Jadilah Kaya dan Sangat Kaya!

April 22, 2008
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Selasa 22 April 2008:

bird-of-paradise.jpg

Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia? (Yakobus 2:5)

Kemiskinan atau kekayaan acapkali semata-mata dihubungkan dengan pemilikan materi atau uang. Seseorang dicap miskin bila memiliki materi (tanah, rumah, furniture, logam mulia, uang, dll) sangat sedikit atau malah hampir tidak ada. Sebaliknya dicap kaya bila orang tersebut memiliki materiĀ  sangat banyak dan berkelimpahan.

Hari ini Rasul Yakobus dalam suratnya mengajak kita melihat kemiskinan dan kekayaan tidak hanya sekadar pemilikan harta material tetapi juga spiritual dan moral. Dia menyebutkan sebuah istilah baru: kaya dalam iman. Apa maksudnya?

Pertama: iman atau kepercayaan (baca: menggantungkan atau menyerahkan diri) kepada Allah membuat kita paham dan sadar bahwa hidup kita bersumber dari Allah dan dijamin olehNya. Dia adalah Allah yang menciptakan dan memiliki langit, bumi dan segala isinya. Ketika kita beriman, menggantungkan atau menyerahkan diri senantiasa kepadaNya – apalagi sungguh-sungguh percaya bahwa kita sangat dicintai dan bahkan telah diangkatNya menjadi anak-anakNya – sebenarnya tidak ada lagi alasan untuk merasa miskin atau tidak memiliki apa-apa di dunia ini. Sebaliknya kita merasa kaya atau sangat kaya karena kita telah dimiliki-memiliki Allah Bapa dan AnakNya, dan bahkan menerima RohNya dalam hati kita. Keyakinan itulah yang membuat hati kita tenteram bekerja dan berusaha untuk mendapatkan apa yang kita perlukan selama hidup di dunia ini.

Kedua: iman dan kepercayaan kepada Allah itu menyadarkan kita bahwa tujuan hidup kita di dunia ini bukan sekadar untuk menumpuk materi lantas dicap kaya kemudian dihormati dimana-mana. Materi atau uang itu sangat penting namun tetap bukan tujuan akhir atau tujuan satu-satunya bagi kita. Allah memanggil kita untuk menerima hidupNya sendiri, yaitu hidup yang penuh dengan makna, sukacita, damai sejahtera dan kasih. Hidup sejati atau hidup sebagaimana Allah yang kekal itu sama sekali tidak tergantung kepada jumlah pemilikan materi. Sebab itu orang-orang beriman (baca: telah menerima hidup Allah) selalu merasa sangat kaya dan berkelimpahan di dunia ini. Yaitu: kaya dengan makna hidup, sukacita, damai, kasih, kemurahan, semangat, nilai, pengetahuan dan kearifan, dan berbagai kebajikan yang dikaruniakan Allah. Itulah yang disebut Yakobus: kaya dalam iman. Sebab itu: berimanlah kepada Allah, terimalah hidup yang dianugerahkanNya dalam Yesus, dan jadilah kaya. Dan bahagia.

Doa:

Ya Tuhan Allah, Engkau memanggil kami kaya dalam iman dan pelbagai kebajikan. Penuhilah hidup kami dengan kasih dan damaiMu. Biarlah kami bekerja keras dan berusaha meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat kami dengan penuh semangat dan sukacita. Ya Allah, jauhkan rasa kuatir apalagi perasaan miskin tak berdaya dari kami. Sebaliknya isilah hati kami dengan RohMu agar kami sungguh-sungguh dapat percaya dan mengalami kekayaan hidup yang telah Engkau anugerahkan dalam Yesus, AnakMu. AMIN.

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Share on Facebook

Tags: , ,

4 Responses to Jadilah Kaya dan Sangat Kaya!

  1. SIBUEA, RH on April 22, 2008 at 8:02 am

    Pagi Amang…damai sejahtera menemani hidup kita hari ini!
    Markus 11:23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.

    Jika kita kaya iman (teguh, stabil dan fokus) jangankan uang dan harta, gunung pun bisa kita perintah. Seorang pengkotbah pernah berkhotbah, ” Orang kaya harta ditepuk tangani belasan orang saja tapi orang kaya iman oleh ribuan orang bahkan yang kaya harta ikut bertepuk tangan, dan orang kaya wajahnya merah selalu (seperti menimbulkan amarah) tapi orang kaya iman wajahnya berseri ada sinar terpancar dari wajahnya….”seperti wajah KRISTUS,” setiap orang yang memandangnya akan damai selalu! GBU.

  2. st. edison siahaan on April 22, 2008 at 10:27 am

    Amang Pdt. DTA Yth.
    Jujur saja Amang, sebagaimana pengalaman Amang dalam buku “Anak Penyu Menggapai Laut” Bosan dengan kemiskinan pada dasarnya juga dialami oleh banyak orang termasuk saya! Namun suatu hal yang dapat menguatkan saya (terlebih istri saya yang selalu mengumandangkannya) “adalah lebih baik memberi daripada menerima”. Marilah kita memberi dari kelebihan dan/atau kekurangan (Luk. 21:4) sehingga kita dapat terbebas dari kebosanan atas kemiskinan.
    Bukan begitu Amang Pendeta, Tuhan memberkati! Horas HKBP Serpong.

  3. maria on April 29, 2008 at 3:52 pm

    siang amang,
    salam kenal.
    ak mau shere ke Amang, mohon kasih pandangan, ak lg butuh kata2 penegasan utk hidup,
    ak sdh bekerja di pekerjaaan ku sekarang dah 2 tahun di Jakarta, dan sekarang ak ada lowongan utk posisi yang bisa dibilang maju 1 langkah, namun di tempat kan di Batam. ak dah minta ijin ma Dirut di kantor utk resign, namun beliau tidak rekomendit utk keluar karena ke Batam, mohon pandangannya utk memberitahukan pandangan kepada atasan ak itu (Dirut).
    trims A.mang
    GBU

  4. D.Sembiring Brahmana. on July 31, 2009 at 3:26 pm

    Syalom, Bpk Pdt.Daniel ….

    Setelah saya membaca tulisan Pdt ,wawasan saya bertambah luas(kaya dlm iman),dan ini saya teruskan atau share kan pada kebaktian keluarga minggu ini,khusus jemaat GBKP di wilayah kami tinggal (Tambun-Bekasi Jawa Barat).
    Kita lahir dan pergi kepangkuanNya tidak membawa apa2,kaya kalau dapat bersyukur atas apa yang dianugrahkanNya kepada kita dan memberikan persembahan sesuai dengan kemampuan yang diberikan kepada kita masing2.Dan kita diingatkan : Akar dari segala kejahatan ialah cinta uang (1 Timotius 6 : 10).
    Tuhan Yesus memberkati.
    Majelis GBKP Tambun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*