Almanak Jumat 11 April 2008:
Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. (Lukas 12:8)
Gereja tidak selamanya hidup aman dan tenteram di dunia ini. Ada kalanya hubungan orang Kristen dengan dunia sekelilingnya mengalami ketegangan dan konflik. Sepanjang sejarah gereja, ada waktu-waktu dimana orang Kristen dipersulit, dihambat, dipenjara atau bahkan dianiaya oleh penguasa dan masyarakat sekitar karena imannya. (Dalam hal ini kita patut kritis dan jujur: bahwa penderitaan orang Kristen tidak otomatis karena iman kepada Kritus, tetapi dapat juga akibat kesalahan atau ketidakmampuan mereka berkomunikasi dan bertetangga!)
Tuhan Yesus sudah mengingatkan murid-muridNya akan risiko beriman kepadaNya itu. Dalam Mat 10:18 Dia mengatakan: “karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.” Selanjutnya: “dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena namaKu” (Mat 10:22). Namun Dia juga berkata: Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga. (Mat 5:11-12).
Apakah yang akan kita lakukan jika hari ini atau esok kita dipersulit, ditekan, digertak atau diancam karena beriman kepada Kristus? Apakah kita akan tetap mengakui Kristus sebagai Tuhan dan Junjungan kita, dan mengambil risiko atau konsekwensi iman dan pengakuan itu? Atau, malah melepaskan iman kita dan menghindar dari risiko iman itu? Apakah kita mau dan mampu menjadi Kristen sekali pun ada tekanan atau paksaan yang sangat kuat, atau malah tawaran hadiah jika melepaskannya? Dalam ancaman atau sebaliknya godaan: siapakah Tuhan dan Junjungan kita?
Yesus memperingatkan kita: barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah. (Mat 12:9)
Doa:
Ya Kristus, jadikanlah kami setia. Mampukanlah kami dengan RohMu agar setia kepadaMu dalam susah atau senang, sehat atau sakit, masa kelimpahan atau kekurangan, saat aman atau perang. Ajarlah kami tetap mengaku Engkaulah Tuhan dan Juruslamat kami, Junjungan hidup kami sekali pun pengakuan itu membawa risiko dan konsekwensi bagi hidup kami. Kami sangat membutuhkan kekuatan RohMu untuk mempertanggungjawabkan iman, kasih dan pengharapan kami. Sertailah kami selalu. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Share on Facebook