Almanak Jumat 14 Desember 2007:
![]()
Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu. (1 Petrus 2:25)
Bayangkanlah sekawanan domba yang sedang digembalakan di padang belantara. Seekor diantaranya pergi menyimpang dari kawanan, pergi mencari jalannya sendiri, dan lantas tersesat di padang belantara. Domba yang terpisah dari kawanannya itu sangat mudah menjadi mangsa binatang buas, sebab tidak ada lagi yang menjaga dan membelanya. Seperti itulah selalu digambarkan seorang manusia yang memisahkan diri dari Tuhan dan gerejaNya untuk pergi melakukan yang jahat. Itu sama saja dengan menyediakan diri sendiri menjadi mangsa binatang buas.
Pertobatan digambarkan dalam Alkitab sama seperti kembalinya domba yang menyimpang dan tersesat kepada Sang Gembala dan kawanan dombaNya. Domba yang pulang itu kembali menemukan rasa aman dan kesejahteraan serta kehidupannya dalam Sang Gembala dan bersama kawanannya. Begitu jugalah kita hanya akan memperoleh keamanan yang sesungguhnya, hidup dan sejahtera, ketika kita mau bertobat atau kembali kepada Allah. Dalam kejahatan tidak ada keamanan bagi kita, apalagi kebahagiaan dan kehidupan.
Bagi Saudara dan saya yang masih menyimpang, Tuhan mengundang agar segera pulang. Sebaliknya bagi kita yang sudah dalam Tuhan dan gerejaNya, Dia mengingatkan kita agar tetap dalam Dia. Jangan pergi menentukan jalan sendiri mengikuti godaan hati melakukan yang jahat. Di sinilah masalahnya. Seringkali kita merasa sudah sangat dewasa dan tahu apa yang harus kita lakukan atau kemana kita harus melangkah. Kita juga sering merasa sebagai orang-orang moderen yang sangat cerdas dan bijak serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun Alkitab menyadarkan kita bahwa sebenarnya bagaimana pun dewasa dan moderennya kita tetap seperti “domba” yang harus mengikuti tuntunan Sang Gembala dan berada dalam kawananNya. Sebab dalam Allah dan gerejaNya sajalah kita aman dan selamat sentosa, tanpa harus kehilangan kedewasaan dan kemodernan kita.
Doa:
Ya Allah, sadarkanlah kami, betapa pun dewasa, pintar dan majunya kami tetap memerlukan bimbinganMu dalam hidup ini. Biarlah kami ikhlas bergantung padaMu bagaikan seekor domba taat kepada Gembalanya atau seorang anak mengikut orangtuanya. Kami hidup aman, sentosa dan selamat dalam Engkau. AMIN.
Pdt Daniel Taruli Asi Harahap
Share on Facebook