Kerja dan Istirahat Sama Pentingnya.

September 27, 2007
By

Almanak Jumat 28 September 2007:

 

semut-hitam.jpg

Janganlah menyukai tidur, supaya engkau tidak jatuh miskin, bukalah matamu dan engkau akan makan sampai kenyang. (Amsal 20:13)

Harap dicatat baik-baik, amsal ini ditujukan khusus kepada orang-orang malas dan lamban, yang sangat menyukai tidur berlama-lama melebihi waktu yang seharusnya. Sebab itu amsal ini tidak bisa dijadikan pembenaran bagi orang-orang gila atau kecanduan kerja atau pura-pura kecanduan kerja untuk melarikan diri dari rumah. Juga tidak bisa dijadikan hiburan bagi orang-orang pengidap penyakit imsonia atau susah tidur akibat tidak bisa menentramkan jiwanya. Ilmu kesehatan mengatakan kepada kita (sebaiknya orang-orang beriman juga percaya kepada pendapat ahli kesehatan!) bahwa kita saban hari butuh tidur secukupnya 7-8 jam, dan kekurangan tidur bisa mengakibatkan banyak gangguan kesehatan dan kecelakaan.

Lantas bagaimana? Amsal ini mau mengingatkan kita orang-orang kristen di dunia moderen bahwa kerja dan istirahat sama pentingnya sebab itu harus seimbang. Tuhan memberi kita malam hari agar kita dapat beristirahat memulihkan raga-jiwa kita. (Dalam dunia yang semakin kompleks sebagian orang justru istirahat siang hari dan berjaga pada malam hari: dokter, satpam, polisi, wartawan, dan juga pekerja hiburan, pekerja jalan raya dll). Dan Alkitab menyaksikan Tuhan memberikan kita hari Sabtu dan Minggu juga agar kita dapat beristirahat pada hari itu (Namun banyak orang justru paling sibuk pada akhir pekan!). Dengan kata lain: bekerjalah sebaik-baiknya pada jam dan hari kerja, namun beristirahat jugalah sebaik-baiknya pada jam dan hari istirahat. Bagaimana pun beratnya beban hidup, berharganya waktu, dan besarnya peluang, kita tetap butuh istirahat.

Banyak orang Kristen tidak lagi dapat tidur nyenyak. Sebagian mungkin karena tidak berdoa pada malam hari, atau berdoa juga, namun tidak sepenuh hatinya. Baiklah kita sadar masalah hidup ini seringkali tidak bisa dituntaskan dalam sehari semalam. Sebab itu untuk apa memaksa diri membawa masalah itu ke tempat tidur? Tidurlah nyenyak, besok pikirkan lagi masalah itu. Sebaliknya, banyak juga orang kristen, mungkin karena merasa terlalu letih atau lemah lantas tidak semangat lagi untuk bekerja keras, dan memilih tidur dan berdiam diri saja. Namun ada juga saatnya kita jatuh sakit dan harus beristirahat walaupun hati ingin bekerja. Tuhan mengajak kita untuk beristirahat dan bekerja secukupnya. Sebab itu selamat bekerja dan selamat tidur nyenyak. Tuhan menyertai kita di saat kerja dan di saat istirahat.

Doa:
Ya Allah, ketika kami sangat malas melakukan sesuatu, karena berbagai pengalaman dan pertimbangan, berilah kami semangat dan paculah kami bekerja dan berjuang. Namun ketika kami sangat bergairah bekerja, ingatkanlah kami juga bahwa kami perlu beristirahat, memulihkan raga dan juga jiwa kami. Berkatilah dan sertailah kami di saat kerja dan istirahat kami. Bila hari ini kami dalam keadaan lemah dan sakit, dan harus beristirahat, hiburkanlah dan kuatkanlah kami. Demi Yesus yang mengajar kami berdoa dan bekerja serta beristirahat. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*