Iman di Kala Krisis

Almanak Jumat 14 September 2007:

“TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. (Ratapan 3:24)

Dalam sejarahnya, umat Tuhan pernah dan beberapa kali dikalahkan oleh bangsa-bangsa adidaya sekitarnya, terutama Babel dan Persia. Mereka bukan hanya dikalahkan, tetapi juga diangkut sebagai tawanan ke negeri sang penakluk. Inilah yang sering disebut sebagai pembuangan Babel. Bagi umat Tuhan Babel selalu dikenang sebagai masa paling kelam, krisis, titik terendah, dalam kehidupan mereka. Di pembuangan Babel itu mereka merasa hancur lebur. Yerusalem, kota suci, diluluh-lantakkan. Bait Allah dijarah. Mereka bukan saja merasa kalah secara ekonomis dan politis, tetapi juga kehilangan orientasi dan simbol identitas. Yang paling parah mereka merasa kehilangan Tuhan, Allahnya.

Kitab Ratapan dituliskan oleh Nabi Yeremia dalam masa pembuangan Babel itu. Yeremia, seperti para nabi lain, melihat pembuangan Babel bukan hanya peristiwa sosial politik tetapi terutama kejadian teologis: Tuhan sedang menghukum umatNya sendiri karena dosa-dosa mereka, terutama dosa-dosa pemimpin mereka yang kelewatan. Babel hanyalah alat Tuhan menghukum umatNya. Sebab itu satu-satunya jawaban yang diminta adalah bertobat.

Namun bagi Yeremia, Tuhan adalah Sang Pengasih. Dia tidak menghendaki umatNya hancur binasa, sebaliknya menghendaki pertobatan dan pemulihannya. Sebab itu Tuhan ikut dan hadir di Babel di tengah umat yang sedang terpuruk merana itu. Sebab itulah dengan imannya yang terdalam, nabi Yeremia mengajak umat itu agar tetap percaya dan berharap kepada Tuhan. Sebab hanya Dialah yang bisa mengeluarkan mereka dari jurang dan krisis nasional itu, dan memberikan masa depan yang baru.

Sebab itu ayat hari ini sangat relevan dan merupakan hiburan menguatkan bagi siapa saja yang merasa sedang kalah, tersingkir dan terpuruk di tengah kehidupan dunia ini: TUHAN adalah bagian jiwaku, kepadaNyalah aku berharap! Sementara bagi yang sedang merasa menang, sukses, dan di puncak kejayaan, ayat itu menjadi ajakan untuk rendah hati.

Doa:
Tuhan, kepadaMulah kami berseru dan berharap, sebab Kaulah Pembela dan Pelindung kami. Tataplah kami dalam keletihan, kedukaan dan kebingungan kami. Ketika kami merasa sangat lemah dan kehilangan seluruh daya, tampakkanlah diriMu kepada kami, bangunkan dan kuatkanlah kami kembali. Ya Allah, Juruslamat kami, janganlah tinggalkan kami, demi Yesus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

1 comment for “Iman di Kala Krisis

  1. Joseph
    April 25, 2008 at 11:18 am

    Buka mata buka telinga: Tuhan Menciptakan manusia bukan Manusia Menciptakan Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *