Tuhan telah mengancam. Tobatlah!

Almanak 30 Oktober 2007:

Baiklah kamu masing-masing bertobat dari tingkah-langkahmu yang jahat, dan perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu. (Yeremia 18:11)

TUHAN mengancam umatNya agar bertobat. Jika tidak, Dia akan menghukum umatNya itu dan hukuman dari TUHAN itu tidak main-main: bencana yang sangat mengerikan. Apakah respons umat TUHAN terhadap ancaman itu? Tidak perduli. Mereka tetap meninggalkan TUHAN dengan berbuat jahat. Maka TUHAN pun murka dan menghukum umatNya yang degil dan bebal itu: Israel dihancurkan dan penduduknya ditawan dan dibuang ke Babel. Kelak dari jurang kehancuran di Babel itulah umat TUHAN itu meratap dan menyesali dosa-dosanya.

Lantas bagaimana dengan kita umat TUHAN yang hidup di jaman sekarang. TUHAN juga mengingatkan kita agar bertobat. Bertobat artinya mengubah pikiran. Dari menomorduakan menjadi memprioritaskan TUHAN. Dari berperilaku jahat berubah jadi baik. Berhenti korupsi dan belajar menerima apa yang jadi hak, berhenti berbohong dan mulai berkata jujur, berhenti berzinah dan berjuang hidup setia. Pertobatan sebab itu nyata dan dapat dirasakan sebab terjadi dalam hati dan pikiran lantas terwujud dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Namun berhubung manusia berdosa (potensial salah dan jahat) maka kita harus setiap hari memaksa diri bertobat dan mengharapkan belas kasih TUHAN.

Pengalaman umat TUHAN masa lalu bisa menjadi pelajaran kepada kita. TUHAN tidak bermain-main dengan ancamanNya. Siapa berani?

Doa:
Ya Allah, berilah kami RohMU agar kami bertobat, mengubah diri kami dari jahat menjadi baik, dari egoistis menjadi murah hati, dari apatis menjadi penuh harapan. Mampukanlah kami melawan keinginan berbohong, korupsi atau mencuri, berzinah, meninggikan diri, dan berbagai tindakan jahat yang muncul dari dalam hati kami sendiri. Dalam Yesus kami ingin menang melawan godaan. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *