 18:7)
Alkisah di sebuah kota ada seorang hakim yang tidak perduli kepada siapa pun. Tak takut kepada Allah dan tak hormat kepada manusia mana. Namun ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu meminta pertolongannya membela perkaranya. “Belalah hakku terhadap lawanku.” pintanya saban kali. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak permintaan tolong janda itu. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.”
Itulah perumpamaan atau tamsil yang dikatakan Yesus untuk mengajarkan murid-muridNya agar rajin, tekun dan tidak pernah jemu berdoa. Allah sama sekali bukan seperti hakim yang tidak perduli kepada siapa pun yang dikisahkan perumpamaan itu. Dia justru adalah Allah yang penuh kasih dan kemurahan. Sebab itu Yesus mengucapkan pertanyaan retorik seperti ayat di atas: Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Maksudnya, sedangkan hakim yang egoistis, cuek dan tidak perduli kepada siapapun, akan luluh juga hatinya jika didatangi terus-menerus. Apalagi Allah kita yang melimpah dengan rahmat itu. Dia adalah Allah sangat sabar memperhatikan dan memperdulikan umatNya.
Sebab itulah Yesus mengingatkan janganlah jemu-jemu berdoa (Luk 18:1). Hal yang sama dikatakan Rasul Paulus kepada jemaat Kolose dan Tesalonika juga Efesus (Kol 4:2, 1 Tes 5:17, Ef 6:18). Tentu maksudnya disini bukanlah supaya kita memaksakan keinginan atau ambisi kita kepada Allah. Bagaimana pun juga Allah tidak bisa dipaksa, didikte atau diperalat oleh kita. Yang dikatakan Yesus dan juga Paulus adalah agar kita jangan pernah merasa sungkan, malu, takut atau malas mengungkapkan isi hati kita terdalam kepada Allah. Lebih dari itu: agar kita berkomunikasi dari hati ke hati denganNya saban hari. Mengapa? Sebab Dialah Sang Bapa, Penolong, dan Pelindung. Kita adalah anak-anak yang dikasihi dan didukungNya.
Doa:
Ya Tuhan Allah, syukur dan terima kasih bagiMu sebab Engkau selalu mengabulkan doa-doa kami. Kami lebih bersyukur lagi sebab tidak ada satu pun kekuatan di dunia ini yang dapat menahan atau menghambat doa-doa kami kepadaMu. Engkau adalah Allah, Bapa, Penolong dan Pelindung kami. KepadaMulah kami mencurahkan seluruh isi hati kami: harapan, kerinduan, keinginan dan keluhan kami. Terima kasih atas kesabaranMu mendengar doa-doa kami. BagiMulah segala pujian, hormat dan syukur. Dalam Kristus yang telah mengajar kami berdoa… AMIN.
Pdt Daniel Taruli Asi Harahap
Share on Facebook
Syalom dan Horas ma di hita !
Allah Peduli.. memang, hona tu roha bah!
Sering saya kurang menyadari pemeliharaan dan berkat-berkat Allah karena Tuhan sepertinya jauh… sekali, terasa seperti tidak ada jawaban dari doa-doa.
Apakah doa sekaligus dosa? Bisa juga yaa.. karena berdoa mirip seperti melakukan investasi yang sering mengukur untung atau rugi/kecewa.
Kalau doa terjawab wah Dia memang benar-benar Tuhan, kalau tidak ? bisa aneh-aneh deh marungut-ungut kayak lagu operanya Tilhang Gultom
” Tudia nama au lao nadangolon “.
————————————
Lagu Kidung Jemaat dan Firman Tuhan lebih mantap lagi alias klop :
” Mari kita hitung berkat-berkat Tuhan niscaya kau akan mengerti “, berarti Allah peduli bukan?. Akhirnya saya mulai sadar bahwa Allah berdaulat dan doa prioritasnya adalah mengagungkan Bapa Sorgawi, memuji Namanya, bersyukur. Kemudian menyampaikan permohonan buat kebaikan dunia dan orang lain baru giliran kita sendiri. Doa menjadi permohonan supaya kehendak Tuhanlah sajalah yang jadi dan terbaik bukan kehendak kita.
Bagaimanapun buruknya nasib kita Dia tetap Tuhan yang peduli. Songoni ma jolo ate ditambai angka dongan ma !
Mauliate
Horas, selamat siang..
Roma 8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
ALLAH itu MAHA KASIH, tapi terkadang kita yang bebal dan tidak tahu cara meminta melalui doa (kita tidak fokus, tidak menyangkal diri dan pikiran melayang-layang, nafsu dan mendikte ALLAH). Saya pernah dengar di kapel USU Medan, ada tukang becak yang kakinya pincang berdoa sendirian dengan nada keras seperti ini: “Tuhan, kenapa aku sejak lahir pincang , jelek dan miskin? Abang ku..ganteng dan kaya? Kenapa aku harus menderita, sering ditangkap polisi dan dipenjara?”
Adakah yang salah dari doa ini? Kita orang beriman pasti tahu jawabannya…kita sering mengingatkan anak-anak kita berdoa dengan kata-kata bagus tapi kita lupa menanamkan tanggungjawab rohani akan arti doa itu..bukan bagusnya kata-kata tapi hati kita dalam berdoa, sebab sering kali doa yang tidak terucap dalam doa kita itulah yang dipenuhi TUHAN..seperti yang tertulis di nats di atas..DAN JAWABAN DOA ADA 3 KEMUNGKINAN DIJAWAB…DITOLAK, DITUNDA DAN DITERIMA! Bagi orang Kristen jika kita berdoa dalam roh jawabannya…”DITERIMA…” Amin.
Daniel Harahap:
Kata diterima itu masih bervariasi: diterima sepenuhnya, diterima sebagian, diterima dengan catatan, atau bahkan diterima lebih dari apa yang diminta (Ef 3:20)
hahahahahaha……
setuju semua komen-nya….teruskan saja pelihara firman TUhan didalam kehidupan kita setiap saat….it’s really FANTASTIC……!!!!!
salam….
Sibuea dan Lae Lambas mantap ulasannya, boleh juga nih jadi calon Sintua ha ha ha ha ha.
horas matutu
Tuhan itu slalu peduli dengan kita hanya kita tidak sadar aja bahwa dia slalu memberikan yang terbaik untuk kita