Antusiasme Baik Tapi Tak Cukup

September 16, 2007
By

Almanak Senin 17 September 2007:

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. (Roma 12:11)

Kita hidup di jaman moderen yang memiliki kecenderungan melakukan segala sesuatu serba cepat atau instan. Ilmu pengetahuan dan teknologi moderen memang telah membantu kita mempercepat proses banyak hal. Teknologi transportasi mempercepat proses pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lain. Teknologi komunikasi khususnya satelit dan internet mempercepat komunikasi antar manusia hingga ke hitungan detik. Contoh yang sudah sangat biasa: dengan satu kali pencet tombol mouse kita bisa mengirim ratusan email surat ke seluruh dunia dan diterima oleh semua alamat dalam hitungan detik. Sementara itu mesin-mesin pabrik membuat berbagai produk massal dengan kecepatan tinggi. Di rumah sehari-hari kita mungkin kita dibantu oleh mi instan, rice cooker, telpon dan mesin jawabnya, mesin penghisap debu, komputer, kalkulator, dan lain-lain.

Namun bagaimana pun juga hidup, termasuk di dunia moderen ini, tetaplah laksana peperangan jangka yang sangat panjang. Strategi saja tidak cukup, kita membutuhkan juga stamina dan daya tahan. Hidup tetap bagaikan menenun atau menyulam kain raksasa dengan tangan, antusiasme dan mood saja tidak cukup, kita perlu ketekunan dan kesabaran. Hidup ibarat pertumbuhan sebatang pohon dari sebuah biji, mustahil menanamnya hari ini dan mengharapkannya langsung besar dan berbuah besok. Kita perlu penantian. Dengan kata lain: hidup tetap adalah sebuah proses yang membutuhkan waktu yang panjang.

Sebab itulah nasihat Rasul Paulus relevan bagi kita. Paulus menasihati agar tetap rajin, bersemangat, dan melayani Tuhan. Banyak rencana, cita-cita dan penyelesaian masalah penting dalam hidup ini tidak bisa dicapai hanya dengan antusiasme dan mood (suasana hati) belaka. Bagaimanapun moderen dan piawainya ilmu dan teknologi, banyak hal dalam kehidupan ini tidak bisa diatasi secara cepat, instan atau seperti main sulap. Membangun rumah tangga, membesarkan anak, belajar-mengajar, melakukan diakoni, membangun persekutuan, dan lain-lain sangat membutuhkan kerajinan, ketekunan, kesabaran dan ketabahan yang luar biasa. Sebab itu kita perlu mencampurnya dengan sukacita dan selalu mendasarkannya dengan kasih serta kesetiaan.

Doa:
Ya Tuhan, karuniakanlah kami RohMu agar Dia yang membantu kami tetap setia, rajin dan tekun melayani Dikau dan mengasihi sesama kami. Bentuklah kami kembali, ya Tuhan, menjadi pribadi yang sabar dan ikhlas, selalu bersemangat membaharui dan memperbaiki kehidupan dunia ini. Ketika rencana-rencana kami menghadapi banyak kendala, cita-cita kami sangat sulit terwujudkan, masalah demi masalah mengganggu perjalanan, fokuskanlah hati kami kepadaMu, ya Tuhan, agar kami tidak berhenti dan berputus asa. Demi Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

3 Responses to Antusiasme Baik Tapi Tak Cukup

  1. hutabarat on September 16, 2007 at 9:32 pm

    Amg, bner niat tanpa usaha g ada artinya. Namun terkadang kita seringkali susah untuk “memulai” dan itu yang dapat menghambat kita.
    Sepertinya “Ora et LAbora” dan ungkapan “Don’t Wait until tomorrow to do what you can do” adalah ungkapan yang harus dipegang oleh setiap orang khususnya kaum muda..
    GBUS….

  2. Julius on September 17, 2007 at 1:15 am

    Pak pendeta, terimakasih atas postingan anda yang wah ini, sangat jarang ada yang menulis seperti ini, anda menjabarkan ayat-ayat Alkitab dengan memberi contoh kehidupan jaman sekarang dengan komposisi yang pas sehingga orang awam seperti saya ini mampu mencerna dan menelaah.
    Punya niat atau harapan saja tidak cukup tanpa usaha, niat dan usaha saja juga tidak cukup tanpa ketekunan dan kesabaran, niat dan usaha serta tekun dan sabar saja juga tidak cukup tanpa berdoa padaNYA, semuanya bertautan dan harus kita lakukan untuk mencapai suatu keberhasilan.
    Itulah pesan yang bisa saya tangkap dari postingan anda ini, mohon maaf kalau saya salah mengartikan.
    Tuhan memberkati kita semua…

  3. Julius on September 17, 2007 at 1:16 am

    Pak pendeta, terimakasih atas postingan anda yang wah ini, sangat jarang ada yang menulis seperti ini, anda menjabarkan ayat-ayat Alkitab dengan memberi contoh kehidupan jaman sekarang dengan komposisi yang pas sehingga orang awam seperti saya ini mampu mencerna dan menelaah.
    Punya niat atau harapan saja tidak cukup tanpa usaha, niat dan usaha saja juga tidak cukup tanpa ketekunan dan kesabaran, niat dan usaha serta tekun dan sabar saja juga tidak cukup tanpa berdoa padaNYA, semuanya bertautan dan harus kita lakukan untuk mencapai suatu keberhasilan.
    Itulah pesan yang bisa saya tangkap dari postingan anda ini, mohon maaf kalau saya salah mengartikan.
    Tuhan memberkati kita semua…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*