Sebab Tuhan Penolongku

March 12, 2008
By

Almanak Rabu 12 Maret 2008:

butterfly-world-11-4-07-006.JPG

Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (Ibrani 13:6)

Kalimat di atas adalah sebuah keterangan atau penjelasan alasan. Sebelumnya penulis Surat Ibrani mengatakan: Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5)

Penulis Ibrani mau mengingatkan orang Kristen pada masa dahulu dan sekarang agar jangan sampai diperbudak atau diperhamba oleh uang. Betapa pun penting dan bergunanya uang itu untuk menyokong hidup apalagi pada jaman sekarang, uang tidak boleh dianggap sebagai nilai tertinggi dalam hidup, hal terpenting di dunia, tuan atau majikan yang memerintah dan menguasai diri kita. Betapa pun besarnya kuasa uang itu untuk melakukan banyak hal, uang tidak boleh dijadikan sebagai tujuan terakhir kehidupan. Juga tidak boleh dijadikan ukuran menilai kemanusiaan. Mengapa? Sebab uang hanya baik dan berguna sepanjang itu diperlakukan sebagai alat, hamba atau pelayan. Bahasa orang bijak: uang adalah hamba yang baik namun tuan yang paling kejam dan jahat. Namun bukan hanya itu. Orang Kristen dipanggil untuk suatu tujuan yang jauh lebih tinggi: memuliakan Tuhan dan hidup bagi sesama, melakukan kebenaran dan kasih, serta membangun peradaban. Bukan sekadar menumpuk sebanyak-banyaknya uang.

Namun bagaimana caranya agar kita dapat bebas dari perhambaan uang dan tetap menjadi orang beriman yang bebas, berintegritas dan hidup sejahtera? Itulah yang hendak dijelaskan oleh penulis Ibrani: belajar merasa cukup dan percaya bahwa Tuhan Allah tidak akan pernah membiarkan dan meninggalkan kita. Selanjutnya jangan kuatir dan jangan takut mati kelaparan atau kekurangan. Yakinlah bahwa Tuhan Allah Penolong kita. Dia tahu dan sangat mengerti kebutuhan, keinginan, harapan dan cita-cita kita. Dan Dia memenuhi semua itu. Dia menjamin masa depan kita. Iman itulah yang membuat kita dapat tetap fokus kepada tujuan tertinggi hidup kita: kemuliaan Tuhan dan kebaikan sesama. Dan iman itu jugalah yang menjaga kita tetap sebagai manusia yang bebas, punya integritas, benar dan terhormat.

Doa:

Ya Tuhan Allah Engkau adalah Penolong dan Pemelihara hidup kami. Engkau adalah Bapa yang menjamin masa depan kami. KepadaMu sajalah kami bergantung. Berkatilah pekerjaan dan usaha kami agar berbuah berlipat ganda. Bantulah kami memenuhi kebutuhan kami sehari-hari, mewujudkan cita-cita dan keinginan yang baik, serta membuat hidup kami lebih sejahtera. Dan bantu jugalah kami tetap fokus kepada tujuan akhir hidup kami: kemuliaan Tuhan dan kebaikan sesama. Engkaulah satu-satunya Tuhan kami: biarlah kami tetap hidup bebas, berintegritas, benar dan terhormat. Dalam Yesus. AMIN.

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Share on Facebook

4 Responses to Sebab Tuhan Penolongku

  1. Kartika Saragih on March 12, 2008 at 11:08 am

    Thanks Amang untuk renungan hari ini , kembali kita diingatkan untuk tdk menjadi hamba uang. Memang uang penting untuk memenuhi kebutuhan hidup kita , tapi uang bukan segala2nya. Kadang2 kita menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang sebanyak – banyaknya tanpa perduli apakah tindakan itu merugikan & menyakiti orang lain. Firman Tuhan mengatakan ” Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran daripada penghasilan banyak tanpa keadilan (Amsal 16 : 8). Saya percaya , Tuhan akan memenuhi segala kebutuhan hidup kita serta cita2 & keinginan kita selama itu semua berkenan buat Tuhan & disertai ucapan syukur .

  2. pieter S. on March 12, 2008 at 11:50 am

    Uang memang sebagai alat pencapai kesejahteraan/kebahagiaan , sementara kebahagiaan tidak dapat dibeli dengan uang ( karena tidak ada yang menjual ).he..he..he…

  3. St JP hutapea(St JPH) on March 12, 2008 at 4:46 pm

    Syalom ,membaca renungan amang hari ini sangat indah,berbicara tentang kehidupan yang tentunya tidak terlepas dari Uang, Tuhan menjamin bahwa manusia tidak akan kekurangan,hanya manusia banyak menuntut lebih. Inilah akar masalahnya tidak pernah puas dan selalu ingin berlebihan,kalau kecupan boleh2 saja,karena tidak mersa puas jadilah dia hamba uang. Saya ingat lagu di Sk Minggu tentang Uang :apa yang dicari orang Uang uang uang,mestinya apa yang kucari YESUS YESUS YESUS.
    Jadi janganlah jadi hamba Uang tapi jadilah hamba Yesus yang kita yakini menolong Kita dan kita tidak takut pada manusia.

  4. santo on June 5, 2008 at 1:30 pm

    Terima Kasih untuk renungan ini,sangat sesuai dengan keadaan saat ini yang telah salah mengartikan uang. Namun sekarang saya sadar dan mengerti serta tidak lagi kuatir akan semua rintangan, karena saya tau Tuhan tidak akan meninggalkan saya. Tuhan tau semua yang saya cita2kan, Tidak perlu saya takut dan kuatir untuk hari esok, Tuhan selalu bersama saya, memimpin saya di depan,membimbing saya disamping san mendukung saya dari belakang. Tuhan penolong hidup ku,Amien….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*