Memanfaatkan krisis mendorong kemajuan

January 25, 2008
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Jumat 25 Januari 2008:  

petunia2.jpg

Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. (Yeremia 33:3)

Manusia bisa mengalami krisis atau kegoncangan karena 2(dua) hal. Pertama: karena pertumbuhan atau perkembangan dirinya. Seorang anak yang lagi berproses menjadi remaja, seorang remaja yang sedang mendewasa, seorang dewasa yang mulai menua seringkali mengalami krisis dalam hidupnya. Ada perubahan fisik dan psikis, peran dan tanggungjawab, serta irama kehidupan dan hal itu sedikit-banyak menimbulkan ketegangan dan kegoncangan. Seorang perempuan yang baru pertama kali hamil atau mempunyai bayi juga acapkali mengalami krisis karena tiba-tiba merasakan perubahan besar dalam ritme hidupnya. Semua krisis atau kegoncangan itu justru disebabkan oleh hal sangat positif dan disyukuri, yaitu pertumbuhan atau perkembangan. Keluarga, organisasi, gereja dan masyarakat juga bisa mengalami krisis karena bertumbuh dan berkembang besar.

Kedua: krisis kehidupan bisa juga disebabkan oleh hal-hal yang negatif, yaitu: penyakit, kegagalan, kebangkrutan usaha, bencana alam, kecelakaan, konflik atau kematian orang yang dikasihi dan lain-lain. Jiwa kita goncang bukan karena pertumbuhan atau kemajuan, namun karena kemunduran, kemorosotan dan kehancuran. Inilah yang dialami umat Israel ketika dihancurkan dan dibuang ke Babel pada masa lalu. Ini juga yang dialami sebagian besar masyarakat Indonesia ketika dilanda krisis moneter di tahun 1998 yang dampaknya berkepanjangan sampai sekarang.

Apa pun penyebab krisis yang sedang kita hadapi, kemajuan atau kemunduran, kebangunan atau kehancuran, Tuhan Allah meminta kita agar berseru kepadaNya dan meminta tolong padaNya. Dia akan menjawab kita. Dia bukan hanya ingin membantu kita keluar dari krisis, survive dan eksis, tetapi mau mengajak kita melihat hal-hal besar yang belum kita pahami dan ketahui dalam hidup ini. Tuhan Allah ingin kita memakai berbagai krisis sebagai ujian untuk “naik kelas” atau membuat kita jauh lebih besar dan kuat lagi. Dia mengajak kita menjadikan krisis sebagai sarana menempa hidup, iman dan kepribadian kita dan bukan melemahkannya. Sebab itu Dia menyuruh kita datang dan berseru kepadaNya: ada hal-hal besar, mulia, dan ajaib yang mungkin sekarang masih tersembunyi dari mata dan pikiran kita.

Doa:

Ya Allah, mampukanlah kami memakai berbagai masalah, pencobaan, krisis dan penderitaan untuk menempa diri kami lebih kuat dan besar. Berilah kami iman yang tidak tergoncangkan oleh kondisi apa pun dalam kehidupan ini. Kami ingin terus bertumbuh, belajar dan berkarya bersamaMu. Berkatilah kami berlimpah-limpah dalam Yesus. AMIN.

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Home: http://rumametmet.com

Share on Facebook

Tags: , , , ,

2 Responses to Memanfaatkan krisis mendorong kemajuan

  1. vivi sitanggang on January 25, 2008 at 9:48 am

    syalom amang…renungan yg sangat indah dan membangun sekali..saya sendiri sudah mengalami sendiri krisis hidup,masalah dan pencobaan yang sangat berat dalam kehidupan pribadi saya.saat awal saya mengalaminya,jujur saya sangat down,menyalahkan diri sendiri bahkan sempat kecewa dgn Tuhan…tetapi saat saya berhasil melewati badai ini walaupun dalam jangka waktu yang lumayan lama..saya sadar bahwa saya sekarang memiliki pribadi yang kuat dan tabah dan lebih sabar menanggung segala sesuatu.bahkan dalam keadaan terjepit sekalipun saya tidak panik tp memanggil nama Tuhan.
    kiranya amang buat temen2 yang sedang mengalami krisis dan membaca renungan ini bisa dibangkitkan dan menyadari bahwa semua itu adalah bagian rencana TUhan untuk membentuk kita lebih kuat dan besar.Amien…

  2. Philip KOpeuw on September 10, 2008 at 3:27 pm

    terima kasih utk uraian yang sangat menguatkan. kita semua sepakat bahwa tidak ada orang yang tdk pernah mengalami krisis. kita semua pernah mengalami. keputusan untuk melihat krisis dari segi positif dan negatif itu perlu dalam pembuatan sebuah keputusan yang baik, kemudian ditambah iman. saya juga yakin kita bisa melewati krisis bersama Allah. Saya sangat yakin juga bahwa dari pengalaman, saya melihat berserah pada Tuhan saja, sebab Tuhan punya banyak-banyak cara dan maksud untuk membawa kita keluar dari krisis. smua orang punya hak untuk mengharapkan pertolonganNya sebab Allah juga sangat peduli kepada setiap orang yang percaya kepadaNya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*