Mempertanggungjawabkan pengharapan di tengah derita

Almanak Sabtu 27 Oktober 2007:

Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat. (1 Petrus 3:15)

 

Surat 1 Petrus ditulis ketika gereja purba mengalami tekanan dan penganiayaan dari pihak eksternal, khususnya imperium Romawi. Jemaat Kristen menderita bukan akibat kesalahan atau kejahatan yang telah mereka lakukan, namun justru karena iman mereka kepada Kristus. Untuk itulah Rasul Petrus menyurati jemaat yang sedang menderita itu, untuk meneguhkan iman mereka sekaligus menuntun mereka merespons realitas.

Pertama-tama dalam kondisi sulit itu jemaat diminta agar tetap menguduskan Kristus dalam hati mereka. Penderitaan, tekanan dan penganiayaan yang mereka alami tidak boleh menyurutkan, membelokkan atau memudarkan iman mereka kepada Kristus. Penderitaan, bagaimana pun sulit dan sengitnya, tidak boleh jadi alasan meninggalkan Tuhan. Kedua: Rasul Petrus mengingatkan jemaat agar dapat mengkomunikasikan kepada orang banyak apa sebenarnya iman dan pengharapan kristen dengan lemah lembut, santun dan hormat. Alih-alih mengasingkan diri, bersikap eksklusif dan sombong rohani, jemaat Kristen harus dapat tetap berinteraksi dan berdialog dengan masyarakat luas, serta menjelaskan dengan komunikatif apa sebenarnya yang mereka imani, harapkan dan perjuangkan.

Bagaimana dengan kita yang sekarang? Pertama: maukah kita menguduskan Kristus dalam hati kita bagaimana pun kondisi dan situasi hidup kita masa kini? Kedua: maukah kita belajar mengkomunikasikan sebaik-baiknya manifestasi iman dan pengharapan kita kepada orang lain?

Doa:
Ya Kristus, kuduslah Engkau di hati kami senantiasa. Engkaulah Tuhan kami dalam suka atau duka, di setiap keadaan hidup kami. Ya Tuhan, bila suatu ketika kami mengalami masalah, tekanan atau hambatan karena iman kami, teguhkanlah iman kami kepadaMu. Berilah kami RohMu agar kami dapat menjelaskan dan mempertanggungjawabkan iman dan pengharapan kami. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *