Sudah Malas Lamban Pula. Mau Jadi Apa?

September 20, 2007
By

Almanak Jumat 21 September 2007:

Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak, dan orang yang lamban akan menderita lapar. (Amsal 19:15)

Seberapa parahkah kemalasan orang Batak-Kristen masa kini sehingga Almanak HKBP (juga GKPI, GKPS, HKI dll) hampir seminggu ini terus-menerus menyinggung soal kemalasan? Atau kalau mau dibalik, sepentingkah apakah kerajinan itu bagi orang-orang Kristen sehingga hampir tiap hari harus diulang-ulang?

Saya sangat yakin sebagian besar pembaca renungan harian ini bukanlah orang malas, tetapi pekerja aktif dan rajin. Saya juga merasa bukanlah orang pemalas, walaupun tidak juga rajin-rajin amat. Namun kalau jujur, saya atau saudara kadang juga diserang penyakit malas. Penyakit malas saya atau saudara itu mungkin tidak dalam segala hal, tetapi hanya soal-soal tertentu saja. Ada orang yang sangat rajin membaca tetapi malas menulis. Ada orang yang rajin menulis tetapi malas berbicara. Ada yang rajin mencuci tetapi malas disuruh mengepel. Ada orang yang rajin dalam hal A tetapi sangat malas dalam hal B.

Lantas apa arti ayat hari ini? Walaupun kita sudah baik dan rajin dalam banyak hal, kita diajak melawan rasa malas dalam hal-hal tertentu itu. Sebab kemalasan dalam hal-hal spesifik itu tetap mendatangkan kesusahan di kemudian hari. Orang yang “malas” ke dokter memeriksakan kesehatannya pasti penyakitnya akan parah. Orang yang malas ke bengkel pastilah mobilnya tambah rusak dan biaya makin mahal. Silahkan diteruskan sendiri.

Namun bagaimana jika Saudara atau saya bukan malas bekerja mencari uang, tetapi hanya malas berdoa, membaca Alkitab, mencontoh tindakan Tuhan Yesus, apalagi belajar menjadi orang baik? Apakah kemalasan itu berbahaya dan berakibat buruk? Jika ya, bagaimana menghentikannya. Jika tidak, ya silahkan saja.

Doa:
Ya Tuhan, saban hari firmanMu menyapa kami agar rajin, melawan rasa malas yang mungkin menyerang dan menyelimuti kami. Bantulah kami mengenal bentuk-bentuk kemalasan dan kelambanan yang mungkin ada dalam diri kami, supaya kami melawannya. Ya Tuhan, tolonglah kami membentuk pribadi kami menjadi baik mencontoh Yesus Tuhan kami. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

 

Kembali ke halaman depan:

 

Share on Facebook

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*