Belajar Bijak Kepada Semut

Almanak Rabu 19 September 2007:

Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak. (Amsal 6:6)

Disamping bebal dan terlalu banyak bicara, maka sifat lain yang sangat dicela dalam kitab Amsal adalah: malas atau kemalasan. Kemalasan mendatangkan kemiskinan dan kerja paksa (Amsal 6:11, 11:24). Si pemalas adalah saudara si perusak (Amsal 18:9) sebab oleh kemalasan runtuhlah atap (Pengkotbah 10:18). Hati si pemalas penuh dengan keinginan tetapi semuanya sia-sia (Amsal 13:4). Si pemalas suka membayangkan ada singa berkeliaran di jalan-jalan sehingga dia memilih tidur-tiduran di rumah. (Amsal 26:13). Bahkan untuk memasukkan makanan yang sudah ada di depannya ke mulutnya si pemalas tidak punya daya (Amsal 16:15). Sebab itulah si pemalas dibunuh oleh keinginannya sendiri (Amsal 21:25).

Penulis Amsal menyuruh orang-orang malas agar belajar kepada semut, memperhatikan tingkah langkah hewan-hewan kecil ini, supaya mereka menjadi bijak. Kita tahu semut adalah hewan yang sangat rajin, tekun, selalu menyibukkan diri, dan hebatnya bisa bekerja sama. Dari film-film dokumenter yang dibuat kita tahu semut bukan saja mengumpulkan bahan makanan tetapi juga “bertani” sejenis jamur dan “beternak” serta melakukan berbagai aktivitas untuk mengelola kerajaannya. Satu hal lagi yang baik: semut selalu berciuman atau bersalaman (?) saban kali berjumpa.

Tuhan menganugerahkan kita manusia akal budi melampaui, melampaui, semut-semut kecil itu. Tuhan bahkan memberi kita kemampuan berimajinasi, berkreasi, berekspresi dan berorganisasi di atas semut-semut kecil itu. Sebab itu tidak ada lagi alasan bagi kita bermalas-malasan, menganggur tak punya kerjaan, atau bersikap putus asa dan apatis menghadapi masalah kehidupan. Kemampuan kita jauh melampaui semut, burung atau berang-berang. Sebab itu marilah kita bekerja dan berkarya. Marilah kita melakukan sesuatu yang konkret untuk mengatasi masalah atau membuat hidup kita lebih sejahtera dan bahagia. Marilah kita melakukan langkah nyata ke depan, tidak hanya berdiam diri atau mengeluh saja. Ya, mari kita bangkit bersama-sama.

Doa:
Ya Allah, kami mau belajar jadi menjadi orang baik dan bijak. Berilah kami semangat menyala-nyala. Desaklah kami agar rajin, tekun dan gembira berbuat berbagai kebajikan agar kehidupan di dunia ini lebih sejahtera dan membahagiakan. Bantulah kami memerangi kemalasan diri kami sendiri. Ya Allah, Engkau masih bekerja mendatangkan kebaikan sampai hari ini. Biarlah kami bekerja juga dengan kekuatan yang Kauanugerahkan dalam Yesus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *