Almanak Jumat 18 April 2008:
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmatMu yang besar! (Mazmur 51:3)
Ini bukan doa sembarang orang. Ini adalah doa seorang raja yang berkuasa, mulia dan memiliki hampir segala-galanya, yaitu: Daud yang termashur itu. Dia dikecam habis-habisan oleh nabi Natan karena Daud dengan cara sangat licik merancang Uria, panglimanya yang setia, mati terbunuh oleh tangan musuh, agar dia dapat mengambil istrinya yang cantik, Batsyeba. Sang raja rupanya tidak mampu membunuh keinginannya untuk mendapatkan perempuan cantik yang pernah dilihatnya sedang mandi matahari di atap rumahnya itu, dan akibatnya dia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Namun yang menarik direnungkan: ketika ditegur dan dituding oleh nabi Natan di istananya sendiri, Daud tidak tersinggung dan marah, lantas membunuh nabi itu. Alih-alih membela diri atau balik menyerang orang lain agar kesalahan tidak terbongkar, sang raja malah bersujud mengaku telah berdosa kepada Allah dan memohon belas kasihanNya.
Apa yang bisa kita pelajari dari Daud? Pertama, semua manusia berdosa. Artinya: siapa saja manusia dapat melakukan kekeliruan atau kesalahan, bahkan kesalahan fatal dan kejahatan keji. Pertambahan umur, pendidikan, pangkat dan jabatan, posisi penting di masyarakat atau bahkan gereja, tidak membuat seseorang bebas melakukan kesalahan. Orang yang sangat dihormati atau termashur sekali pun seperti Daud bisa melakukan kejahatan. Itu artinya: kita harus rendah hati, kritis dan menguasai diri. Yang lebih penting: serius menegakkan hukum dan keadilan. Kedua: kesalahan itu manusiawi. Semua orang bisa jatuh. Namun menutup-nutupi kesalahan, berbuat kesalahan atau kejahatan baru untuk menutupi kesalahan yang lama, mengelak dari tuntutan hukum atau membengkokkan hukum untuk membela diri, sama sekali tidak bisa ditolerir. Disinilah Daud sungguh-sungguh mengajari kita. Alih-alih melakukan kesalahan atau kejahatan baru: Daud mengaku dosanya dan memohon pengampunan dari Tuhan Allah.
Pertanyaan: bagaimana Saudara dan saya?
Doa:
Ya Tuhan kami mengaku orang berdosa. Dari dalam diri sendiri kami memiliki bakat dan kemampuan, bahkan kecenderungan berbuat salah dan jahat. Kasihanilah dan ampunilah kami. Tambahkanlah kekuatan kami mengkritisi diri sendiri, mengawasi dan menguasai diri kami, agar kami tidak jatuh ke dalam dosa. Namun saat kami terlanjur berbuat dosa, ajarlah kami jujur dan mau mengaku dosa kami selanjutnya memohonkan pengampunanMu. PadaMu sungguh ada pengampunan dan hidup baru. AMIN.
Pdt Daniel Taruli Asi Harahap
Share on Facebook
mauliate amang, untuk almanak hari ini..
Amang Pdt. DTA Yth.
Komen saya diawali dari statement :”Kesalahan itu manusiawi”. Tidak tertutup bagi seorang Nabi (yang diurapi Allah) sekalipun, Daud! Dosanya mengerikan sekali “Berzinah” (1 Kor 6 : 18b).
Namun, yang paling spektakuler adalah Allah mengijinkan cerita ini dicatatkan dalam Alkitab tanpa tedeng aling-aling. Apa artinya? Tidak seperti sikap dunia ini yang cenderung menceritakan yang baik-baik saja dari berbagai peristiwa baik yang dialaminya sendiri maupun yang dialami orang lain.
Trims, amang renungannya yang menguatkan saya untuk dapat merendahkan diri di hadapan Tuhan tatkala sekitar mengingatkan saya atas kekeliruan saya sekalipun dia yang mengingatkan itu jauh di bawah status sosial saya.
Terima kasih Tuhan, Engkau mengingatkan saya melalui sekitar saya sehingga dengan demikian saya mengaku dosa dan pelanggaran saya dihadapan-Mu, Amin (1 Yoh. 1 : 9).
Horas Amang,
Renungan hari ini kembali mengingatkan kita semua bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Jadi sudah seharusnya kita segera meminta maaf kepada Tuhan jika kita melakukan dosa dan kesalahan. Bukan mencoba bertahan dan menutupinya, atau menganggap tidak ada masalah.
Juga kita seharusnya segera memaafkan orang yang yang bersalah kepada kita, supaya tidak ada dendam atau benci di hati kita.
Memang mudah mengatakannya namun berat melakukannya, oleh karena itu kita harus senantiasa berdoa pada Tuhan mohon kekuatan untuk dapat mohon maaf dan memaafkan.
Terima Kasih Amang atas renungan hari ini.
Nabi Daud mengakui kesalahan dan dosanya pada Tuhan, kita juga demikian dan yang terpenting aplikasi saling memaafkan diantara manusia perlu dinyatakan tanpa menunggu pihak lain. Saling berlomba berbuat damai di antara sesama membuat Tuhan tersenyum dari surga.
Syalom,
Memang sudah seharusnya kita mengaku dosa kita kepada Allah…karena ga ada yang bisa kita tutup tutupi dari Allah…
Thanks to Amang untuk renungan hari ini.
Tuhan memberkati.