Sukses atau gagal tetap tobat

Almanak Senin 29 Oktober 2007:

Jikalau engkau bertobat kepada Yang Mahakuasa, engkau akan dibangunkan pula kelak, jauhkanlah kiranya segala kejahatan dari kemahmu. (Ayub 22:23)


Itu adalah kata-kata Elifas kepada Ayub. Dalam benak Elifas dan kawan-kawan, seperti pemikiran orang banyak sampai sekarang: kejatuhan dan kebangkrutan selalu dipandang sebagai akibat dosa atau hukuman TUHAN. Apalagi malapateka beruntun yang menimpa Ayub: harta binasa, anak-anak mati celaka, dan kena penyakit kulit. Sebaliknya kesehatan, kekayaan dan keberhasilan juga sering kali dipandang sebagai dampak kesalehan dan berkat TUHAN. Akibat pandangan simplistis dan mekanis ini maka tentu saja Elifas dan banyak orang tidak lagi peka kepada moralitas yang sesungguhnya. Ayub seorang baik dan saleh serta taat kepada Allah, namun ternyata dia mengalami penderitaan yang sangat berat. Lantas mengapa Elifas menyuruhnya bertobat?

Ayat di atas karena itu mau mengingatkan kita agar berhati-hati memberikan penilaian kepada seseorang dan juga diri sendiri. Tidak semua penyakit, kemiskinan, kegagalan kejatuhan dan penderitaan akibat dosa. Malah kadang ada juga kemiskinan dan kegagalan serta penderitaan yang justru diakibatkan kebenaran. Tidak semua juga keberhasilan dan kekayaan berkat Tuhan (ada orang yang kaya atau berhasil karena melakukan yang justru dibenci Tuhan: mencuri dan menipu!) Sebab itu kita harus kritis kepada diri sendiri untuk mengetahui faktor-faktor penyebab keberhasilan dan kegagalan kita.

Namun pada akhirnya kita diundang setiap hari untuk bertobat, meluruskan kembali jalan kita kepada Tuhan. Ibarat kapal atau pesawat kita selalu memiliki tendensi menyimpang dari arah yang harus kita tuju, sebab itu kita senantiasa harus membetulkan arah dan kembali kepada Tuhan. Dalam segala keadaan.

Doa:
Ya Tuhan, ajarlah kami mengenali diri kami, dan ujilah kami. Kami mau bertobat kembali kepadaMu dalam sukses atau gagal, kaya atau miskin, sehat atau sakit. Dalam nama Tuhan. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *