Tuhan mencarimu

January 28, 2008
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Senin 28 Januari 2008: 

forest.jpg

Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. (Kejadian 3:8)

Berani karena benar, takut karena salah. Itu adalah pepatah lama yang mungkin tidak berlaku lagi bagi sebagian orang jaman sekarang. Sebab pada jaman moderen ini orang semakin berani saja melakukan kesalahan atau kejahatan, tidak takut berbohong dan berpura-pura, serta bertingkah “normal” di depan orang banyak. Cerita di Taman Eden tentang sepasang manusia yang bersembunyi dibalik pepohonan karena telah melakukan suatu kesalahan sebab itu mungkin terasa aneh dan lucu bagi orang-orang moderen yang telah terbiasa dan rapih melakukan kesalahan atau bahkan kejahatan. Adam dan Hawa tampak sangat lugu dan persis kanak-kanak sehabis ketahuan melakukan kesalahan.

Namun sebenarnya apa yang dilakukan Adam dan Hawa sama saja dengan apa yang sering dilakukan oleh orang-orang moderen yang mengaku pintar. Jika manusia pertama itu, setelah melakukan kesalahan bersembunyi dibalik pepohonan, maka manusia sekarang menyembunyikan dirinya dibalik rimba yang ada dalam jiwanya. Namun sama seperti Adam dan Hawa, manusia sekarang pun tidak bisa lari, bersembunyi atau mengelak dari Tuhan Allah. Boleh-boleh saja dia bisa berbohong dan menyangkali kesalahan yang dilakukannya di depan orang lain atau hukum, namun dia tidak bisa berbohong kepada Allahnya. Dia bisa saja mengelak mempertanggungjawabkan tindakannya kepada manusia, tetapi tidak kepada Tuhan Allah.

Tuhan Allah adalah Bapa yang baik. Dia sangat mengasihi kita dan ingin mendidik kita sebagai anak-anakNya yang hidup baik dan benar. Sebab itu Dia mencari kita ke tempat-tempat persembunyian dan pelarian kita. Dimanakah engkau? Tuhan tidak ingin kita terperangkap dan terus-menerus bergelimang dengan dosa dan kesalahan. Sebab itu Dia memanggil kita keluar dari tempat persembunyian kita dan mengakui kesalahan dan dosa kita dengan berani dan jujur, dan menerima anugerah pengampunanNya.

Doa:

Ya Tuhan Allah, terima kasih sebab Engkau selalu mencari kami. Kadang kami merasa sangat takut dan malu datang kepadaMu karena kami sadar telah melakukan kesalahan dan dosa besar. Kami ingin bersembunyi saja. Namun Engkau memanggil kami agar kami keluar dari persembunyian jiwa kami, mengaku salah dan menerima pengampunanMu. Kami sangat bersyukur Engkau mau menerima kami apa adanya dengan segala kelemahan kami tanpa kami harus jadi sempurna. Namun bentuklah kami menjadi manusia yang benar-benar jujur, baik dan bertanggungjawab. Dalam Yesus. AMIN.

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Home: http://rumametmet.com

Share on Facebook

Tags: , , ,

One Response to Tuhan mencarimu

  1. Kimron Manik on January 28, 2008 at 2:26 pm

    Inilah kiranya menjadi tantangan manusia sepanjang zaman, bagaimana manusia itu bisa menyadari bahwa Tuhan itu sebenarnya Maha Pengampun asalkan kita datang dengan sungguh-sungguh memohon maaf kepadaNya dan berjanji tidak mengulangi kesalahan tersebut.
    Banyak orang yang malah menganggap sepele dengan dosa dan kesalahannya mereka (merasa tidak bersalah), tapi disaat yang sama mereka malah memohon berkat dan anugerah dari Tuhan. Suatu kondisi yang sia-sia.
    Jadi marilah kita selalu berdoa kepada Tuhan mohon ampunan atas dosa dan kesalahan kita, karena selama kita masih manusia maka selama itu kita tidak luput dari berbuat dosa dan kesalahan.
    Jadilah kita manusia yang jujur, baik dan bertanggung jawab.
    Semoga Tuhan selalu menyertai kita, Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*