Terlanjur Jahat?

February 7, 2008
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Kamis 7 Februari 2008:

water-lilies.jpg

Dan berkatalah Samuel kepada bangsa itu: “Jangan takut; memang kamu telah melakukan segala kejahatan ini, tetapi janganlah berhenti mengikuti TUHAN, melainkan beribadahlah kepada TUHAN dengan segenap hatimu. (1 Samuel 12:20)

Agaknya kita semua tahu pepatah lama Melayu: nasi sudah jadi bubur. Artinya: keadaan sudah rusak dan tidak bisa diperbaiki atau dikembalikan lagi. Mirip ungkapan dalam bahasa Inggris: point of no return. Suatu keadaan dimana kita tidak bisa lagi berbalik atau mundur. Pepatah itu sering dilanjutkan: sudah tercebur dan sudah terlanjur. Apa boleh buat. Sekali mandi basah saja sekalian. Maksudnya jangan tanggung-tanggung atau kepalang. Jika diterapkan dalam hal kesalahan atau kejahatan, dan itu sering, hal ini tentu fatal. Seorang yang sudah sempat salah atau jahat tentu cenderung meneruskan saja kesalahan dan kejahatan itu sebab merasa tidak mungkin lagi untuk mengubah diri atau keadaan. Bayangkanlah jika seorang merasa memang sudah nasibnya apalagi takdirnya menjadi penjahat!

Perkataan Samuel kepada bangsa Israel kurang-lebih tiga ribu tahun yang lalu itu masih relevan bagi kita sekarang, khususnya ketika kita merasa telah terlanjur melakukan suatu kesalahan atau kejahatan. Samuel mengingatkan bangsa Israel agar jangan berhenti mengikuti Tuhan walaupun mereka telah melakukan kejahatan. Tidak ada kata terlanjur berdosa atau terlanjur jahat. Tuhan Allah begitu pengasih dan pengampun, tidak ada kejahatan yang tidak sanggup diampuniNya. Tidak ada orang yang terlalu jahat, kotor atau hina untuk kembali dipeluk dan dipangkuNya. Bagaikan ibu atau ayah, Dia memanggil kita datang dan mengajak kita bersama-sama mengubah diri dan keadaan.

Selanjutnya ayat ini hendak menyadarkan kita bahwa Tuhan Allah tidak memandang masa lalu kita. Bagi Dia masa kini dan masa depan kita jauh lebih penting. Tuhan Allah ingin hidup kita hari ini baik, benar dan sejahtera. Dan hidup kita esok jauh lebih baik, benar dan sejahtera lagi. Jika kita di waktu lalu telah taat kepadaNya, Tuhan mengajak kita tetap mempertahankan ketaatan itu dan jangan berubah. Namun jika kita di waktu lalu kita tidak taat, maka sekaranglah waktunya berubah dan menjadi taat. Jangan keraskan hati. Jangan tunda pertobatan. Pakailah waktu rahmat dan kesempatan menerima anugerah Tuhan.

Doa:

Ya Tuhan Allah, karuniakanlah kami Roh Kudus supaya Dia yang memampukan kami mengenali dosa-dosa kami. Bilamana kami telah melakukan sesuatu yang jahat di mata Tuhan, ingatkanlah kami, dan tariklah kami mendekat kepadaMu agar kami jangan pergi menghilang dan binasa. Ya Tuhan, berilah kami kekuatan untuk taat kepadaMu, tumbuh menjadi orang benar dan baik, serta selalu bersyukur atas pengampunan dan rahmatMu. Dalam Kristus. AMIN.

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Share on Facebook

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*