Manusia Ya Kerja

September 23, 2007
By

Almanak Senin 24 September 2007:

padi.jpg

Dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil, sebab engkau debu dan akan kembali menjadi debu. (Kejadian 3:19)

Dalam buku-buku lama bekerja seringkali dikaitkan dengan manusia kalangan bawah, sementara bersantai dianggap privilese kalangan atas atau raja-raja. Sebab itu banyak orang tanpa sadar menghayati bahwa semakin tinggi posisi, jabatan dan kedudukan seseorang, di masyarakat maka semakin sedikit pula kerja dan tanggungjawabnya. Karena itu cita-cita posisi tinggi jabatan di masyarakat terkait erat dengan cita-cita ingin hidup senang dan bebas dari pekerjaan.

Gambaran di atas jelas sangat menyesatkan. Kerja adalah hakikat semua manusia tanpa kecuali. Manusia dipanggil untuk bekerja dan berkarya, berpikir keras dan menguras keringat, mengusahakan dan mencipta. Sebab itu kerja keras yang dilakukan secara bebas dan sukarela bukanlah suatu hukuman. Kerja keras tidak merendahkan namun malah meninggikan martabat manusia. Dalam kerja dan karyanya itulah manusia mendapatkan sebagian kebahagiaan dan makna hidupnya di dunia ini. Sebaliknya menganggur, bermalas-malas dan berleha-leha, bukanlah hakikat manusia dan hanya akan merendahkan kualitas hidupnya.

Thomas Alfa Edison, penemu bola lampu listrik, mengatakan suatu penemuan hebat terjadi sebenarnya karena 1% inspirasi dan 99% respirasi (keringat). Artinya: keberhasilan dalam hidup ini sebenarnya adalah buah kerja keras dan bukan sekadar keberuntungan atau nasib. Guru-guru kita sejak kecil juga sudah lama sekali mengajarkan bahwa kerajinan, ketekunan dan keuletan lebih menentukan keberhasilan dibandingkan kepintaran atau intelektualitas. Para petani, olahragawan, dan prajurit bangga dengan keringat yang dicucurkannya.

Ayat hari ini mengingatkan kita kembali kepada panggilan Tuhan kepada kita: bekerja. Sebenarnya seluruh mahluk hidup harus bekerja untuk hidup. Dengan bekerja keras kita mendapatkan upah dan biaya pemenuhan kebutuhan hidup kita. Namun bukan hanya itu. Bagi kita manusia kerja bukan hanya untuk upah. Kita juga bekerja demi cita-cita, hobi atau kesenangan, tujuan-tujuan luhur dan mulia, demi kemanusiaan dan jugaTuhan. Semua itu membuat kita dapat mencintai pekerjaan kita dan tidak pernah menganggapnya sebagai hukuman.

Doa:
Ya Tuhan, Engkau memanggil kami bekerja. Engkau menganugerahkan kami kesehatan, akal budi, kebebasan, kreatifitas dan imajinasi agar kami dapat bekerja dan berkarya sebaik-baiknya. Engkau juga menganugerahkan kami hati nurani agar kami bekerja sesuai dengan hukum, moral dan firmanMu. Ya Allah, berkatilah seluruh pekerjaan baik yang sedang kami lakukan. Dalam Yesus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

Tags: , , , ,

One Response to Manusia Ya Kerja

  1. satya sembiring on September 21, 2008 at 3:55 pm

    Terimakasih atas Doanya
    Kiranya Bapa Memberkati Sudara dan dalam Kasihnya kita selalu diperhatikan. dalam pekerjan pekerjaan kita selalu di berkati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*