Bila, bila harus mengungsi

November 20, 2007
By

Almanak Rabu 21 November 2007:

09_sunrise_rays.jpg

TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepadaNya. (Nahum 1:7)

Cuaca tidak selamanya baik. Hidup tak seluruhnya indah. Kadang ada saat-saat bencana, penyakit, kecelakaan, kerusuhan, kehancuran dan berbagai hal tak diharapkan datang menggerombol menyerang. Bak pasukan musuh yang kejam. Atau ibarat gelombang dahsyat tak terhempang. Selama kuat dan memang kita harus selalu kuat, tentulah kita akan menghadapinya dengan tenang. Penuh kepercayaan. Sebab tak ada badai yang tak berlalu. Tak ada masalah tak teratasi. Tak ada juga duka yang tidak berakhir.

Namun ada saat dimana secara fisik dan psikis kita sangat lemah dan tidak sanggup lagi menghadapi tekanan hidup yang begitu berat. Kita ingin melarikan diri, mengungsi dan bersembunyi saja. Minimal sesaat, sampai kita kembali kuat dan sehat menghadapi semuanya. Persoalan: kemanakah harus pergi melarikan diri?

Ayat Almanak hari ini mengingatkan kita tentang suatu tempat pengungsian yang aman ketika badai atau masalah hidup menerjang terlalu kuat. Yaitu: TUHAN. Allah kita. Dia menyediakan diriNya sebagai tempat perlindungan, benteng yang kokoh, gua peristirahatan, dan perisai bagi mereka yang merasa terlalu letih dan lemah menghadapi tekanan hidup bertubi-tubi. Bukan untuk bersembunyi selamanya, namun untuk memulihkan raga dan terutama jiwa kita supaya mendapatkan kekuatan baru kembali menghadapi kehidupan.

Dengarkanlah kata-kata yang sama dari Yesus, Putra Allah: Datanglah kepadaKu, hai kamu yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan padamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah kepadaKu.

Doa:
Ya Allah dalam Yesus, ketika beban hidup ini begitu berat, ijinkanlah kami mengungsi kepadaMu, bersembunyi dan berlindung sesaat dalam naunganMu, sebelum kami mampu berjuang lagi menghadapi kenyataan hidup ini. Engkaulah sumber yang tak pernah kering bagi kekuatan jiwa kami. Sebab itu jadikanlah kami senantiasa kuat, berani dan rendah hati. Dalam PutraMu kami terus gembira berjuang melakukan kebajikan dan kasih di dunia ini. AMIN.

 

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

Tags: , , ,

5 Responses to Bila, bila harus mengungsi

  1. yane on November 20, 2007 at 5:44 pm

    Horas amang,

    sebelumnya aku jarang baca buletin manang blogs amang, tetapi sepertinya aq harus rajin 2 baca buletin manang blogs amang nih…biar imanku makin bertumbuh.

    memang dalam setiap pergumulan yang ada didalam hidup kita saya percaya Tuhan selalu hadir dihidup saya dan melalui masalah yang hadir dalam hidup saya maupun keluarga saya selalu percaya bahwa Tuhan ingin membentuk saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi..dan yang seperti firman Tuhan yang amang katakan Tuhan ingin kita lebih berserah dan mengandalkan Tuhan dalam setiap pergumulan hidup kita..dan jangan mengandalkan kekuatan kita sebagai manusia..

    mauliate ate amang

    GBU

  2. Rivaldo on November 21, 2007 at 12:16 am

    Horas amang

    Baru ini pertama kali nya ada amang pandita di dunia cyber.. Berarti amang Pendeta Resort di Dunia Cyber…

    he..he…he…he…he…

    Salut buat amang..

    Horas

  3. Donna on November 21, 2007 at 5:56 am

    Amang, renungan hari ini benar2 pas banget dengan apa yg terjadi dalam keluargaku saat ini. Di sini aku menemukan sesuatu yg begitu indah, bahwa ada tempat pengungsian yang aman yaitu Tuhan, Allah kita. Dan aku percaya bahwa Tuhan itu baik, Ialah yang senantiasa memberi kekuatan kepada kami. Dan kiranya kami dapat terus mengucap syukur atas semua yang boleh terjadi. God bless!

  4. Lusen on December 11, 2008 at 5:43 pm

    Pa Pendeta salam kenal. Renungan Bapak bagus,mengajarkan saya untuk selalu berlindung dalam Tuhan Yesus.Trims

    GBU

  5. Mathias Tangulu on May 18, 2009 at 3:49 pm

    pasca menderita penyakit maag ketika itu juga anak saya masuk rumah sakit, saat ini saya masih merasa seperti ketakutan adanya peristiwa itu, kurang syalom, kadang kala merasa seperti tidak berpengharapan, penyakit maag saya kadang timbul apalagi jika saya pulang kantor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*