Almanak Senin 10 Desember 2007:
Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud. (Yesaya 55:3)
Allah adalah Khalik atau Sang Pencipta dan kita adalah ciptaanNya. Namun Kitab Suci menyaksikan Allah Sang Khalik mengundang ciptaanNya untuk mengikat perjanjian denganNya. Luar biasa. Sang Pencipta mengikat perjanjian dengan yang diciptakanNya. Dengan kata lain Allah rela mengikat diriNya sendiri melalui suatu perjanjian dengan umatNya yang tak lain tak bukan ciptaanNya sendiri. Apakah isi perjanjian Allah dan umatNya itu? Itulah yang berulang kali disaksikan oleh Alkitab. Yaitu: Allah akan setia memberkati dan menyelamatkan umatNya. Sebaliknya umat akan taat dan menyembah kepada Allah saja. Dasar perjanjian itu adalah kasih setia Allah.
Perjanjian Allah dan umatNya yang kelak dibaharui dan diteguhkan dalam kematian Yesus PutraNya di kayu salib, memberikan kepada kita dasar iman dan pengharapan yang benar-benar kuat dan tidak tergoncahkan. Mengapa? Sebab iman dan pengharapan kita bukan bergantung kepada situasi atau kondisi sesaat, atau nasib, atau sesuatu yang berubah-ubah, tetapi kepada Allah yang mahakuasa dan setia. Perjanjian dengan Allah inilah yang meneguhkan iman kita melewati masa-masa sukar, berbagai masalah, tantangan dan penderitaan. Kita percaya bahwa Allah tidak akan meninggalkan kita demi perjanjian yang telah dibuatNya dan juga demi kasihsetiaNya yang agung luhur itu.
Lantas apakah respons kita? Tidak ada yang lain kecuali kesetiaan yang sama. Kesetiaan Allah hanya bisa dijawab oleh umat dengan kesetiaan. Sama seperti yang diberlakukan Allah kita pun dituntut setia dalam suka-duka, susah-senang, sehat-sakir, untung-rugi sampai selama-lamanya.
Doa:
Ya Allah terima kasih karena Engkau setia. Ajarlah juga kami setia kepadaMu. Teguhkanlah iman kami kepada perjanjian yang telah Engkau adakan dengan kami mengorbankan PutraMu Yesus Kristus di kayu salib demi keselamatan kami. Kami ingin hidup setia. Berkatilah kami dalam nama Yesus. AMIN.
Pdt Daniel Taruli Asi Harahap
Share on Facebook