Pertobatan: jawaban terhadap kasih Allah

Almanak Kamis 1 November 2007:

“Waktunya telah genap. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (Markus 1:15b)

Pesan singkat di atas adalah intisari pemberitaan Yesus. Jika kita bahasakan lebih sederhana, Yesus mewartakan: Waktu yang ditentukan Allah sudah pas. Allah Yang Meraja sudah tiba. Sebab itu bertobatlah dan percayalah kepada Kabar Baik (Injil) Allah.

Di sini kita melihat dengan jelas sekali bahwa menurut Yesus pertobatan bukanlah syarat agar Allah mau datang ke dalam kehidupan dunia ini, tetapi justru respons terhadap Allah yang sudah datang. Pengampunan mendahului pertobatan. Rahmat Allah menerbitkan kebajikan manusia. Allah Sang Raja datang dengan kasih, damai dan pengampunan. Dan Dia memanggil kita menjawab dengan hal yang sama.

Sabda Yesus itu kembali berkumandang dalam kehidupan kita masa kini. Inilah waktu yang telah ditentukan Allah. Dia datang ke dalam kehidupan kita bagai seorang Raja yang membawa kasih, damai dan pengampunan. Sebab itu kita pun diundang untuk bertobat. Maksudnya: mengubah hati dan pikiran kita secara radikal atau mendasar agar sesuai atau sinkron dengan kehadiran Allah Sang Raja itu. Itu artinya kekerasan dalam jiwa kita harus diubah menjadi dialog dan damai, kebencian harus diubah menjadi penerimaan, niat jahat harus diubah menjadi tekad baik, nafsu merusak harus diganti dengan semangat menghidupkan. Hanya dengan begitulah kita layak menerima Sang Raja.

Doa:
Ya Allah, Engkau datang ke dalam kehidupan kami dengan kasih, damai dan pengampunan. Kami mau bertobat, mengubah hati dan pikiran kami, sesuai dengan kasih, damai dan pengampunanMu itu. Mampukanlah kami berubah dan menjadi baru. Dalam Yesus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *