Almanak Senin 21 April 2008:
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus. (Mazmur 98:1)
Mengapakah orang Kristen selalu bernyanyi dalam ibadahnya, juga dalam hidupnya sehari-hari, dan sebagian besar lagu itu merupakan puji-pujian kepada Tuhan Allah? Apakah Allah sangat haus akan pujian dan baru menurunkan berkat dan rahmatNya jika disanjung dan dipuja-puji?
Mazmur hari ini, dan seluruh mazmur yang tersebar di Alkitab, mengingatkan kita bahwa lagu puji-pujian bukanlah sebuah syarat atau stimulans untuk mendapatkan rahmat dan kebajikan Tuhan Allah. Kita bernyanyi memuji Tuhan bukanlah supaya Dia baik dan menolong kita, atau sebaliknya, supaya Dia tidak marah dan lantas menghukum kita. Tuhan Allah baik dan penuh rahmat sejak awal sampai selama-lamanya. Dia mengasihi umatNya dan memberikan diriNya tanpa pamrih. Dia tidak perlu disogok dengan pujian agar memberikan berkatNya. Kalau begitu apa makna lagu pujian itu?
Puji-pujian adalah respons atau tanggapan kita terhadap kasih, kebajikan, kemuliaan dan keagungan Tuhan Allah kita. Kita memuji Dia bukan supaya Dia baik, tetapi karena Dia baik. Bukan supaya Dia menolong kita, tetapi karena Dia justru telah menolong kita. Bukan supaya Dia tampak agung dan mulia, tetapi karena Dia memang benar-benar agung dan mulia. Ingat: tanpa lagu-lagu pujian orang Kristen kebesaran dan keagungan Allah tidak berkurang sedikit pun. Dia sendiri tidak membutuhkan apalagi menuntut puji-pujian kita sebagaimana kita juga tidak pernah menuntut anak-anak yang kita sayangi memuji-muji kita. Namun sebagai orang-orang yang telah diselamatkan, senantiasa diberkati dan dilindungi oleh Allah, tentulah kita pantas memuji-muji namaNya. Hanya puji-pujian itulah yang dapat kita lakukan sebagai ungkapan syukur dan terima kasih kita kepadaNya. Satu lagi, tentu saja: berbuat baik dan benar.
Doa:
Ya Tuhan Allah, terimalah lagu-lagu pujian kami sebagai ungkapan sukacita dan syukur kami kepadaMu. Engkau sungguh baik. Engkau telah melakukan perbuatan-perbuatan besar dalam hidup kami. Engkau merelakan AnakMu yang tunggal menderita dan mati demi kami. Engkau mengutus RohMu tinggal dalam diri kami memberi kami hidup baru. Sungguh kami hidup dan berbahagia karenaNya. BagiMulah segala hormat, pujian dan syukur sampai selama-lamanya. AMIN.
Pdt Daniel Taruli Asi Harahap
Share on Facebook
Betul amang, DIA tidak haus akan puji-pujian, bukankan gunung dan batu bisa DIA ubah untuk bersorak-sorai memuji DIA. Tidak kurang martabatNYA jika manusia berpaling tidak mau memuji DIA. Jika bersenandung bisa mengurangi “kegalauan hati” maka menyanyikan lagu-lagu pujian bisa mengurangi “kegalauan iman”. Saya punya seorang teman, ketika ia tertangkap polisi karena “judi bola” ia langsung down, malu yang luar biasa bahkan hampir menuju kebinasaan (bunuh diri), pikiran duniawinya langsung menguasai jalan pikirannya, istrinya dan empat anaknya harus menderita karenanya, usaha tokonya akan terancam, belum lagi di penjara dia bertemu dengan napi sadis yang mulai mengancam hidupnya secara fisik. Psikisnya sudah sudah hilang, secara fisik berat badannya turun 10 kg dalam waktu satu minggu! Adalah anak sekolah minggu, tetangganya iku besuk ketika istri dan anaknya mengunjunginya di sel, dia bernyanyi-nyanyi lagu TUHAN karena memang lagu-lagu itulah yang anak kecil itu bisa. Ketika keluarga itu pulang, teman saya itu dilanda sepi lagi terngiang lagu pujian anak kecil itu…iapun bersenandung pijian di tengah keterputus asaannya, sesekalipun dia berdoa dalam hati, hal yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya. Dia makin sering bernyanyi dan luar biasa! Dia menjadi kuat menghadapi semuanya, teman se selnya tidak lagi memukulinya, sipir percaya padanya sehingga ia dijadikan cleaning service (bisa keluar penjara untuk beli makanan bagi para sipir) tapi dia tidak berkeinginan kabur. Akhirnya dia divonis, dan penjara tempatnya disel di Medan menjadi “gereja” setiap jumat dan minggu. Vonis 1 tahun 2 bulan mendapat remisi 3 bulan luar biasa! Dia bebas menjadi sintua termuda di gerejanya.. Yeriko dan Paulus sudah membuktikan..kekuatan iman yang luar biasa yang tampak melalui pujian…GBU. Amin.
Syalom dan horas !
Lewat renungan hari ini, Amang Pdt. Harahap sepertinya mengajak kita semua termasuk Amang St. JP Ht.Pea menikmati asyiknya berselancar ria di atas corak gelombang kehidupan kita. Tetap bersyukur walaupun mood atau situasi berubah-ubah.
Memuliakan Tuhan dengan lagu-lagu sekaligus menghibur kita juga dan tidaklah sulit, tapi menyenangkan hati Tuhan itu bisa menjadi suatu pekerjaan yang dalam dan berhikmat.
Ketika kita mengerti dan mengalami secara pribadi bukti kasih Allah yaitu karya penebusan terbesar lewat pengorbanan ajaib kasih Kristus, maka cara,motivasi dan kesungguhan kita memuji dan menyanyikan lagu pujian pasti berbeda seperti Paulus atau Jhon Wesley yang menggubah lagu “Aut Nasaribu Hali Ganda Saringar ni Soarangku”.
Memuji Tuhan sebenarnya adalah bukti kerendahan hati dan suatu kehormatan bagi kita karena Allah tetap terhormat tanpa pujian kita. Memuji dan bersukacita adalah menjalankan mandat pelayanan Firman sekaligus menyehatkan badan dan menyegarkan tulang.
Marilah kita memuji Tuhan bukan karena faktor “mood” atau situasi.
Tapi hanya karena di dalam Tuhan Yesus saja terdapat suka cita dan penghiburan kita(si padao holso) yang penuh meluap adanya.
Mauliate.
Ulasan Amang DTA tentang Nyanyian BARU cukup bagus, jelas, mudah dicerna, enak dibaca dan perlu ( spt iklan Tempo ha ha ha.). Marilah kita Markantate. Mau dikomentari ternyata sudah dilalap habis tuntas tanpa sisa dengan bahasa yang boleh juga jam “Habangnya” ama Mr Raya Sibuea dan Mr Lambas par BSD. Satu lagi sama mantapnya dengan cerita kura2 yang diulas haha ni amang DTA (Mula Hrp). Sosok orangnyapun tak jauh dari “natinanda” ha ha ha ha sama2lah,k omentar Mr St Todung Siagian juga mantap. Kalem seperti halaknya. Mauliate. GBUs.
Saloom….Horas sasudena
Kita orang Kristen sudah selayaknya memuji Tuhan dengan pujiaan.Tetapi yang teutama adalah melakukan firman Tuhan dan diterapkan dalam kehidupan kita.Karna Injil yang bisa dilihat orang adalah buahnya.Mauliate