Cinta dan Hidup

April 14, 2008
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Senin 14 April 2008:

pretty-flowers.JPG

Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. (1 Yohanes 4:9)

Bagi saya pribadi kata kasih dan cinta itu sebenarnya sama. Dan saya lebih menyukai kata cinta. (Kayaknya kata kasih itu kesannya teoritis dan sedikit klise, sedangkan cinta sangat konkret). Sebab itu saya menterjemahkan ayat di atas: Allah menyatakan cintaNya kepada kita dengan mengutus AnakNya yang tunggal ke dunia ini, supaya oleh Dia kita hidup. Bukankah itu lebih dapat dipahami dan dihayati?

Ya Allah sangat mencintai kita dan tidak menyembunyikan cintaNya itu, sebaliknya menyatakannya. CintaNya kepada kita dan sebenarnya bukan hanya kita saja, tetapi seisi dunia ini (lihat Yohanes 3:16) sehingga Ia merelakan AnakNya yang tunggal untuk menderita dan mati demi kita, supaya setiap yang mempercayakan dan menggantungkan diri kepadaNya tidak hancur, sia-sia, merasa hampa atau gagal, tetapi mendapatkan hidup yang penuh makna, sukacita, damai dan bahagia. Yaitu: hidup Allah sendiri, hidup Allah yang penuh dan kekal itu.

Alangkah indahnya. Dalam atau bersama-sama Yesus Kristus, Anak Allah yang tunggal, kita hidup penuh makna, sukacita, damai dan bahagia, juga harapan, kasih dan kebenaran di negeri ini dan dunia ini. Ya di sini dan kini. Kita tidak harus meninggalkan kota, negeri atau dunia kita, pergi ke tempat-tempat jauh dan asing, untuk mendapatkan hidup yang penuh dan kekal itu. Dan kita tidak perlu menunggu nanti, tahun depan, satu abad lagi, atau sesudah mati untuk memiliki hidup yang sungguh-sungguh berkualitas atau bernilai itu. Sekarang, di rumah dan di kota kita masing-masing, hidup Allah itu dibagi-bagikan oleh Allah kepada semua orang yang mau mempersatukan dirinya dengan Kristus AnakNya. Lantas apa lagi yang harus dikeluhkan?

Alkitab tidak mengatakan segala masalah lenyap seketika dan kita yang beriman kepada Kristus hidup tanpa persoalan atau kekurangan. Kita memang masih tetap harus berpikir dan berkerja keras, serta berjuang. Banyak masalah yang menghadang. Namun kita menghadapi dan menyelesaikannya dengan hati tenang dan gembira. Bagaimanapun realitas realitas kampung, kota dan negeri ini pada saat ini kita hidup penuh sukacita, damai, kasih, semangat dan bahagia. Juga penuh kemurahan dan kebajikan Allah. Yang lebih penting: hidup bermakna atau berarti. Semua itu dimungkinkan hanya karena satu hal: Allah sangat mencintai kita. Ya, Dia sangat mencintai kita.

Doa:

Ya Allah, kami sungguh bersyukur sebab Engkau mencintai kami. CintaMu begitu besar sehingga Engkau merelakan AnakMu datang dan tinggal bersama kami, bahkan menderita dan mati demi kami. Dalam Kristus, AnakMu, kami mendapatkan hidupMu, yaitu hidup yang penuh dan kekal itu. Hidup berkualitas dan tidak terbatas. Betapa bahagianya kami. Ya Allah, berkatilah segala usaha dan pekerjaan baik yang kami lakukan agar berbuah banyak, dan kami lebih bahagia lagi. Biarlah kami terus menjadikan Yesus Kristus, AnakMu, sebagai sumber inspirasi dan motivasi, acuan dan pola, junjungan hidup kami. Dalam namaNya kami beroleh hidup kekalMu. AMIN.

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Share on Facebook

2 Responses to Cinta dan Hidup

  1. raya hasiholan sibuea on April 14, 2008 at 8:23 am

    Iya, Amang…Yesus Kristus datang karena karena kasih dan oleh kasih juga kita diselamatkan..omong kosong pelayanan kita, jika kita tidak mempunyai KASIH…342 kata di perjanjian baru mengungkapkan bahwa KASIH adalah fondasi iman kita…KASIH lebih utama dari persembahan (Mat 9:13)..hukum yang paling utama dari hukum apapun didunia (Markus 12:30-31) dan hendaknya semua pekerjaan kita harus berdasarkan kasih (1 Kor 16:14)…Roh itu kasih..jika kita tidak hidup dalam KASIH, kita tak mungkin memiliki ROH…Kasih/Cinta menurut seorang pendeta…adalah misteri pribadi yang harus selalu ada dalam hidup kita jika kita masih mau disebut MANUSIA” karena dengan CINTA kita memperoleh segalanya di dunia ini..terutama damai sejahtera ALLAH, AMIN.

  2. S. Marihot Hutahayan on April 15, 2008 at 12:18 am

    Ya Amang, cinta Tuhan Yesus sudah nyata dalam hidup kita tatkala kita bisa melewati hari-hari kita saat mendekap anak-anak dan berbincang mesra dengan istri tercinta. Saat terpancar antusiasme hidup dan ketulusan untuk berbagi senyuman dengan orang-orang sekitar kita, siapapun dia. Atau tatkala kita memandangi alam dengan kehidupan di dalamnya….. seperti kebahagiaan bersama kepakan sayap sepasang angsa Amang di kolam itu. Bah! Tuhan Yesus memang tetap hidup dalamkehidupan yang kita hidupi di dalam Dia. Saya jadi ingat perkataan sebuah buku yang saya baca baru-baru ini yang mengatakan bahwa terdapat 5 buku injil dalam perjanjian baru yang menjadi saksi hidup kehidupan Yesus. Injil kelima adalah diri kita! Yaa juga yaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*