Sudah Berdosa Tak Malu Pulak

January 29, 2008
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Selasa 29 Januari 2008:

clown.jpg

“Ya Allahku, aku malu dan mendapat cela, sehingga tidak berani menengadahkan mukaku kepada-Mu, ya Allahku, karena dosa kami telah menumpuk mengatasi kepala kami dan kesalahan kami telah membubung ke langit. (Ezra 9:6)

Apakah yang Saudara lakukan seandainya Saudara jelas-jelas telah melakukan hal-hal yang salah, buruk atau jahat? Banyak orang mungkin langsung mempersiapkan sejumlah pembelaan diri, mencari pengacara handal yang dapat membela dan membuktikan dirinya tidak salah atau melakukan kejahatan, atau sibuk meminta bantuan orang yang punya kekuatan dan pengaruh. Selanjutnya berusaha membunuh rasa malu, menenangkan diri dan rileks, dan terus-menerus meyakinkan diri dan orang lain bahwa Saudara tidak salah apalagi jahat. Atau bisa juga Saudara justru melakukan serangan balik. Dengan bersikap agresif dan emosional Saudara mau meyakinkan orang lain bahwa Saudara tidak salah atau jahat. Sebab ada pepatah menyerang lebih dulu adalah bentuk pertahanan lebih baik. Atau bisa juga Saudara menutupi kesalahan atau kejahatan itu dengan berbagai cara, salah satunya dengan melakukan beberapa “kebajikan dan kemurahan” sehingga orang lain tidak percaya jika Saudara dituduh melakukan yang jahat, atau minimal memaafkan dan memakluminya. Atau, libatkan saja sebanyak-banyaknya orang dalam kesalahan itu.

Namun apa yang dilakukan Ezra menyadari bangsa Israel telah melakukan dosa besar di hadapan Allah? Alih-alih membela diri, Ezra malah berlutut di hadapan Allah dengan pakaian kabung, dan mengaku dosa dengan kepala dan hati tertunduk menyesal dan malu. Bagi Ezra dosa atau kejahatan itu dianggap seperti cela atau noda yang mengotori hidupnya, dan hanya Allah sajalah yang dapat membersihkannya dengan darah kurban anak domba.

Firman hari ini mengajak kita mengenali dosa-dosa kita, termasuk dosa yang tersembunyi jauh di balik relung hati kita, dan mengakuinya di hadapan Allah dengan jujur dan rendah hati. Alih-alih membuat kesalahan yang baru untuk menutupi kesalahan yang lama, membuat kejahatan baru untuk membungkus kejahatan lama, baiklah kita mengaku di hadapan Tuhan dengan rasa malu. Ingatlah setiap dosa yang kita lakukan seperti bercak yang mengotori jiwa dan tubuh kita. Namun kita terhibur sebab darah Yesus yang tercurah di Golgota sanggup membersihkan kita dan membuat jiwa kita menjadi bersih dan baru.

Doa:

Ya Allah, ajarilah kami mengenali dosa-dosa kami, yang kami lakukan dengan kata dan perbuatan, juga dosa yang ada dalam hati dan pikiran kami. Kami menunduk malu dan menyesal mengingat dosa-dosa kami. Kasihanilah kami, ya Allah. Ampunilah kami. Bersihkanlah hati, jiwa dan tubuh kami dengan darah Yesus yang telah tumpah di Golgota menebus kami. Buatlah menjadi baru. AMIN.

Home: http://rumametmet.com

Share on Facebook

Tags: , , ,

2 Responses to Sudah Berdosa Tak Malu Pulak

  1. Sudarsono on December 17, 2008 at 8:45 am

    dear Bang HARAHAP,

    Syallom,
    Salam tentrem rahayu,

    cuma mau ucapin terimakasih, aku sering mampir ke blog Abang, kalau pas ingin saat teduh di depang komputer.

    aku tinggal di jogja, gki-ngupasan, guru sekolah minggu, ‘wong jowo asli’ tapi istriku boru tambunan…

    tks udah berbagi teduh dengan pengunjung blog ini.

    GBU (Gusti Yesus bless you)
    Sudarsono

  2. Lisbeth Siagian on August 13, 2010 at 2:23 pm

    benar, org Kristen katanya tapi dosa dianggap sbg hal yg wajar tanpa merasa malu malah dikira Tuhan ngak tau apa yg tersembunyi dari penglihatan manusia, salam utk Mas Sudarsono dari Jogja, suamiku adalah marga Tambunan, pengen berkenalan sebenarnya dgn kel. amangbao Sunarso kalo kapan2 mampir di Jogja, shalom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*