Orang Benar Selalu Merasa Kaya

Almanak Kamis 27 September 2007:

kupu-127.jpg

 

Orang benar makan sekenyang-kenyangnya, tetapi orang fasik menderita kekurangan. (Amsal 13:25).

 

Amsal ini harus tidak bisa diartikan hurufiah. Sebab dalam kenyataan, apalagi di negeri-negeri dimana hukum tidak ditegakkan dan negara tidak berperan menyejahterakan rakyat, yang terjadi justru seringkali sebaliknya. Orang benar bisa saja kekurangan dalam hal finansial, tetapi orang fasik atau jahat justru berkelimpahan materi. Orang jujur sulit jadi kaya namun orang culas gampang kaya-raya (dan tidak masuk penjara). Dalam jaman Alkitab pun hal ini sudah terjadi. Sebab itulah nabi Habakkuk bergumul mengapa orang fasik hidup senang, sehat dan nikmat saja?

 

Lantas bagaimana kita mengartikan amsal di atas? Orang benar (baca: sungguh-sungguh benar) selalu dapat menikmati makanannya, merasa kenyang dengan hasil jerih payahnya, dan menikmati hidupnya. Orang benar mengalami hidupnya sangat kaya, kenyang dan puas dengan berbagai hal (damai, sukacita, rasa aman, kesehatan, pengabdian, makna hidup) walaupun hidupnya sangat sederhana dan tidak berkelebihan, apalagi jika dia memiliki kekayaan. Namun orang fasik atau orang jahat tidak pernah merasa kaya dan selalu saja merasa kekurangan, lapar dan haus walaupun uangnya berlimpah-ruah, apalagi jika dia mendapati dirinya benar-benar miskin.

 

Rasul Paulus mengajak kita agar jangan hanya melihat kekurangan kita atau apa yang belum/ tidak ada, tetapi juga kepada kelebihan atau apa yang ada dalam hidup kita. Inilah yang mendorong kita bersyukur kepada Tuhan. Ini bukan untuk melemahkan semangat dan tekad kita meraih cita-cita, memperbaiki keadaan, meningkatkan mutu kehidupan. Semua itu boleh dan harus dikejar. Namun dalam mengejar dan memperjuangkan semua itu pun kita harus tetap merasa kaya dan bahagia serta bersyukur kepada Tuhan.

 

Doa:

Ya Allah, jadikanlah hati kami benar dan baik, agar kami dapat melihat dan mensyukuri berkat-berkat yang telah Kauberikan dalam hidup kami. Ajarlah kami mencatat dan menghitung berkat dan anugerahMu, juga janjiMu untuk mewariskan kepada kami kekayaan hidupMu, agar jiwa merasa sungguh-sungguh kaya dan kami meluap dengan syukur. Ya Allah, kami hendak menikmati hasil kerja dan usaha, prestasi dan pencapaian kami dengan ucapan terima kasih kepadaMu. Dalam Yesus. AMIN.

 

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *