Transparansi
Almanak Sabtu 12 April 2008:
Sebab tidak ada yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan. (Lukas 8:17)
Kita sedang hidup di suatu jaman keterbukaan atau transparansi. Berbeda dengan beberapa dekade yang lalu, manusia jaman sekarang menuntut keterbukaan atau transparansi dalam hampir seluruh aspek kehidupannya. Proses-proses politik dalam pemerintahan, pengisian jabatan-jabatan publik misalnya, dituntut agar dilakukan secara terbuka. Masyarakat ingin tahu dan merasa berhak tahu apa, bagaimana dan siapa yang menduduki jabatan tersebut. Sebab itu calon presiden atau kepala daerah dan lain-lain diminta mengemukakan apa yang ada di kepala dan hatinya, melaporkan kekayaannya, dan kalau perlu ditelisik rekam jejaknya. Bahasa pameo: orang tidak mau lagi dipaksa membeli kucing dalam karung.
Dalam kehidupan ekonomi, masyarakat juga menuntut keterbukaan. Akses kepada sumber-sumber ekonomi, kesempatan ikut serta dalam pembangunan, pengelolaan keuangan negara dan masyarakat, analisis dampak lingkungan dari suatu perusahaan, dan neraca keuangan perusahaan tidak boleh disembunyikan atau dirahasiakan, melainkan harus dibuka kepada masyarakat.
Budaya-budaya juga mengalami keterbukaan. Praktis hampir tidak ada lagi di dunia masyarakat terasing yang dapat menutup dan mengisolasi diri dengan sempurna serta bebas dari pengaruh budaya lainnya. Agama-agama juga tidak lepas dari tuntutan transparansi ini. Kecuali urusan dan masalah privat segalanya tidak boleh lagi dirahasiakan. Oleh sebab itulah gereja HKBP merumuskan visinya: menjadi gereja yang dialogis, inklusif dan terbuka.
Transparansi atau keterbukaan ini semakin dinyatakan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Secara khusus teknologi grafika atau percetakan, telekomunikasi dan satelit, serta komputer, dan terakhir internet telah menjadikan dunia ini benar-benar transparan.
Semua itu sungguh pantas kita syukuri. Dan kita lebih bersyukur lagi bahwa Yesus dua ribu tahun lalu telah menubuatkan datangnya jaman transparansi atau keterbukaan itu. Allah sendiri dalam Yesus telah lebih dulu membuka diriNya dan menyatakanNya kepada manusia. Sebab itu tidak ada yang perlu kita kuatirkan di sana. Transparansi adalah suatu sikap yang baik dan tepat. Rasul Paulus berkata: hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebajikan, keadilan dan kebenaran (Ef 5:8-9) dan telanjangilah perbuatan-perbuatan gelap dan jahat, sebab segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak (Ef 5:10,11). Sebab itu kita dapat berkesimpulan: hanya orang-orang jahat dan culas sajalah yang sangat takut kepada transparansi dan keterbukaan.
Doa:
Ya Tuhan, kami bersyukur Engkau telah membuka dan menyatakan diriMu kepada kami. Engkau telah membuka rahasia keselamatan kepada dunia. Kini kami hidup di suatu jaman yang menuntut keterbukaan di segala bidang. Mampukanlah kami anak-anakMu menyumbang kepada peradaban keterbukaan atau transparansi ini. Tolong juga gereja-gerejaMu agar menjadikan dirinya sebagai contoh sikap hidup yang terbuka dan transparan, jujur dan adil. Dalam Kristus, Terang Dunia Sejati, kami berdoa. AMIN.
Pdt Daniel Taruli Asi Harahap
Share on Facebook