Menuju Masa Depan Yang Dijanjikan Tuhan

Almanak Selasa 23 Oktober 2007:

Dan Aku membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, dan Aku akan memberikannya kepadamu untuk menjadi milikmu. Akulah TUHAN. (Keluaran 6:8)


Janji Tuhan di atas sebenarnya telah pernah terpenuhi. UmatNya yang dituntunNya keluar dari perhambaan di Mesir melewati padang gurun telah masuk ke Tanah Kanaan, yang dijanjikanNya dengan sumpah kepada nenek moyang Israel: Abraham, Ishak dan Yakub. Lantas apa arti janji itu kepada kita yang sekarang?

Tuhan masih berjanji akan memberikan kita masa depan yang baru, seperti Dia memberikanNya kepada umatNya di masa lalu. Kita boleh menaruh harapan bahwa kehidupan kita di masa mendatang – yang konkret dan dekat – akan jauh lebih baik dan sejahtera sebab Tuhan bukan saja menyertai kita ke sana, bahkan mendahului kita untuk mempersiapkan segalanya baik bagi kita. Lantas untuk apa lagi kita kuatir, ragu atau takut?

Sama seperti umat Tuhan di masa purba, mungkin kita juga sekarang menghayati hidup kita bagaikan kembara di padang gurun atau samudera tak bertepi. Satu-satunya yang menuntun kita hanyalah iman kepada Allah. Kita sulit memprediksi masa depan (sekali pun ilmu pengetahuan dan teknologi kita sudah sangat maju dan berkembang). Mungkin kita bisa meramal cuaca, memprediksi lebih awal datangnya tsunami atau gunung meletus, atau membaca sejumlah trend mode, namun kita tetap tidak bisa memastikan seluruh hidup kita di waktu yang akan datang. Namun tidak usah gelisah atau gentar: Tuhan berjanji akan memberi kita masa depan yang gemilang. Sama seperti Dia menepati janjiNya kepada umatNya dahulu, Dia pun akan menepati janjiNya kepada umatNya sekarang dan masa depan. Sebab itu dalam percaya kita akan teguh jaya.

Doa:
Ya Allah, bawalah kami ke masa depan yang baru bersamaMu. Sertailah kami dalam perjalanan, pergumulan dan karya juang kami selama di dunia ini. Yakinkanlah hati kami yang terdalam bahwa Engkau sudah mendahului kami ke hari esok dan ke masa depan, sehingga kami tidak perlu takut, ragu atau kuatir lagi melangkah. Senantiasa bimbinglah dan cerahkanlah hati-pikiran kami dengan Roh Kudus. Dalam Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *