Jangan susahkan hati Tuhan

Almanak Kamis 18 Oktober 2007:

Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepadaNya. (2 Kor 5:9)

Untuk memudahkan, kalimat di atas dapat diterjemahkan: Baik hidup atau mati, dalam segala hal, dimana dan kapan saja, kami berusaha agar berkenan kepadaNya. Itu adalah ungkapan seorang yang sungguh-sungguh memposisikan dirinya sebagai hamba atau rasul (pesuruh) Allah. Sebagai seorang hamba atau pesuruh, Paulus menganggap tidak ada tujuan lain dalam dirinya kecuali melayani kehendak dan kepentingan Tuan atau Majikannya, yaitu Allah. Seluruh waktu, tenaga, pikiran dan perasaannya diabdikannya kepada Allah. Namun jangan cepat-cepat senang dan bangga. Yang menghayati dirinya sebagai hamba dan pesuruh Allah itu adalah Paulus. Bagaimana Saudara dan saya?

Kita hidup sebagai orang-orang moderen yang sangat menghayati kebebasan dan otonomi pribadi. Kita, sejak kecil, di bawah sadar kita menganggap kitalah tuan atas diri kita. Kita berhak menyenangkan dan membahagiakan diri kita. Seluruh aktifitas, usaha dan kerja keras kita semuanya demi kesejahteraan diri kita atau keluarga kita. Lantas bagaimana?

Ayat hari ini hanya dapat kita pahami dan hayati jika kita mau menganggap diri kita sebagai hamba Allah. Yaitu: jika kita mengaku dalam hati: kita bukan orang yang sepenuhnya merdeka atau otonom, berkuasa dan berdaulad penuh atas diri kita, namun sebaliknya adalah seorang hamba yang terikat dan takluk kepada tuannya, yaitu: Allah. Sebagai hamba, kita harus melakukan apa saja yang disukai Tuan kita kapan saja dan dimana saja.

Namun pertanyaannya: bagaimanakah sebenarnya menyenangkan hati Allah itu? Jawabnya: junjunglah hukum-hukumNya, lakukan apa yang diperintahkanNya dan sebaliknya jangan lakukan apa yang dilarangNya (salah satu yang dilarangnya: korupsi). Kasihilah Dia dan kasihilah sesama. Berbuatlah baik agar namaNya mulia. Dalam Mikha 6:8 Tuhan menuntut hanya 3(tiga) hal dari kita: berlaku setia, adil, dan hidup rendah hati.

Doa:
Ya Allah, Engkau sangat baik dan selalu membahagiakan kami. Ajarlah kami merespons kasihMu. Kami juga ingin melakukan hal-hal yang berkenan di hatiMu dimanapun kami berada. Biarlah kami menyenangkan hatiMU dengan berbuat baik, adil, jujur dan benar, serta memenuhi hidup kami dengan kasih. Dalam Yesus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *