Hidup berpusat kepada Kristus?

November 29, 2007
By

Almanak Jumat 30 November 2007:
wild-foxglove.jpg

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. (Filipi 1:21-22)

Jika mau jujur, sebenarnya apakah yang menjadi pusat atau sentrum kehidupan Saudara? Apakah yang paling utama, penting dan berharga dalam hati dan pikiran Saudara? Apakah yang selalu menggerakkan Saudara untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu? Bagi sebagian orang pusat kehidupannya adalah dirinya sendiri: keamanan, kenyamanan dan kenikmatannya,. Bagi sebagian orang lagi pusat kehidupannya justru keluarganya. Hampir segala sesuatu yang dilakukannya adalah demi dan untuk keluarganya. Mungkin bagi sebagian orang lagi pusat kehidupan adalah uang. Yang memotivasi, menginspirasi, mengendalikan dan mengarahkan hidupnya adalah memiliki sebanyak-banyak uang. Bagi sebagian orang lagi mungkin adat nenek moyang, seks, karir politik atau malah dendam yang ingin dibalaskan.

Hari ini kita mendengar tentang pusat kehidupan yang lain, yaitu: Kristus. Rasul Paulus menjadikan Kristus-lah sebagai sumber dan pusat kehidupannya. Segala sesuatu yang dilakukannya bersumber dan sekaligus bermuara kepada Kristus. Demi Kristuslah dia juga rela menderita dan bahkan dipenjara, dicerca dan dihina. Bahkan tak ada lagi yang dipikirkan Paulus kecuali Kristus. Sebab itulah dia menganggap mati karena Kristus tidak masalah atau malah keuntungan. Namun jika dia hidup maka satu-satunya yang memenuhi pikiran dan hatinya hanyalah mengabarkan nama Kristus itu.

Lantas bagaimana? Mungkin kita tidak bisa meniru Rasul Paulus secara hurufiah. Paulus adalah Paulus. Anda adalah Anda. Panggilan dan talenta yang diberikan Tuhan juga berbeda. Namun kita sama-sama dipanggil menjadikan Kristus sebagai pusat kehidupan kita. Bukan berarti agar kita tidak lagi memikirkan keluarga, karir, kesenangan pribadi, uang, adat, seks atau bisnis. Namun agar kita menempatkan semua itu ke dalam iman dan ketaatan kepada Kristus. Kita hanya akan melakukan atau mengejar semua itu dalam iman dan ketaatan kepada Kristus. Dengan kata sederhana: uang, karir, adat, seks, bisnis, bahkan keluarga hanya penting dan berguna sepanjang semua itu mendorong kita semakin taat kepada Kristus. Seandainya, seandainya sebaliknya maka kita tidak akan ragu-ragu menolak atau menepisnya.

Doa:

Ya Tuhan, kami ingin menjadikan Kau sebagai pusat dan sumber kehidupan kami. Berkatilah kami. Penuhilah hati kami dengan Roh Kudus agar kami dapat belajar mencontoh Yesus dalam hidup kami. Murnikanlah motivasi-motivasi beribadah kami. Ya Tuhan, tolonglah kami melakukan segala sesuatu dalam nama Kristus, sambil mengucap syukur kepadaMu. AMIN.

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

Tags: , , , , , , , , , ,

3 Responses to Hidup berpusat kepada Kristus?

  1. Vera... on November 30, 2007 at 7:55 am

    Syaloommm…..
    It’s REALLY GREAT ! I Love it ! Jesus is my life purpose… that’s why I’m so glad to do everything for HIM, because He always do the best things in my life… How about you, friends ?

    Regards,
    Vera…

  2. risma on November 30, 2007 at 10:10 am

    Syalom,,,
    iya juga siy, karena bagi saya, ketika saya berharap pada Tuhan Yesus, saya melihat berkat-berkat yang bahkan jauh dari pemikiran saya. apalagi klo udah kepepet, HE makes miracle,, Puji Tuhan. Halleluyah

    salam,
    Risma

  3. Ochid Aruan on November 30, 2007 at 7:51 pm

    Horas…
    I hope this article brings joy to whoever reads it. Semoga bukan hanya a good reader, but also a doer of HIS words.
    The scripture for today is really true to my life. I live with it everyday, that’s why I am still able to carry this life day by day without worry of my death. Disini setiap hari orang mati akibat perang. The death could be anytime, anywhere. I believe that I am here right now for a reason. My faith is stronger and stronger since I have been here.
    Jika aku harus mati disini, maka I want to be in in heaven with God. That’s why I have prepared myself for it, when the time comes. The glorius only for HIS name.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*