Selesaikan urusanmu dengan Tuhan

Almanak Sabtu 20 Oktober 2007:

Ya Tuhan, Engkaulah yang benar, tetapi patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri kemana Engkau telah membuang mereka oleh karena mereka berlaku murtad terhadap Engkau. (Daniel 9:7)


Kata-kata di atas adalah bagian dari doa perkabungan dan puasa Daniel atas kekalahan bangsanya dan kehancuran Bait Allah. Sambil mengenakan pakaian buruk dan meletakkan abu di atas kepalanya – yaitu tanda perkabungan – Daniel menyampaikan pengakuan bahwa seluruh bangsa itu telah berdosa dan menerima krisis nasional yang sedang mereka alami sebagai hukuman Tuhan atas dosa-dosa bangsa itu khususnya dosa-dosa pemimpin mereka. Selanjutnya Daniel hanya bisa berdoa memohonkan belas kasihan dan pengampunan Tuhan.


Inilah salah satu hal yang bisa kita pelajari dari umat Tuhan pada masa lalu. Mereka selalu melihat kehidupan mereka, baik dibidang ekonomi, sosial dan politik, sebagai bagian hubungan mereka dengan Tuhan Allah. Kemenangan dan keberhasilan mereka sebagai bangsa selalu dipandang sebagai buah campur tangan dan belas kasihan Allah. Sebaliknya kekalahan sebagai suatu banga – kini pembuangan – selalu dipandang akibat hukuman Tuhan atas dosa mereka khususnya dosa pemimpin. Sebab itu satu-satunya jawaban adalah bertobat dan kembali kepada Allah. Lantas bagaimana dengan kita yang sekarang?


Tentu saja kita harus ekstra hati-hati, agar tidak dengan gampangnya mengatakan setiap sukses atau keberhasilan kita sebagai berkat Allah, dan sebaliknya setiap kegagalan atau kekalahan kita sebagai tanda murka atau hukuman Tuhan. Yang harus kita lakukan adalah agar kita memandang seluruh kehidupan kita sehari-hari (kerja, bisnis, rumah tangga, adat, politik dan seks dll) dalam rangka membangun hubungan kita dengan Tuhan Allah. Baik keberhasilan atau kegagalan, baik suka atau duka, harus menuntun kita kepada pertobatan dan hidup baru dalam Allah.

Doa:
Ya Allah, kami mau mengaku dosa-dosa pribadi kami. Kami telah berdosa terhadap Engkau dengan kata, hati, pikiran, dan perbuatan. Kasihanilah kami dan ampunilah kami. Pulihkanlah keadaan kami dan baharuilah kembali hidup kami dalam Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *