Masalah memang banyak, tetaplah sabar dan ramah

November 26, 2007
By

Almanak Selasa 27 November 2007:

kupu-14.JPG

Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu (Efesus 4:32)

Apa hendak dikata, sebagian besar dari antara kita sekarang hidup di tengah masyarakat kota yang bukan saja telah kehilangan banyak kesabaran, tetapi juga keramah-tamahan dan apalagi kasih. Lihatlah apa yang selalu terjadi manakala terjadi persinggungan dua kenderaan di jalan raya. Alih-alih bersikap tenang, sabar dan menyerahkan persoalan kepada penegak hukum atau berdamai, para pengendara atau pemilik kenderaan justru langsung adu gertak dan adu ancam, menunjukkan bahwa dia kuat dan karena itu benar. Lihatlah apa yang kerap terjadi di terminal bus. Lihat pemandangan saat para penumpang hendak naik ke pesawat atau hendak turun dari pesawat. Lihat juga apa yang terjadi di banyak sekolah dan kampus: alih-alih belajar tekun dan memperlengkapi diri dengan berbagai ilmu, banyak pelajar dan mahasiswa justru menghabiskan enerjinya untuk tawuran atau mengerjain para juniornya. Apa sebenarnya yang sedang terjadi dengan bangsa ini?

Ayat hari ini mengingatkan kita agar kembali belajar sabar, ramah, berdamai dan mengampuni dalam hidup ini sebagaimana dilakukan Allah kepada kita. Baiklah kita sadar bahwa kekerasan, kekasaran, makian dan umpatan, dendam dan kebencian bukan saja tidak pernah menyelesaikan masalah, tetapi juga memperburuk keadaan, dan bahkan merusak diri kita sendiri. Namun jangan salah tafsir. Tuhan tidak mengajak kita agar menggampangkan masalah, toleran kepada kesalahan dan penyimpangan, atau berpura-pura ramah. Masalah harus diatas, kebenaran dan hukum harus ditegakkan, kebaikan dicari dan diperjuangkan, dan kesejahteran dikejar. Namun dalam melakukan hal-hal itu semua Tuhan mengajak kita agar dapat tetap bersikap sabar, ramah, suka berdamai, mengasihi dan mengampuni. Sebagaimana Dia melakukannya juga.

Doa:

Ya Allah, di tengah berbagai permasalahan kehidupan kami dan usaha kami menegakkan kebenaran dan membuat kehidupan lebih baik, ajarlah kami agar tetap sabar, ramah dan suka mengasihi serta mengampuni. Yakinkanlah kami ya Allah bahwa bila kami sabar, ramah dan mengasihi, bukan saja berguna bagi orang lain, tetapi juga bagi kesehatan dan ketenangan jiwa kami. Isilah hidup kami dengan RohMu. Jadikanlah kami murid-murid Yesus dan senantiasa berkatilah hidup kami. AMIN.

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

Tags: , , , , , , , , , ,

One Response to Masalah memang banyak, tetaplah sabar dan ramah

  1. Alexander Sihombing on November 26, 2007 at 7:22 pm

    Syaloom Pak pendeta Daniel,

    Renungan pagi yang masih sulit di aplikasikan sampai detik ini apalagi kehidupan sudah banyak berubah dimana dinamika manusia menjadi begitu cepat dan cara-cara instan menjadi primadona pada saat ini. Hidup pada saat sekarang ini lebih sering menunjukkan sisi paradoks dari cermin sosial kita sehari-hari. Sikap ramah, penuh kasih dan saling mengampuni begitu jarang terlihat di “Real Life” tapi orang-orang terutama orang kristen seringkali mendengar atau mendapat khotbah, pendalaman Alkitab atau dari membaca ayat Alkitab di renungan harian tentang hal tersebut. Grup musik cadas Guns N Roses pernah membuat lagu kehidupan dengan lirik penuh satirisme tentang kehidupan dengan judul “Welcome to Junge”. Begitu kejamkah kehidupan diluar sana sehingga sifat-sifat mulia tersebut hanya dan jika hanya terlihat di seputaran lingkungan Gereja saja? atau di lingkungan Gereja pun banyak orang bawa kepribadian paradoks? topeng? sikap ABS (Asal Bapak pendeta Senang), atau karakter bunglon?
    Sikap paradoks tersebut juga melekat dalam diri saya. Begitu teduh dan segar saat di siram ayat-ayat Alkitab tentang kasih dan hal-hal yang berkaitan dengannya di Gereja akan tetapi begitu keluar dari Rumah Tuhan sifat “kucing garong”nya keluar lagi. Susah kalipun mengikut sifat-sifat kudus seperti Tuhan Yesus he he
    Walaupun paradoks tapi begitulah kehidupan saat ini. Apakah kalimat ini terdengar seperti kepasrahan?? Sulit dan besar tantangannya jadi murid Tuhan Yesus. Doakan saya pak Pendeta kalau bapak sempat agar saya paling tidak mampu bertumbuh walaupun sebesar biji sesawi saja supaya bisa mengikut Tuhan Yesus dengan benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*