Mengapa harus sujud menyembah?

Almanak Selasa 16 Oktober 2007:

Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. (Mazmur 95:6)

Mari kita tanya diri sendiri: mengapa kita beribadah kepada Tuhan? Apa sebenarnya motivasi atau tujuan kita sujud, berlutut, merunduk, melipat atau menengadahkan tangan kepada Tuhan?

Secara ringkas dan sederhana, motivasi beribadah itu bisa dibagi dua. Pertama: supaya. Maksudnya kita menyembah Tuhan supaya Dia senang, bermurah hati, menurunkan berkat, dan menolong kita. Dengan kata lain ibadah, sujud dan sembah kita kepada Tuhan sangat terkait dengan kebutuhan, keinginan dan kepentingan diri kita yang kita tahu tergantung kepada belas kasihan Tuhan. Motivasi ini tentulah tidak salah sama sekali. Dalam kehidupan sehari-hari pun kita selalu bersikap merendah ketika meminta. Pameo kita mengatakan: tangan yang meminta selalu di bawah. Namun motivasi penyembahan dan ibadah ini sangat dangkal, dan tentu saja tidak murni karena bercampur dengan begitu banyak pamrih.

Mazmur-mazmur pujian dan syukur dalam Alkitab memperkenalkan kita dengan motivasi ibadah yang lain. Yaitu: karena. Kita menyembah, sujud dan berlutut di hadapan Tuhan bukan supaya Dia baik tetapi karena Dia baik, bukan supaya Dia melimpahkan rahmatNya tetapi karena Dia memang penuh dengan rahmat. Ibadah, sujud dan sembah di sini bukan lagi syarat mendapat belas kasihan Tuhan tetapi respons atau jawaban terhadap bekas kasihanNya. Tuhan maha baik.

Ayat hari ini memberi kita alasan yang lebih dalam lagi mengapa kita harus sujud menyembah Tuhan, yaitu: karena Dialah yang menjadikan atau menciptakan kita. Kita menyembah Allah karena Dialah Allah kita. Dia besar, kudus dan mulia. Dia yang menciptakan, menebus dan menyelamatkan kita.

Doa:

Ya Allah kami bersujud, tunduk dan rebah di hadapanMu karena Engkaulah Allah kami. Engkau kudus, adil dan benar. Engkau melimpah dengan rahmat dan belas kasihan. Bukalah hati kami untuk menyaksikan dan mengalamai kebesaranMu dna kehadiranMu dalam dunia ini. Ya Allah, murnikanlah pujian, penyembahan dan ibadah kami kepadaMu. Dalam Yesus yang telah menyelamatkan kami. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *