Nikmatilah Hak dan Bagianmu

Almanak Selasa 25 September 2007:

anggur-9.jpg

 

Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! (Mazmur 128:2)

Di dunia penuh tipu-tipu, apalagi di suatu masyarakat dan negeri dimana hukum dan keadilan bisa diperjual-belikan seperti shampoo, orang jahat bisa kaya-raya dengan cepat dan mudah serta hidup aman. Sebaliknya orang benar, baik dan jujur bukan saja sulit memiliki banyak harta melimpah, tetapi bisa-bisa malah dianggap mahluk aneh, diejek dan dikucilkan oleh banyak orang.

Kita tidak mau menyangkal kenyataan bahwa negeri kita walaupun sudah sembilan tahun mengalami reformasi politik dan ekonomi belumlah sepenuhnya berubah menjadi tempat dimana hukum sungguh-sungguh dijunjung: benar dikatakan benar dan salah dikatakan salah, orang baik diganjar kesejahteraan dan orang jahat diganjar penjara, dan semua orang harus puas dengan hasil kerja keras, prestasi, pencapaian dan bagiannya sendiri dan tidak bisa mengambil apa yang bukan menjadi hak dan bagiannya. Negeri ini masih penuh dengan pencurian, perampokan, korupsi dan pembalakan yang membuat banyak orang kehilangan dan sulit meraih kesejahteraan walaupun sudah bekerja sangat keras dan tekun. Lantas apa lagi keunggulan orang benar di negeri ini?

Firman hari ini ditujukan kepada orang benar. Bagaimana pun sulitnya orang benar bekerja dan berusaha, walau pun orang benar mendapatkan hasil kurang sebanding dengan kerja keras dan ketekunannya, Tuhan mau menjamin kebahagiaan mereka. Banyak atau sedikit hasilnya, kerja dan karya orang benar tetap dapat dinikmati, membahagiakan dan membanggakan yang bersangkutan. Mengapa? Karena Tuhan menjadikan segalanya berkat bagi mereka. Sebaliknya kerja orang culas dan jahat hanya akan menghasilkan kesia-siaan, betapa pun besar hasilnya secara nominal. Mengapa? Karena di luar ketaatan dan takut akan Tuhan sama sekali tidak ada berkat dan kebahagiaan. Tanpa ketaatan kepada Tuhan, gaji, upah, prestasi, keuntungan usaha, atau apapun namanya bukannya menambah sukacita tetapi hanya menambah derita dan kesia-siaan.

Doa:
Ya Allah, kami taat dan takut kepadaMu. Ijinkanlah kami menikmati hasil kerja dan usaha kami, apa yang merupakan hak dan bagian hidup kami. Ya Allah kami mau hidup benar dan adil dan jujur, buatlah kami berbahagia berkepanjangan dengan hidup kami di dunia ini. Ya Allah, penuhilah jiwa kami dengan iman, kasih dan pengharapan yang berasal dari padaMu selama kami di dunia ini, sampai Engkau memanggil kami masuk ke surgaMu bersama Yesus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

 

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *